Ibu Sebagai Change Agen dalam Penerapan 4 Pilar Kebangsaan

May 02, 2019

 
Ketika mendengar ada acara ngobrol bareng MPR RI saya rada skeptis juga. Ini masih ada kaitan politik ngak ya?  Jujur, sudah bosan dengan gonjang-ganjing pemilu.
Sedikit penasaran datang ketika tau temanya media sosial dikaitkan dengan 4 pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Acara  bergizi ini memambah wawasan,  narasumbernya Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah dan Kepala Bagian Pengolahan Data dan Sistem Informasi Biro Humas Setjen MPR RI Andrianto.

Kepiawaian mbak mira syahid memandu, bikin acara makin menarik. Buktinya, ngak ada yang ngantuk. Acara ini terlaksana berkat kerjasama KJB yang diikuti oleh seluruh komunitas , mahasiswa dan guru di kota jambi.

Acara yang setengah hari ini terasa kurang mengingat bicara 4 pilar itu cakupannya luas. Tak apalah semoga yang "kulit"ini bisa bikin baik apalagi kalau udah sampai isinya.

Adapun kesimpulan yang bisa saya ambil bahwa semua orang bisa kok menerapkan 4 pilar dalam kehidupannya. Penerapannya harus dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga .

Pada lingkungan keluarga yang punya tugas berat adalah perempuan terkhususnya seorang ibu.  Kenapa? Keberadaannya adalah sebagai agen perubahan dilingkungan sosial dan keluarga. Ketika berada didua posisi ini perempuan memiliki porsi prioritas yang sama.

4 pilar kebangsaan ini tidak bisa berdiri sendiri begitu juga penerapannya dalam kehidupan. Apa saja hal sederhana terkait pilar yang diterapkan oleh ibu

1.Tidak mom shaming
Bicara mom shamming ngak ada habisnya apalagi dimedia sosial. Mom war ngak pernah usai selalu membahas isu basi seperti penggunaan susu formula, pilihan melahirkan,pengasuhan anak dsbnya.

Upaya yang bisa dilakukan adalah tidak ikut-ikutan share pendapat para mom tersebut tentang pilihannya, hal ini bisa bikin gencatan senjata.

Selalu ingat semakin banyak share dimedia makin banyak yang baca dan yang mengamini pendapat tersebut, ini bikin perang ngak pernah usai.

2.mendidik anak dengan baik
Ibu merupakan madrash pertama bagi anaknya, pernah dengarkan? Artinya, ibu merupakan orang pertama yang mengenalkan hal baik kepada anaknya.

Sikap anak terbentuk dari cara dibesarkan, seorang ibu harus mengajarkan hal baik dan sederhana seperti membiasakan 3 kata yaitu terima kasih,tolong dan maaf. Hal lainnya seperti kejujuran ,etika,cara bicara, toleransi, tidak nyakitin (bullying) dsbnya.  Kesemua itu terbentuk dari dalam rumah tangga.

3. Tidak nyebarin hoax
Ini nih yang paling sulit dibendung saat ini, sekuat apapun pemerintah memblokir situs gaje, kalau diri sendiri ngak bisa ngerem jempol pencuma.

Menurut bapak Andrianto, cara terbaik melawan hoax itu dengan membentengi diri, pahami situasi yang terjadi dan jangan gegabah share.

Dizaman sosial media ini pengaruh netizen itu besar banget. Segala hal bisa cepat diketahui dari olahraga jempol sang netizen.  Hal positif bagus tapi kalau  hoax.  Duh... Berbahaya, bikin negara ini tercabik-cabik.

Ternyata alasan orang nyebarin hoax itu untuk kepuasan pribadi kepentingan golongan" lanjutnya

4. Menjaga persatuan dan kesatuan
Keberagaman suku bangsa agama budaya dan pilihan politik biasa aja tapi akan orang menjadi pemecah saat media sosial terlibat didalamnya.

Padahal keberadaan media sosial merupakan sarana berkomunikasi, beropini dan berbagi. Menurut ibu siti cara membangkitkan persatuan dan kesatuan bangsa bisa dari media sosial dengan postingan berisi pesan Empat Pilar MPR RI secara masif dan konstan .

Tak bisa kita pungkiri media sosial itu pisau bermata dua, sekarang tinggal kita menggunakan dengan hati-hati. Cara terbaik mencegah terluka dengan selalu menyadari setiap yang ada didalamya (media) belum tentu benar 100% dan selalu bentengi diri.

Benteng terbaik adalah diri sendiri yang mulai dibangun dari dalam keluarga melalui pengajaran seorang ibu.







You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers