Kategori Pengunjung Dokter Obstetri Dan Ginekologi

March 19, 2018


Terasa tidak nyaman saat beberapa pasang mata tertuju pada saya, seolah pandangan itu mengandung berbagai pertanyaan.
Bukannya geer tapi perasaan dan cara menatap orang bisa terbaca dengan porsi sedikit ,apa yang ada dibenak mereka saat seorang diri mengunjungi klinik dokter kandungan. Biasanya pengunjung didampingi oleh suami masing-masing atau jika masih gadis ada ibu bersamanya.


Seorang ibu yang kepo memberanikan diri menanyakan status saya,mungkin untuk menghilangkan penasarannya.

"Adik sakit apa? "Ibu itu memulai percakapan

"Saya mau program kehamilan" jawab saya

"Oh... Ternyata sudah menikah, sudah berapa lama?"

Hmm... Lagi-lagi orang sering salah menilai status saya. Mungkin karena badan yang kecil "Iyaa bu saya sudah menikah 5 Bulan ingin promil. Dan saat ini suami sedang kerja jadi tidak bisa menemani"Penjelasan saya.

Kenapa buru-buru lebih baik nikmati saja waktu berdua... "Cetus si ibu

Andai semua orang bisa begini mungkin saya tak berada disini. Kenyataanya pertanyaan sudah isi belum seolah jadi sebuah penghakiman untuk saya. Jadi ingat pepatah dikampung Murah kato takatokan, sulik kato jo timbangan.


Pertanyaan yang tanpa sadar  menyinggung perasaan, bukannya sensi ya tapi jika itu ditanyakan berulang pasti tembok itu runtuh juga dan berakhir dengan galau.

Baca;  merdeka dari pertanyaan kapan

Sebenarnya risih harus datang ke klinik bersalin seorang diri, tapi keadaan memaksa saya membuang semua rasa itu demi bertemu dokter obgin. Err

Di sini dokter hanya ada 2 kali sebulan dan untuk pemeriksaan harus ketika menstruasi, tujuannya untuk melihat keadaan rahim dan menentukan masa subur. Tuh kan.. Penting banget memilih waktu berkunjung.

Mencocokkan waktu antara menunggu si uda off dan saat menstruasi untuk kedokter kandungan sangatlah sulit.

Akhirnya saya disini sebatang kara  Hik...hiks. Ini merupakan first time saya ke dokter kandungan dan rasanya ngelangsa. Berada dibarisan ibu-ibu perut buncit...asing... Andai ada si uda rasa itu bisa dinetralisir.


Biasanya orang mainin Smartphone sembari membunuh waktu, berbeda dengan saya. Mungkinlah kanyang maresek HP dari subuah, jadinya ingin melihat hal lain selain si layar 5 inci.

Baca: ketika fomo dan sosmed menjajah kehidupan

Sembari menunggu panggilan saya berhasil mengelompokkan pengunjung ke dokter kandungan .Hore ..Adapun kelompok itu adalah :
  1. hamil dan akan ante natal care(ANC)
  2. sudah menikah tapi;
  • belum hamil dan punya keluhan seputar organ reproduksinya
  • belum hamil dan ingin segera punya buah hati
     3. gadis dan mempunyai keluhan dengan reproduksinya

Menemukan dokter yang dipercaya 

Membicarakan dan memeriksakan sistem reproduksi bisa menjadi hal yang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman dan ketakutan.  Salah satu cara menetralisir perasaan tersebut dengan ditemani orang terdekat seperti suami atau ibu. 

Ketidaknyamanan bisa juga terjadi dari diri sendiri. Rasa itu akan mempengaruhi loh.. sebaik dan semantap apapun dokternya dalam komunikasi kalau individunya ngak bisa ngatasi rasa percuma.

Udah bayar mahal tapi ngak puas rugi dua kali kan?  Nah ... Saya ada sedikit panduan saat berkunjung ke dokter obgin :

1.Pasti tidak nyaman jika datang seorang diri dan untuk perlu  ditemani. Ada rasa percaya diri saat memasuki ruangan pemeriksaan bersama suami bagi yang telah menikah. Kalau masih gadis sama ibunya saja.

2. Selalu siapkanlah catatan tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT). Saat masih gadis saya selalu menandai di kalendar maklum pelupa. Beberapa orang berusaha menggali ingatannya  kapan kira-kira haid itu terjadi. Ada juga yang mengaitkan dengan  peristiwa tertentu/hari tertentu yang membuat mengingatnya, misalnya:  “haid saat menjalankan puasa Ramadhan yang ke..”
Menstruasi merupakan siklus bulanan akan lebih baik diketahui waktunya, biasanya menjelang masanya ada mood dan tak jarang ini membuat kita meledak -ledak dari biasanya. Beruntung jika orang disekitar memahaminya, kalau tidak bisa timbul kesalahpahaman.

Dijaman now kalender khusus wanita sudah ada, tinggal download saja dan tidak perlu repot untuk mencoreng kalender . Masa gadis belum begitu memperhatikan tentang jadwal menstruasi, tidak perlu cemas ketika "dia " tidak datang. Toh selama tidak melakukan sesuatu ,you know lah maksud saya.

Setelah menikah jadwal bulanan lebih diperhatikan untuk mengetahui jenis siklus apakah panjang dan pendek, sehingga lebih mudah untuk mengetahui masa subur. Minimal 6 Bulan sebelum menikah udah mulai mengetahuinya.


3.pakaian harus nyaman, tidak disarankan memakai yang mini dan sempit ya... Kan setelah ngobrol sama dokter biasanya ada pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG)
Gak mau kan kesusahan melepaskan celana yang sempit untuk diperiksa perutnya. Atau dengan pakaian yang mini.

Letakkan sesuatu pada tempatnya termasuk saat kedokter, gunakan busana yang praktis dan sopan.


4.rajin bertanya dan tidak malu untuk membicarakan keluhan dengan dokter
Lupakan semua rasa malu jika berhadapan dengan dokter kandungan beda jenis. Tanyakan sebanyak apapun dan jangan ragu membicarakan keluhan. Jangan sia-siakan bayaran untuk konsultasi itu.

Hal yang sering terjadi adalah menyesal saat melangkah keluar ruangan, berbagai pertanyaan muncul. Biar tidak menyesal, catat semua pertanyaan. Walaupun begitu jangan oott.

Contohnya fisrt time dengan dokter tapi udah bahas tentang bayi tabung Ini jelas bikin dokternya bt loh..
Sebenarnya tidak salah,tapi lebih baik dari hal yang sederhana saja dahulu seperti masa subur, vitamin kesuburan , posisi (tau kan maksudnya) dsbnya.

Stop negatif thingking jika ketemu gadis ,sebab tanpa sadar cara pandang kita busa membuat dia risih . Walaupun mulut belum berucap tapi suka seseorang bisa terbaca .

 Bisa saja gadis itu tampilannya imut tapi umur udah dewasa. Atau dia memang ada masalah pada organ reproduksinya . Daripada prasangka lebih baik tanyakan langsung sama si gadis yang ke klinik dokter kandungan  .

You Might Also Like

0 komentar

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Iblogmarket

IBX5A99EA8C4DE69

Like us on Facebook

blogger muslimah

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers