Tak Hanya Hand Sanitizer, Kini Masker Wajib dipakai Saat Bepergian

April 09, 2020



Semenjak Corona melanda Indonesia, ada 2 item yang sulit didapatkan yaitu hand sanitizer dan masker. Keduanya dipercaya mampu mencegah penularan penyakit.
Hand sanitizer harganya meroket dan langka lantaran cuci tangan efektif untuk atasi berbagai penyakit termasuk covid-19. Sayangnya tidak semua tempat menyediakan sabun, sehingga  hand sanitizer menjadi item wajib saat bepergian.

Begitu juga masker, awalnya ditekankan untuk 3 orang saja yaitu yang sakit, tenaga kesehatan dan rawan terkena dalam hal ini sering berhubungan dengan orang banyak seperti petugas busway, polisi dsbnya.

Namun, semenjak 5 April 2020 pemerintah RI mewajibkan semua warga untuk mengenakan masker terutama saat keluar dari rumah. Tapi harus diingat jangan mengambil milik medis yaitu N95 dan masker bedah. Jadi pakai apa?Gunakan masker kain

Pentingnya penggunaan masker 

Covid-19 menular melalui percikan liur (droplet) dari orang-orang yang terinfeksi ketika mereka batuk atau bersin. Droplet yang disemburkan , diameternya 0,125 mikrometer.

Ukuran sebesar ini agak sulit melayang lebih lama dan jauh di udara. Partikelnya akan melayang sebentar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan benda di sekitar .  Paling jauh, lontarannya sekitar satu atau dua meter dari penderita.

Cara lain penularannya melalui aerosol. Jadi ketika pasien covid-19 mendapatkan  prosedur medis, partikel droplet virus dapat menjadi aerosol yakni partikel halus yang dapat bertahan lama di udara.
  
Contoh prosedur medisnya saat pemasangan alat bantu napas, pasien bisa saja mengeluarkan sekret pernapasan dan aerosol. Duh betapa besarnya pengorbanan para medis, mereka rawan tertular. Rada sebel saat ada yang protes mereka dapat tempat tinggal fasilitas hotel. Sis... Gan... Mereka itu garda terdepan dan selau dihantui ODP dan PDP.

Masker yang baik untuk melindungi diri adalah maker bedah dan N95.  Masker bedah mampu memfiltrasi 30% hingga 95% partikel berukuran 0,1 mikron. Namun, tidak bisa dipakai melindungi partikel aerosol dan airborne hanya droplet saja. 
Kekurangan lainnya punya risiko kebocoran kiri dan kanan sisi masker karena tidak sempurna menutupi wajah.

Masker jenis N95 melindungi 95% terpapar partikel hingga ukuran 0,1 mikron lewat droplet, aerosol, dan airborne. Digunakan oleh tenaga medis yang kontak langsung dan dekat dengan orang positif Covid-19. Masker ini full face sehingga tenaga medis disarankan memakainya.

Kondisi sehat cukup dengan masker kain

Senada dengan pemerintah WHO menghimbau untuk orang sehat atau tanpa gejala menggunakan masker berbahan kain untuk melindungi diri dari terjangkit virus Corona.

 Walaupun, begitu masker bedah punya kekurangan 
  1. Bahan  yaitu kainnya tidak sama dengan bahan masker bedah atau masker N95.
  2. proses pembuatan tak sesuai standar medis
  3. Masker kain hanya melindungi dari droplet saja. Tingkat perlindungan bagi partikel droplet ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen, jadi masih tergolong tinggi potensi penularannya
  4. Masker kain tidak dapat mencegah masuknya partikel yang sangat kecil, seperti virus  karena ukuran virus jauh lebih kecil daripada pori-pori yang ada pada masker kain.

Situasi pandemi ini  kita janganlah egois, masih ada pakai masker medis padahal ya, diluar sana yang membutuhkan kekurangan. Berkorbanlah dari hal kecil walaupun engkau mampu membeli masker medis tapi pakailah dari kain.

Kekurangan dari masker kain bikin takut tapi ada cara efektif  agar bisa proteksi diri yaitu:
  • Jangan gunakan kain berbahan sutra karena memiliki daya saring yang paling buruk. Bahan kain masker yang paling nyaman digunakan adalah kain kaos katun dan bahan katun pada umumnya. 
  • Efektivitas penyaringan pada masker kain meningkat seiring dengan jumlah lapisan dan kerapatan kain yang dipakai. Minimal pakai 3 lapis kain dan akan lebih baik ditambah tisu agar daya saringnya meningkat. 
  • Pilih masker yang sesuai dengan ukuran wajah dan dapat menutup mulut, hidung, dan dagu. 
  • Jangan menggunakan masker kain lebih dari 4 jam,


Masker adalah bentuk alat perlindungan diri (APD) dari penularan penyakit saluran pernafasan. Awalnya untuk orang sakit saja, tapi demi memutuskan penularan lebih banyak orang sehat pun harus memakai.

Masker kain tak hanya melindungi dari droplet tapi juga membuat kita sulit menyentuh hidung dan mulut secara langsung.  Selain dari percikan metode lain penularan virus corona ketika menyentuh wajah, virus yang menempel di tangan bisa masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut.

Sumber gambar; ig satu_indonesia


 




 








You Might Also Like

0 komentar

Hai... silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve ya...
terima kasih udah berkunjung

sosial media

LinkedIn

KSB

Total Pageviews

Kelas Growth dari Growthing.id*