Menulis Merupakan Cara Aktualisasi Diri Bagi Perempuan

February 08, 2019

Kenapa perempuan harus menulis
Tanggal 31 januari kemaren saya merasakan loncatan sebagai blogger, bisa menghadiri roadshow Asus di jambi. Jika ditanya rasanya bahagia bahkan antara percaya ngak gitu berada ditengah blogger lainnya.

 Baca: pengalaman pertama mengikuti gathering zenfone max pro m2

Selama ini hanya melihat acara sejenis dari IG dan membaca pengalaman dari blog pesertanya.  Benar Kata orang, pengalaman ngak bisa dibeli.

Sayangnya, ketika menghadiri acara ini merasa sedikit sedih karena kami segelintir aja dan jumlah blogger perempuan menghitungnya cukup dengan 1 tangan .



Perempuan butuh menulis

Sebagian orang merasa menulis membuang waktu, membosankan bahkan bingung. Tak dipungkiri merangkai kata merupakan sebuah keterampilan, walaupun begitu jangan sampai menghindarinya.

Setiap orang bisa menulis, bukankah di esde dulu ada jam mengarang dan dikte? Menulis yang menginspirasi mungkin sulit, tapi jika sekedar melepaskan rasa ngak sulit kok. Seperti halnya teman tempat berkeluh, kita juga bisa bercerita dalam kertas atau blog. Menulis mampu sebagai healing dalam menghadapi kehidupan ini.

Perempuan sering menggunakan rasa sehingga mudah baper , nyinyirin orang dengan mulut pedasnya bahkan tak segan memaki.  Kondisi ini sering terjadi pada ibu rumah tangga full, bukan saya menyudutkan tapi saat berada diposisi ini (setelah resign) , kata uda saya agak julid .

Saya terbawa suasana dan mulai ngomen yang ngak penting. Untungnya saya belum sampai ke tahap nyinyirin di medsos. *masih bisa direm
Baca: mom shaming ,hari ibu dan upaya  mengatasinya

Wajarkah ini? Ngak mau jawab ntar dikiran membela diri. Buah... ha..

Apapun itu perempuan yang pendiam di masa gadis akan jadi nyinyir setelah menikah. Ini disebabkan tugas beratnya setelah menikah seperti mengurus suami,anak, orangtua, urusan rumah tangga yang tak habis belum lagi menghadapi tetangga yang resek menayakan alasan resign atau kenapa belum hamil. Kenyinyiran sebagai upaya untuk jadi waras, mengeluarkan semua kelelahan dan kekesalan dengan cara yang salah.

Baca: merdekakan diri dari pertanyaan kapan 

Memiliki kegiatan positif yang menyita waktu seperti ngeblog membuat beberapa persen energi saya  tersalurkan sehingga sedikit kejulitan ini ngak berakar.

Ibu yang punya anakpun harus menulis walaupun energi udah tersalurkan karena masih ada yang harus dibersihkan yaitu pikiran.

Menulis merupakan bentuk aktualisasi diri, yaitu Kebutuhan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan. Singkatnya ingin diakui keberadaannya

Kata kuncinya adalah menghasilkan suatu karya atau mendapatkan sesuatu. Jadi aktualisasi ini dipunyai oleh setiap orang, tapi kemunculannya ngak sama walaupun seumuran. Kenapa?  Karena keinginan ini muncul ketika yang lain telah terpenuhi. Ngak bisa loncat -loncat gitu seperti layaknya anak tangga.

Hal ini diungkapkan oleh Maslow kebutuhan dasar itu bertingkat dan akan muncul ketika kebutuhan lain telah terpenuhi. Dimulai dari dari yang paling penting sampai ngak penting atau dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai .
Kebutuhan dasar manusia


Adapun tingkatkan kebutuhan dasar manusia
1.Kebutuhan fisiologis (physiological), meliputi kebutuhan pangan, pakaian, dan tempat tinggal maupun kebutuhan biologis. Jenis kebutuhan ini untuk keberlangsungan hidup

2.Kebutuhan Rasa Aman (safety),
meliputi kebutuhan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam.

3.Kebutuhan rasa memiliki sosial dan kasih sayang (social), meliputi kebutuhan terhadap persahabatan, berkeluarga, berkelompok, dan interaksi.

4.Kebutuhan terhadap penghargaan (esteem), meliputi kebutuhan harga diri, status, martabat, kehormatan, dan penghargaan dari pihak lain.

5.Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), meliputi kebutuhan memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) dengan memaksimumkan penggunaaan kemampuan dan potensi diri.

Maslow menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan instingtif yang mendorong untuk bertumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasi diri.  Artinya setiap orang akan sampai pada tahap ini. Ia merupakan tingkat kebutuhan tertinggi dalan kebutuhan dasar manusia.

Sebelum aktualisasi diri salah jalan dan menyebabkan banyak musuh kemudian setres, lebih baik cegah dengan kontrol diri dan berteman dengan yang memberikan pengaruh positif sambil mencari kegiatan yang baik.

Pernahkan dengar pepatah, berteman dengan penjual minyak wangi akan harum, begitu juga sebaliknya .

Sebenarnya banyak kegiatan positif penyalur energi seperti jahit menjahit, merangkai bunga, berkebun. Tapi menulis tetap yang terbaik sebagai bentuk aktualisasi diri, karena dampak leganya kerasa banget. *percaya sama saya

Sumber
https://lifestyle.kompas.com/read/2010/04/08/08345937/Aktualisasi.Diri.Apa.Sih


You Might Also Like

0 komentar

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Iblogmarket

IBX5A99EA8C4DE69

Like us on Facebook

blogger muslimah

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers