Pengalaman HSG, sebuah Ikhtiar

April 22, 2018

Pada tanggal 18 Desember 2017, merupakan pertemuan pertama saya dengan dokter Ade dan langsung disuruh HSG. Kaget dan bingung, kok langsung tindakan? Saya belum siap dan juga belum search pengalaman HSG orang lain.  Saya masih ingin konsultasi saja tapi dokter meminta dilakukan bulan ini. Alasannya dokter menilai dari hasil tanya jawab seperti apa saja yang udah dilakukan, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, pernahkah periksa sebelum ini dan tentunya USG baik-baik saja.

Dokter AdePermana, SpOG ,KFER merupakan dokter kandungan ke -4  yang saya kunjungi . Banyak sudah terapi yang dilakukan dengan dokter sebelumnya seperti pemberian asam folat ,penyubur, USG Transvaginal dan USG  abdominal .


Baca: 
Kategori pengunjung dokter obstetri dan ginekologi 

Pemeriksaan Hidrosalping (HSG) bertujuan untuk mengetahui apakah ada sumbatan di saluran telur. Selain itu untuk mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim , polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum).

Adapun caranya dengan cara memfoto (rotgen) saat cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopi).

Dari klinik Annisa tempat dokter Ade praktek kami menuju Rs theresia untuk membuat janji pelaksanaannya. Pemeriksaan ini tidak bisa langsung dilakukan sebab saya sedang menstruasi, walaupun itu hampir usai. Adapun alasanvenyebabnya adalah saat menstruasi pembuluh darah terbuka jika dipaksakan akan terjadi penyumbatan di pembuluh darah.

HSG harus dilakukan oleh perempuan yang sudah mencoba program alami tapi belum ada kemajauan. Pemeriksaan ini penting jadi harus tepat waktunya yaitu hari ke 9 sampai 12 setelah haid .

Akhirnya Hari itu Tiba

Diiringi perasaan deg-degan saya dan si uda melakukan registrasi di theresia. Yah..  Ini hari ke 9 waktunya melawan rasa takut dan tak siap.

Beberapa pengalaman ibu-ibu di forum menyatakan tindakan ini sakit  bahkan sampai ada yang pingsan. Huuff... membuat saya hampir mengurungkannya. Teringat bahwa saya sudah sampai pada tahap ini dan adalah suatu kerugian jika mundur, maka sayapun memaksan diri. Kalau tidak sekarang kapan lagi siap. Cepat atau lambat prosedur ini harus dijalani dan juga pelaksanaannya tidak bisa sembarangan waktunya. Sebelumnya melakukannya harus membuat janji terlebih dahulu sebab memakan waktu lama dan perlu persiapan . Berbeda dengan Rotgen lainnya bisa langsung dilakukan.

Pemeriksaan dilakukan oleh dokter radiologi perempuan. Beruntungnya saya tidak perlu merasa risih akibat beda jenis kelamin. *ini saya loh yang pemalu

Sebelum prosedur yang harus dilakukan adalah mencukur miss v dan tidak boleh melakukan hubungan minimal 2 hari sebelumnya.

Setiba dibagian nurse station (diruangan depan ) saya diajak kekamar mandi untuk mengosongkan kandung kemih dan memasukkan obat penghilang nyeri ke anus. Jadi teringat masa kerja dulu,  sering memberi obat supossitoria untuk pasien anak yang demam.

Dengan mantap obat masuk dan mulailah terasa geli serasa ada yang menganjal *hahaaa.

Sembari menunggu obat bekerja saya duduk sendirian di ruangan tunggu, mata tak berhenti melihat jam. Kapankah dilakukan ? Sakitkah? Pikiran itu silih berganti merayapi 

Menghadapi ketakutan dan saya tak henti mengsugesti pikiran bahwa semua akan baik-baik saja. Upaya ini tidak berhasil malahan masih ada keinginan untuk membatalkan. *Duh segitu takutnya

Akhirnya giliran saya tiba juga dan ketakutan makin menjadi. Terasa sulit menyeret kaki ini kedalam ruangan .

Sebelum memulai tindakan dokter radiologi menanyakan apakah ada riwayat alergi .

Selanjutnya perawat meminta saya berbaring dimeja pemeriksaan untuk foto awal. Perawat mengatakan bahwa foto awal merupakan foto kosong bertujuan untuk melihat kondisi rahim sebelum HSG..klik dan selesai.

Lalu perawat menginstruksikan saya menggeser panggul sampai ujung meja dan kaki dinaikkan keatas penyangga kaki seperti posisi  melahirkan (posisi litotomi ). Saya agak susah melakukan ini sebab ada perawat laki-laki dan beberapa kali menurunkan sarung .*malu
Alat untuk hsg

Selanjutnya dokter membersihkan daerah sensitif dengan betadine . Saya mulai bergerak menjauh karena takut. Beberapa kali dokter berhenti dan perawat wanita menyemangati saya .

Dokter berkata"jangan dilawan buk,tenang maka semua akan selesai". Kemudian dilakukan pemasangan spekulum cocor bebek untuk mempermudah melihat mulut rahim .

"Aduh... Sakit..,"

Seandainya si uda ada rasanya tidak akan sesakit ini. Ada tangan yang bisa digenggam dan akan mentransfer energi.

Pada akhirnya tangan mencengkeram di sisi ranjang besi dan mulut tak berhenti berdoa memohon kekuatan.

Ketika kateter telah  terpasang  dokterpun  memberitahu saya "Siap-siap ya,bu. Saya mau semprot cairan kontrasnya. Mungkin agak mules sedikit."

Prosedur tindakan hsg

Saya berusaha mensugesti pikiran tidak akan terlalu sakit, toh ini hanya mengalirkan air saja ke rahim ,nggak mempan. Begitu cairan disemprotkan, rasa mulas langsung menjalari perut. Seperti mau BAB.

Setelah itu dokter dan perawat wanita masuk ruang monitor dan meninggalkan saya sendiri,  menfoto dengan sinar X untuk melihat apakah cairan yang telah  memenuhi rahim, masuk ke dalam saluran telur.


“Udah, Dok?” tanya saya setelah difoto.

“Belum, bu. Sekali lagi. "

Setelah tindakan disuruh ke kamar mandi untuk mengosongkan kandung kemih dan bebersih.

Sehabis  HSG akan keluar darah tapi jangan takut itu adalah sisa haid. Cairan kontras akan membersihkan saluran telur. Darah yang keluar tidak banyak walaupun begitu  tetap gunakan pembalut.

Seperti ronsen lainnya hasil foto keluar hari itu juga tapi analisanya tidak bisa segera. Analisanya dilakukan oleh dokter radiologi dan besok diambil karena tindakan dimulai sudah siang dan pasien banyak.

Setelah tindakan kami masih sempat muter-muter di Jambi. Saat malam mulailah nyeri perut menghebat badan meriang. Sedikit menyesal tidak membeli obat nyeri,padahal dokter tadi disuruh dokter.

Keesokan harinya kami mengambil hasil analisa HSG.  Analisa ini dasar untuk mengambil langkah selanjutnya oleh dokter Ade dalam program kehamilan.

Hasil HSG didapatkan bahwa rahim saya tidak ada defek (kelainan) seperti: polip, rahim dua, mioma, ataukah normal. Selain itu yang membuat saya makin bersyukur adalah tuba saya paten artinya tidak tersumbat.

Rahim wanita yang melakukan hsg

Tindakan berbeda harus dilakukan jika tubanya tersumbat ,yaitu dengan laparoskopi atau  bayi tabung . Pilihan tindakan ini berdasarkan berbagai faktor seperti analisis sperma ,usia ibu, kondisi tuba , cadangan ovarium  dsb


"Apakah perutnya masih nyeri buk? " tanya dokter Ade

"Iyaa...dokter, sampai sekarang perut rasanya kram seperti menstruasi . Bahkan semalam saya sampai meriang"cerita saya


"Nyeri itu terjadi ketika cairan kontras disemprotkan ke rahim  biasanya karena ada sumbatan di tuba . Awalnya tuba tersumbat dan setelah tindakan tidak lagi bu"sembari dokter menunjukkan foto rotgen "Perut yang terasa tegang akan hilang dengan sendirinya"lanjutnya

"Benarkah setelah tindakan ini bisa hamil dokter" tanya saya.


"Insyaa allah bu, Beberapa penelitian membuktikan, setelah HSG bisa memperbesar peluang kehamilan.Terutama pada wanita yang mengalami masalah pada tubanya. Alasannya, cairan kontras yang disemprotkan ke rahim terkadang bisa membuka tuba yang mampet sehingga membantu untuk bisa hamil. Selain itu juga bisa meluruskan saluran telur,  menstimulasi sel silia di saluran telur atau meningkatkan cairan mukosa di leher rahim (serviks) yang kesemuanya mendukung terjadinya kehamilan" kata dokter "oh iya ibu jangan banyak pikiran dan lakukan seperti biasanya" tutup dokter Ade sambil tersenyum.



Saya dibekali dengan vitamin yang harus diminum setiap malam. Tidak ada tindakan lainnya karena tuba paten.

Mengikuti Program kehamilan tidak mudah. Membutuhkan dukungan  dan komitmen. Saat berada diposisi ini tidak mudah.

Pejuang buah hati membutuhkan dukungan dari orang terdekat dan komitmen .  Tidak lupa harus menyiapkan waktu, dana, kesiapan fisik dan mental. Jadi amatlah sayang jika tidak dikerjakan dengan serius.  Atau berhenti ditengah jalan disebabkan takut melakukan HSG. Plis...ini udah setengah jalan.


You Might Also Like

5 komentar

  1. Kak,selama sblum melakukan HSG, pernah mengalami sakit perut/pinggang ga ka, ketika setelah selai mens?

    ReplyDelete
  2. hai kak, saya disarankan melakukan HSG oleh dokter kandungan di RS, tapi hrus nggu waktu yg tpat dlu...
    tentang biaya kira² brapa ya kak?

    ReplyDelete
  3. Saya HSG di lab pramita cimahi, bandung
    Rp 1,589.000

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku besok mau hsg rasanya deg2 an 😭😭

      Delete

Hai... silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve ya...
terima kasih udah berkunjung

sosial media

LinkedIn

KSB

Total Pageviews

Kelas Growth dari Growthing.id*