Temukan Dokter Kandungan Berdasarkan Permasalahanmu

April 20, 2018

Tebak-tebakan yuk... Dokter apa yang wajib dikunjungi setelah menikah?
Dokter kandungan!!  Kenapa wajib dikunjungi??  Karena wanita akan mendatangi untuk dua alasan yaitu ingin hamil atau sedang hamil.

Dokter kandungan juga disebut sebagai spesialis obstetri( Kebidanan)dan ginekologi( Kandungan). Biasanya disingkat dengan ‘obgin’ dan gelar mereka itu adalah SpOG.

Kedua bidang ini berkaitan dengan reproduksi wanita, sehingga saat masuki akil baligh(menstruasi) sampai pra menapause akan selalu berhubungan dengan obgin.

 Baca: kategori pengunjung dokter obstetri dan ginekologi

Istilah Obstetrik mengacu pada penanganan seputar perencanaan kehamilan,kehamilan dan persalinan,kontrasepsi dan termasuk menangani komplikasinya seperti keguguran, perdarahan dsb.

Sedangkan ginekolog adalah meliputi organ reproduksi wanita seperti vagina, rahim, tuba falopi, indung telur, dan leher rahim. Termasuk gangguan organ reproduksi.

Sayapun pada akhirnya juga berkunjung ke obgin setelah 5 bulan menikah. Kasak kusuk mengajak si uda ke dokter obgin mencari tahu penyebab belum jua hamil dan jika itu ada masalah reproduksi akan lebih cepat ditangani.

Dokter pertama yang saya kunjungi berada ditempat tinggal kami.

Baca : bersahabat dengan obat ketika promil

Sayangnya program ini terputus dikarena waktunya tidak ketemu. Saat saya menstruasi dan harus periksa dokternya tidak datang. Namanya promil berburu waktu, harus tepat datang saat dijadwalkan.

Liburan dikampungpun kami tidak melewatkan untuk mengunjungi dokter kandungan. Intinya tidak ingin promil terputus kamipun melanjutkan program ini dijambi.

Sayangnya kami kecewa (nama tidak perlu di sebutkan ya, menjaga kode etik jurnalistik ). Bertemu dokter yang pelit bicara. Pertanyaan yang saya ajukan dijawab sekadar,yang membuat tersinggung dokter itu mengusir kami secara halus dengan cara menyibukkan diri dengan laptopnya.


Begitukah etika seorang intelektual yang berprofesi sebagai dokter?. Menjawab pertanyaan tanpa memandang lawan bicaranya. Tidak mau melayani lebih lama lagi sebab dia ingin berpraktek ditempat lain. Hanya 5 menit saja, seolah itu keharusan baginya dalam melayani dan lewat dari itu usir saja.

Hal lain yang bikin kami kesal adalah setelah HSG ,hasilnya dilihatkan kepadanya dan dia akan merujuk kepada temannya yang SpOg, KFER.
 Ya ampun dikiranya kami tidak paham maksudnya apa coba?? ? Ketemu dia lagi dan dianggap konsul nanti bayar biayanya. Err. ..

Kami tak pernah kembali lagi ke sana,menjadi awam bukan berarti mudah diperdayai. Zaman sudah canggih sekarang bukan, akses informasi begitu deras.

Kenapa harus dirujuk? Toh cara kami membayar bukan dengan Asuransi yang harus ada prosedur rujukan untuk sampai ketahap yang lebih tinggi .

Kami mencari sendiri subspesialis dokter kandungan .

Kenali obgin sesuai permasalahan

Semakin tinggi tingkat pendidikan maka makin berspesialisasi suatu bidangnya, sehingga penguasaan ilmunya makin dalam. Pada bidang kedokteran dikenal dengan istilah subspesialis atau lebih dikenal sebagai konsultan dan disingkat dengan "K".

Dokter subspesialis ini akan mendapatkan tambahan gelar sesuai dengan bidang yang diambilnya. Di kedokteran obgin ada 2 subspesialis yaitu :

1. Spog. KFER , Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi.

Dokter spesialis kandungan yang mendalami masalah fertilitas dan juga hormon. Selain itu juga memiliki kompetensi untuk inseminasi dan bayi tabung.

Menggunakan "jalan tol"dengan langsung ke KFer bisa tapi sebaiknya untuk pemeriksaan awal ke SpOG saja. Siapa tahu tidak ada masalah, pindah dokter jika dalam 6siklus belum juga hamil.

Ketika konsultasi dengan SpOG KFER perasaan saya campur aduk. Tenang dikarenakan tidak bertemu dengan barisan ibu-ibu hamil, bukannya iri tapi ada selalu merasa sedih.  Merasa takut sebab inilah real promil yang membutuhkan banyak waktu, tenaga, biaya, dan kondisi psikis.


Berada dikondisi ini harus serius tidak boleh putus dijalan lagi. Setiap bulan saat siklus harus  menempuh 3 jam perjalanan menuju jambi.  Selain itu si uda harus menyesuaikannya dengan jadwal kerja. Kadangkala harus menggunakan cuti tahunan, yah..berkurang jatah liburan lebaran.

Biaya program hamil itu cukup besar harus dipersiapkan dan tidak jarang menguras tabungan . Sayangnya ini tidak di-cover oleh asuransi. Biaya-biaya program hamil meliputi biaya konsultasi dokter, USG, cek hormon, cek sperma, vitamin, tindakan HSG.

2.SpOG, KFM (fetomaternal)

Sub-spesialis ini mampu mendiagnosa atau mendeteksi kelainan pada janin atau ibu, seperti deteksi kelainan genetik, gangguan pembentukan organ, deteksi keguguran dan iufd, kelahiran prematur dan screening untuk kelainan kromosom.

Ibu hamil dengan risiko tinggi, seperti jantung, diabetes, keguguran berulang yang tidak diketahui sebabnya, penyakit asma, paru, lupus dan lain-lain disarankan untuk berkunjung ke dokter KFM.

Jangan sampai terlalu awam dalam memilih dokter 

Ketepatan dalam memilih dokter kandungan itu penting.  Jangan sampai jalan ditempat dalam program akibat tidak ada kemajuan, terpaku dengan SpOG .
Pada dasarnya semua dokter obgin mengetahui penyebab umum dari infertilitas .Yaa .. Iyalah itukan bidangnya tapi mereka tidak bisa lebih jauh dalam bertindak sebab ada batas kompetensi.

Beranilah ambil keputusan pindah dokter SpOg KFER jika ingin punya anak .Atau SpOg KFM jika ada masalah/memiliki faktor resiko kehamilan.




You Might Also Like

0 komentar

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Iblogmarket

IBX5A99EA8C4DE69

Like us on Facebook

blogger muslimah

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers