Tips memilih dokter obgin

April 28, 2018

Bertemu dokter kandungan tidak hanya untuk pemeriksaan tapi juga untuk kosultasi seputar kehamilan maupun kesehatan rahim dan organ intim.  Untuk itu perlu menemukan dokter yang klik.
Saya mengibaratkan mencari dokter obgin seperti mencari jodoh, Benaran loh saya mengalaminya,sudah 3 dokter yang dicoba  dan tidak pernah klik.

Berbagai penyebab end dijumpai, bisa dari saya seperti merasa dokternya tidak asyik. Waktu kami tak pernah nyambung ,saya datang dokternya tidak ada.  Penyebab terakhir adalah kendala jarak. Menempuh 3 jam perjalanan untuk bisa ketemu dokter yang praktek sore .

Tidak salah bukan jika mengibaratkannya begitu. Kalau memilih jodoh kita harus perhatikan 3B yaitu bibit, bebet,dan bobot bukan? Nah... Ini berlaku juga dalam memilih dokter yang' megang saya'.


Tak bisa sembarangan, walaupun untuk penerapan 3B ngak mungkin.  Setidaknya ada bobot. Maksudnya kualitas seorang dokter dalam arti luas meliputi pendidikan, akhlak dan agama

Bicara pendidikan dokter dibagi dalam spesialisasi, udah pada tahu kan? Ternyata spesialis itu pun ada juga bagian kecilnya sehingga ilmu si dokter lebih dalam dan luas.

Pada spesialis kandungan yang dikenal juga dengan nama obgin, sudah ada subspesialis nya yaitu KFM dan Kfer
Baca: temukan dokter kandungan berdasarkan permasalahmu

Ketika udah ketemu dokter yang sesuai permasalahan itu belum cukup.S masih belum nyaman jika dokternya tidak bagus akhlak atau etikanya . Saya kesal dengan dokter yang menjawab pertanyaan dengan malas-malasan dan sibuk dengan hal lain sementara masih ada diruangan. Itu bentuk mengusir dengan halus hanya karena dia harus mengejar jadwal praktek ditempat lain . Dokternya minta dimengerti tapi caranya tidak enak banget.

Wahai dokter kandungan tidak semua wanita yang berkunjung itu bisa relax membicarakan hal yang berkaitan dengan reproduksi. Tolong "tangkap hal itu"dan pahami.  Kalau dokternya ngak paham bisa senjang ,pasien tidak akan pernah kembali . Contohnya saya yang tidak pernah lagi ke dokter itu, tersinggung.

Contoh lainnya sambil menunggu panggilan ke ruangan dokter saya iseng bertanya pada ibu nifas kemana kontrol kehamilannya dan pendapatnya tentang dokter kami (dokter tempat saya program )

Ternyata ibu nifas itu pindah dari dokter lain karena tersinggung dan menurutnya dokter kami komunikatif.

Dokter itu harus bisa komunikasi yang baik, dia harus bisa menjelaskan hal yang ditanyakan pasiennya dengan bahasa yang sederhana. Dalam menjelaskan itu dia tidak akan pelit waktu ,selagi pasien belum paham dia akan semangat menjawab semua hal yang berkaitan dengan masalah kewanitaan. Muluik manih kucindan murah

Selain asyik saat konsul dokter itu masuk kategori komunikatif jika mau membalas chatingan baik itu SMS, Wa, Line, BBM. Bahkan saat ada yang ingin ditanyakan dokter itu mau mengangkat telepon .

Komunikasi seorang dokter merupakan nilai yang harus dijaga walaupun dia telah terkenal. Banyak dokter kehilangan pasien karena hal ini dan jangan lupa pak/ibu dokter pasienmu itu tidak akan basa-basi, dia akan menyebutkan namamu dan tempat praktek walaupun orang tidak minta rekomendasinya. Nan kuriak kundi ,nan merah sago ,nan baik budi, nan Indah bahaso


Hal lain yang ada didalam kategori bobot yaitu agama . Faktor agama tidak bisa ditiadakan menurut saya, ada kenyamanan saat seorang dokter memulai tindakan dengan membaca bismillaah.  Dokter kandungan tugasnya tidak hanya kuratif tapi juga mensuport dan pasien akan kebih damai jika menyelipkan ayat tuhan .

Adapun yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih dokter yaitu:

1.Jenis Kelamin
Beberapa orang tidak nyaman saat harus membicarakan daerah pribadinya dengan oranglain, termasuk saya walaupun itu seorang dokter. Bicara aja berat gimana jika pemeriksaan rahim dan organ intim.

2. Jarak Tempuh
Pertimbangkan jarak tempuh dari rumah atau kantor ke tempat praktik dokter kandungan. Jangan sampai demi mengejar yang terkenal sehingga mengorbankan waktu dijalan. Tau gak sih kelelahan bisa membuyarkanmembuyarkan , ini mengakibatkan hal yang ingin ditanyakan jadi terlupa.  Yaaah.... Sayang banget tu .

Selain itu juga ,jika ada kondisi darurat penanganan bisa terlambat akibat lama dijalan.

Pada kondisi saya dengan dokter yang jauh membuat kami harus menyediakan waktu untuk promil. Tidak seperti orang yang ingat ke dokter langsung cuss, kami harus menyesuaikan siklus bulanan saya dengan jadwal praktek dokter serta off day si uda.

Tiga jam perjalanan itu melelahkan tapi tak ada pilihan,sebab sedang promil harus ke SpOg K fer. Subspesialis ini hanya ada di ibukota provinsi (Jambi )

3. Lama Antrian
Ada keyakinan berobat dengan dokter terkenal bisa berhasil, sehingga rela terjebak dalam antrian panjang lantaran pasiennya membludak. Bahkan saya pernah dengar mendaftar sehari sebum konsul udah dapat no antrian sekalian .Huff...

4.Usia Dokter
Beberapa ibu hamil/ program kehamilan sering bingung untuk memilih dokter muda atau dokter tua. Pertimbangan pengalaman dokter dalam menangani pasien memang menjadi kriteria.
Saya menyukai konsultasi dengan dokter yang muda tapi akan ke tempat dokter yang sudah senior kalau ada tindakan medis .


6.Sesuai Anggaran
 Semakin terkenal dan berada di Rumah sakit swasta yang besar biasanya tarif dokter melangit juga. Tidak selamanya maota kariang di kunjungan awal program kehamilan , biasanya dokter meresepkan vitamin /obat.

Gak mau kan ngak jadi menebus di apotik karena uang hanya cukup untuk konsultasi. Sesuaikan anggaran dengan dokternya !

Selain itu pastikan juga bahwa rumah sakit /klinik tempat praktek dokter kandungan  bekerjasama dengan asuransi yang digunakan.





You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers