Pornografi Pun Tak Memandang Profesi

March 14, 2014

Pornografi tak memandang profesi

Sejak kemajuaan teknologi pesat terutama internet maka sejak itu pornografi melesat pula berkembangnya.
Jika dulu untuk menikmatinya dengan sembunyi-sembunyi membeli DVD atau melalui majalah yang untuk membelinya perlu perjuangan. Takut ditangkap atau dikenali orang sebagai penikmat tayangan vulgar.

Perkembangan teknologi bisa dinikmati dari ponsel,cukup dengan membayar sekian ribu. Ternyata itu belum seberapa semenjak harga smartphone terjangkau didukung oleh kuota murah meraih kita dikepung oleh pornografi.

Cukup klik dan klik semua yang tahu dan belum makan umur bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja. Semudah itu

Duh, sangat disayangkan harusnya teknologi bikin kita cerdas malah sebaliknya. Bikin dungu dan tak jarang menyengsarakan dan hancur hidup. Lihatlah banyaknya kasus pencabulan, perkosaan dampak dari kemajuan.

Sebelum jauh mari kita bahas tentang pornografi.

Pornografi adalah tayangan , tulisan, film , yang dapat memancing birahi dan merusak norma sosial. Kesemua ini bisa diakses dengan mudah dari ponsel pintar yang tak kenal kata sensor.

Pornografi tak hanya dilakukan oleh orang yang berpendidikan rendah saja bahkan kini  yang berpendidikan tinggi pun bisa menjadi pelaku.

Ketika sebuah tayangan tak cukup dinikmati maka ia akan memaksa diri untuk mempraktekkan di dunia nyata. Sebuah rasa penasaran itu mengalahkan logika manusia untuk memikirkan ini salah.

Atau ketika hal berbau pornografi itu merecoki otak dan itu bikin pelaku butuh cara lepas dan biasanya akan mencari korban.

Bukan hal baru saat mendengar pelaku nya adalah orang terdekat. Bukan hal baru jika ada profesi tersangkut pornografi. Malahan yang bikin takut adalah guru ada yang jadi pelaku.

Guru yang dipercaya sebagai orang tua kedua pun juga bikin takut. Bukan menyudutkan, begitula keadaannya.

Terakhir, kita tak bisa mengasingkan diri dari kemajuan zaman tapi yang bisa dilakukan adalah menjaga diri agar tidak tercemar oleh pornografi. Membentengi diri dan keluarga itu hal yang utama.


You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers