Geospasial Untuk Pembangunan Daerah Perbatasan

October 06, 2017

Setiap peringatan kemerdekaan siaran televisi selalu menayangkan tentang perjuangan pahlawan dan makna dari kemerdekaan.
Selain itu ada juga tayangan tentang masyarakat diperbatasan.  Mereka ini masih belum beruntung seperti daerah lainnya, infrastruktur pelayanan dasar dan infrastruktur sosial ekonomi belum dirasakan memadai. Jika dibiarkan berlarut-larut ini berdampak pada kecintaan masyarakat tersebut terhadap NkRI.

Ada tiga wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Pulau Kalimantan berbatasan dengan Malaysia, Papua dengan papua nugini dan nusa tenggara Timur  dengan Timur leste.

Pelaksanaan membangun daerah perbatasan tidaklah mudah seperti daerah lainnya. Berbagai macam tantangan harus dihadapi seperti letak geografis, kultur penduduk hingga minimnya peralatan dan bahan material menjadi kendala yang harus dihadapi.


Kesemua itu bisa diatasi jika memiliki data akurat. Wilayah perbatasan itu masih banyak berbentuk belantara hutan dan sungai yang belum terjamah secara maksimal. Kalaupun ada data hanya sebagian kecil saja yang bisa ditemukan dan itu tidak cukup dalam membangun.

Berbagai persiapan perlu dilakukan sebelum merancang pembangunan dan yang paling utama adalah harus ada peta. Tujuannya untuk memudahkan dalam membuat rencana pembangunan dan pendistribusian alat berat serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Peta dan data begitu penting dalam memulai suatu perencanaan, tanpanya perencanaan pembangunan akan mengalami hambatan, atau bahkan mungkin kegagalan.

Peran Badan Informasi Geospasial 

Badan Informasi Geospasial (BIG) atau dulunya bernama Bakosurtanal adalah lembaga resmi milik Negara Indonesia yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan akses informasi geospasial yang bisa dipertanggung jawabkan.

Sebagai anggota dari International Steering Committee for Global Mapping (ISCGM) Indonesia berkewajiban mengirimkan informasi geografis untuk keperluan pemetaan global. Tugas inilah yang diberikan kepada Bakosurtanal.

Informasi geospasial diselenggarakan berdasar atas asas kepastian hukum, keterpaduan, keterbukaan, kemutakhiran, keakuratan, kemanfaatan, dan demokratis, merupakan tugas besar yang diemban.

Kata geospasial terdengar asing, tapi ketika menyebut dengan peta maka lawan bicara memiliki gambaran tentang topik pembicaraan.

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.

Informasi geospasial atau peta itu begitu penting sebab berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari seperti penetapan batas wilayah administrasi, wilayah negara, penataan ruang, pembangunan kewilayahan, sumber daya alam, pelestarian lingkungan, pariwisata bahkan penanggulangan bencana. Kesemua itu tidak akan tepat sasaran jika tidak ada batasan yang jelas.

Intinya kesemua kegiatan yang melahirkan kebijakan butuh peta yang lengkap dan jelas. Geospesial mempunyai peran penting dalam perencanaan pembangunan meliputi dasar perencanaan, perencanaan ruang dan pengelolan pertanahan sehingga apabila digabungkan dengan data statistik dapat memberikan basis data perencanaan pembangunan yang akurat.

Pembangunan daerah perbatasan melibatkan berbagai pihak yaitu BIG, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), TNI dan Bupati dari Kabupaten/Kota Kawasan Perbatasan Negara.

BIG diharapkan menyiapkan data spasial yang akurat, handal dan dapat dipertanggungjawabkan terkait batas-batas daerah di kawasan perbatasan. Data  yang disajikan oleh BIG menyangkut wilayah, transportasi laut dan darat serta sumber daya lainnya yang berada di kawasan perbatasan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Artinya BIG menyajikan berbagai peta untuk menunjang pembangunan diperbatasan seperti peta rupa bumi dan peta kelautan.

Setelah mendapatkan data spasial maka kegiatan pembangunan mulai direncanakan. Perencanaannya meliputi lama waktu pembangunan, dana, cara pengerjaan membuka lahan ,perizinan, Sumber daya yang terlibat dan mobilitas alat.

Pembangunan jalan saat ini yang sedang lakukan adalah diperbatasan Kalimantan barat -malaysia. Adapun panjang jalannya 849 kilometer .

Pelaksanaan pembangunanya dilaksanakan secara bertahap dari dimulai dari tahun 2016 sampai dengan sekarang. Kendala yang dihadapi adalah lebatnya hutan borneo dan untuk itu TNI turun tangan membelah hutan tersebut.

Selain bagi pemerintah penerapan informasi geospasial yang langsung dirasakan secara pribadi adalah aplikasi dalam bentuk navigasi. Contohnya adalah waze, google maps dsb. Kesemuanya memberikan kemudahan dalam kehidupan penggunanya.

Sumber
Kumparan
Wikipedia

You Might Also Like

0 komentar

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Iblogmarket

IBX5A99EA8C4DE69

Like us on Facebook

blogger muslimah

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers