Obat Yang Digunakan Selama Program Kehamilan

October 20, 2018


Obat selama program kehamilan
Perjalanan program tidak akan ada artinya tanpa disuguhi obat penyubur dan vitamin. Keduanya terutama obat mutlak diminum rutin seperti halnya sakit yang butuh obat sebagai penyembuh , walaupun ada beberapa gejala yang bisa mereda dengan sendirinya mengandalkan imunitas.  *Heii...ini mau hamil ya.. ngak ada hubungannya sama imun
Selama mengikuti program kehamilan saya diresepkan vitamin E, asam folat dan obat penyubur. Nah dari ke 3 ini saya tetap mengkonsumsi asam folat sampai hari ini (istirahat ke dokter )karena manfaatnya.

Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio. Jadi asam folat bermanfaat untuk persiapan kehamilan.

Tanpa suplemen pun asam folat akan didapatkan melalui makanan seperti sayuran (seperti bayam, brokoli, selada) buah-buahan (seperti pisang, melon, lemon), kacang-kacangan, jamur, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk vitamin E saya sering mengkonsumsinya sejak gadis untuk kesehatan kulit.
Makanan bergizi sayur dan buah

Bicara obat penyubur itu banyak macamnya, kayak paham aja ya. Jenis yang paling sering dipakai adalah clomiphene citrate . Obat ini sering digunakan sebagai pengobatan awal untuk infertilitas yang tidak dijelaskan. Artinya kalau kedokter diperiksa kemudian tidak ada gejala apapun dikasih jenis ini . Kegunaannya meningkatkan fertilitas untuk wanita yang berovulasi normal.

Clomiphene citrate merupakan golongan antiestrogen yang menyebabkan kelenjar hipofisis melepaskan lebih banyak FSH dan LH yang merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur.

Adapun dosis awalnya adalah 50 miligram tiap hari  dimulai pada haid ke 2-4 dan diberikan dengan jumlah sedikit. Seperti yang udah dijelaskan diatas , diberikan pada wanita yang ngak ada masalah dengan fertilitas untuk menciptakan ovulasi .

Dokter akan menyarankan untuk berhenti mengonsumsi clomiphene setelah terjadinya ovulasi dan jangaka waktu penggunaannya enam bulan.

Jika belum terjadi ovulasi, dosis dapat ditingkatkan sebanyak 50 mg per hari pada bulan berikutnya hingga dosis maksimal-150 gram per hari. Keberhasilan obat penyubur kandungan jenis ini adalah sekitar 60-80 persen.

Sewaktu minum obat ini saya diminta datang lagi pada hari ke 13 , untuk melihat apakah dosis yang diberikan memberikan efek pada sel telur. Jika kurang akan ditingkatkan dosisnya, jika terlalu ngefek perlu dikurangi atau diganti .

Perjuangan banget terasa saat harus bolak balik ke dokter 2 kali , saat hari ke 2 dan 13 siklus menstruasi. Baeklah , bagi yang dekat tak masalah tapi bagi kami yang harus menempuh perjalanan 3 jam itu melelahkan banget dan tak jarang bentrok dengan jadwal kerja si uda, off day masih jauh tapi harus datang diwaktu yang tepat.

Demi tepat waktu si uda sampai ngambil cuti . Kalau lewat dari hari ke 13 percuma aja ke dokternya .

Berita gembiranya adalah setelah di Vaginal ultrasound scan terlihat ukuran sel telur saya melebihi ukuran tertentu yaitu  1.8 sampai 2.2.
Foto usg

Bahkan  lebih dari satu yang matang di kiri berukuran 1.9 dan sel telur kanan 2.0 setelah mengkonsumsi. Efek obat menghasilkan beberapa sel telur, sehingga kesempatan untuk hamil lebih besar. Semoga harapan kami bisa terkabul di bulan depan. Aminnn

Harapan terhempas , bulan ini Kami belum juga dipercaya menjadi orangtua dan dokterpun mengganti obat dengan metformin. Obat ini  biasa digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus tetapi juga efektif untuk menangani gangguan ovulasi, terutama pada wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

PCOS sendiri biasanya ditandai dengan adanya kista di dalam ovarium, tidak teraturnya ovarium dalam melepaskan sel telur, atau terlalu tingginya hormon androgen pada tubuh. Sebenarnya saya tak ada pcos atau berat badan berlebih yang beresiko tinggi mengalami gangguan dengan kadar insulin

Dokter meresepkan inclacin yang cara kerjanya hampir sama dengan metformin (obat DM) dengan tujuan untuk mengambil kegunaan obat tersebut yaitu mengurangi kadar insulin dalam darah yang kemudian juga menurunkan kadar testosteron.

Saya akui ,apapun yang berasa manis itu saya santap dengan semangat tanpa sempat  menghitungnya .Untuk menunjang keberhasilan program kehamilan dokter juga menyarankan mengurangi makanan/minuman manis
Obat yang didapat selama program kehamilan

Baca: pantangan selama program kehamilan

Kadangkala obat ini juga dapat digunakan kepada seseorang yang resisten terhadap efek penggunaan clomiphene sendiri.

Saat cerita dengan grup bumil ternyata mereka ada yang diberikan obat metformin tunggal atau dikombinasikan dengan clomiphene. Kombinasi kedua obat ini mungkin berguna bagi wanita yang mempunyai sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Hal ini karena pada beberapa wanita dengan PCOS, metformin terbukti dapat memicu ovulasi.

Obat lain yang saya dapatkan adalah Letrozole yang termasuk kelas obat-obatan yang dikenal sebagai inhibitor aromatase. Letrozole, juga dikenal sebagai obat untuk mengobati beberapa kanker payudara, dapat menyebabkan terjadinya ovulasi. Rada serem pas cari tahu obat ini tapi saya percaya dokter meresepkan berdasarkan kepentingan pasien dan efek samping dari obat dan kondisi kesehatan pasien. Ternyata letrozole lebih bagus membuat cairan lebih gampang ditembus sperma .Namun penggunaannya masih belum sesering klomifen sitrat .

Selain 3 obat diatas ada juga Gonadotropin tapi saya tidak mendapatkannya . Obat ini biasanya digunakan untuk kasus yang gagal diobati dengan klomifen sitrat atau terapi kombinasi saat menjalani proses inseminasi intrauterin (IUI) ataupun bayi tabung.

Gonadotropin secara langsung merangsang kelenjar hipofisis melepaskan lebih banyak FSH dan LH. Cara pemberiannya dengan penyuntikan di hari ke 6.11 menstruasi.

Setelah beberapa kali kunjungan barulah saya mendapat obat penyubur kandungan. Awalnya hanya asam folat saja, bertahap dan kalau ngak berhasil barulah diganti .

Beberapa teman langsung diberi penyubur setelah melihat kondisi kesehatan sebagai berikut:
  • Masalah ovulasii
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Masalah tiroida
  • Gangguan makan
  • Masalah berat badan, baik yang mengalami kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan
  • Kelebihan hormon prolaktin atau yang mempunyai masalah dengan kadar hormon LH dan FSH-nya.

Penggunaan obat penyubur solusi untuk mendapatkan buah hati, walaupun begitu respon yang ditunjukan setiap wanita bermacam-macam. Ada yang sakit kepala, mual, perut kembung, penglihatan buram, dan kepanasan (hot flashes),mood swing, munculnya perubahan lendir serviks, yang menyebabkan masa subur lebih sulit diprediksi.  Beruntung saya ngak merasakan apa-apa selama mengkonsumsinya.

Efek entah ini bisa dikatakan positif atau negatif dari penggunaan obat penyubur adalah kemungkinan mengalami kehamilan kembar. Seperti yang  saya ceritakan diatas ,setelah mengkonsumsinya sel telur saya matang lebih dari satu dan ini kemungkinan kehamilan kembar.

Kehamilan kembar memberi risiko yang lebih besar dibandingkan dengan kehamilan tunggal.
Bayi kembar perempuan

Semakin banyak bayi dalam kandungan ibu, semakin besar pula risiko komplikasi kehamilan, bahkan keguguran dan kelahiran prematur.

Sekitar 10% wanita yang mengonsumsi obat penyubur clomiphene mempunyai kehamilan kembar, dan sekitar 30% wanita yang mendapatkan gonadotropin memiliki kehamilan kembar.

Setiap obat penyubur kandungan melakukan kerjanya dengan cara yang berbeda, sehingga perlu pemantauan rutin oleh dokter kandungan.



You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers