Ingin Membekukan Sel Telur? Pahami Informasinya Dengan Lengkap

February 01, 2022

Eeg Freezing for women


Baru-baru ini, Luna Maya membuat pengakuan telah membekukan sel telurnya. Tujuannya ketika masa telah tiba, ia akan lebih mudah hamil. Jujur ya, saya kaget ternyata ada program seperti ini. Selama ini yang saya dengar adanya bank sperma. Entah saya yang kurang update atau ini teknologi terbaru.

Program pembekuan sel telur atau dikenal dengan nama Eeg Freezing tidak begitu dikenal karena jarang yang melakukannya di Indonesia. Mencari berita di internet pun jarang, seperti yang dijelasin tadi bahwa sesuatu yang kurang diperbincangkan maka akses informasinya juga minim di searching

Bisa punya anak kapan saja dengan ikut EEg freezing 

Tidak semua perempuan beruntung bisa hamil dengan mudah, beberapa ada saja kendalanya entah itu dari penyakit atau finansial atau sebab yang tidak jelas. Tidak semua perempuan bisa hamil pada waktu yang tepat menurut mereka. Sedangkan tantangan bertambah umur dan infertilitas menghantui, memasuki usia 35 tahun menjadi lampu merah. Beruntung telah ada metode untuk mempertahankan kesuburan pada usia produktif bernama  pembekuan sel telur.  Sebelum mengenal metode ini alangkah lebih baik kita mengetahui apa itu sel telur.

Kenalan dengan Sel telur wanita 

Seorang wanita memiliki memiliki  700.000- 2.000.000 sel telur didalam tubuhnya saat dilahirkan. Bertambah usia terjadi pengurangan didalam tubuh anak wanita, diperkirakan ada 11.000 sel telur yang hilang. Ketika pubertas mereka akan kehilangan sekitar 1.000 sel telur setiap bulannya.

Jika tidak dibuahi atau pembuahan tidak berhasil maka Sel telur ini akan luruh bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Siklus ini dikenal dengan menstruasi, begitulah yang terjadi pada wanita setiap bulannya. Memasuki usia 40 tahun, sel telur berangsur habis dan saat telah habis maka wanita memasuki kondisi tidak lagi subur. 

Baca: persiapan sebelum memulai program kehamilan

Egg freezing,  cara memperpanjang masa subur wanita

Membekukan sel telur atau oocyte cryopreservation merupakan upaya mengambil sel telur yang matang di rahim seorang wanita tanpa dibuahi dan dan akan dicairkan pada waktu yang diinginkan. Tentunya berbeda dengan membekukan telur di kulkas yang membuat rusak jika disimpan lama, pada prosedur ini tidak akan membuat kualitas menurun. Sel telur beku yang dalam kondisi baik bisa disimpan sampai puluhan tahun.

Prosedur egg freezing berfungsi untuk mempertahankan kesuburan wanita. Terutama pada usia subur yang akan menjalani prosedur medis berisiko mempengaruhi kesuburan. Namun belakangan juga diminati oleh wanita yang ingin menunda waktu kehamilan atau bagi yang belum menikah.

Pengambilan dalam usia produktif dan sel telur dalam kondisi baik yaitu dimulai pada awal usia  20-an hingga pertengahan usia 30-an. Menurut penelitian, wanita yang sel telurnya dibekukan di umur 30-an memiliki kesuksesan implantasi sebesar 13 persen. Beberapa klinik kesehatan ada yang menolak saat wanita berusia lebih 38 tahun. Alasannya dari penelitian, tingkat keberhasilan implantasi sebesar 8 persen. 

Baca : Pengalaman HSG

Manfaat dan efek samping yang dialami wanita

Manfaat egg freezing ada 2 yaitu memperpanjang masa subur dan memberikan kesempatan hamil kepada wanita dengan gangguan kesehatan. Seperti yang dijelaskan di atas, sel telur wanita usia subur (WUS) diambil dan disimpan untuk dimanfaatkan di masa depan. Sehingga prosedur ini dapat dianggap sebagai cara memperpanjang masa subur . Ada kondisi yang dapat mempengaruhi kesuburan untuk hamil yaitu  pada penderita Kanker dan penyakit autoimun seperti lupus.  pengobatan umumnya dapat memengaruhi kesuburan. Termasuk pada kanker rahim, terdapat kemungkinan untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim. Jadi lebih baik memilih membekukan telur sebelum operasi.

Efek samping metode yang dirasakan setelah tindakan 

Setiap tindakan akan ada resiko termasuk juga pembekuan sel telur. Saat pengambilan telur yang matang kemungkinan perdarahan, infeksi atau kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah. Namun hal ini juga jarang ditemukan.  Resiko yang kedua adalah akibat terapi kesuburan menyebabkan Ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS).  Rasa nyeri setelah tindakan, ovarium membengkak dan ketidaknyamanan seperti  perut begah, kembung, mual, muntah, dan diare.

Resiko yang ketiga lebih kepada psikologis pasangan terutama wanita, tidak bisa dipungkiri pengawetan sel telur memberikan harapan kehamilan di masa depan. Akan tetapi, tingkat keberhasilannya tidak 100%. Oleh karena itu, sebelum melakukan tindakan lebih baik pasangan tak hanya siapkan fisik tapi juga mental.

Luna Maya melakukan pembekuan sel telur


 Proses Pembekuan Sel Telur

Sebelum melakukan tindakan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang berhubungan dengan kesuburan  wanita. Tidak hanya siklus menstruasi tapi juga ovarium tujuannya untuk melihat kualitas dan banyak sel telur. Selain itu juga diperiksa kadar hormon FSH dan estradiol di dalam darah dilakukan pemeriksaan pada hari ketiga menstruasi. Dan juga Skrining penyakit menular, seperti HIV/AIDS serta hepatitis B dan C

Setelah WUS dinyatakan memenuhi syarat kesehatan maka dokter akan memberikan obat kesuburan dalam injeksi hormon sebanyak 1-3 kali sehari. Selain itu, juga meminum pil kontrasepsi selama sebulan sebelum menerima suntikan hormon. Tujuannya untuk menstimulasi ovarium dan mematangkan sel telur. Ovarium yang distimulasi akan mengeluarkan lebih dari satu sel telur matang. Pada sebagian orang efeknya akan menghasilkan lebih dari satu sel telur matang

Setelah dilakukan proses stimulasi ovarium, dilakukan pengambilan sel telur melalui jarum yang dimasukkan ke vagina. Sebelumnya, pasien sudah menjalani proses pembiusan. Sel telur yang berhasil diambil, kemudian akan didinginkan pada suhu di bawah 0° Celsius dan disimpan di laboratorium.

Baca: Gangguan kesuburan yang terjadi pada PUS

Biaya egg freezing/ membekukan sel telur

Setelah memahami prosesnya, secara ngak langsung sudah terbayang nominalnya yang besar. Umumnya, biaya yang dikeluarkan hampir sama dengan IVF karena prosedurnya yang serupa. Menurut beberapa sumber diperkirakan diatas 30 juta. Kutipan CNN Indonesia dari laman FK UGM dikeluarkan biaya sebesar Rp99 jutau untuk sekali siklus pembekuan. 

Berbeda lagi disampaikan oleh situs Medical News Today, harganya lebih tinggi lagi yaitu diatas Rp100 juta rupiah. Sedangkan menurut Muhammad Ma'ruf, kisaran yang dikeluarkan Rp 40-50 jutaan. Operation Manager Morula IVF Ciputat ini, menjelaskan bahwa harga yang disebutkan itu dibagi dalam berbagai komponen seperti obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi sel telur sekitar Rp 15, proses pengambilan sel telur sekitar Rp 30 jutaan,pembekuan sekitar Rp 2 jutaan, dan penyimpanan setiap bulan sekitar Rp 300 ribu. 

"Kesemua harga ini adalah perkiraan saja, kadang bisa lebih mahal terutama obat stimulasi. Hal ini didasarkan pada kondisi medis dan profil hormon masing-masing pasien".  ungkap Ma'ruf. Dari data diatas terlihat ketidaksamaan harga karenanya tergantung fasilitas kesehatan yang menyediakannya.

Beda Prosedur egg freezing dengan bayi tabung.

Pada bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) sel telur diambil dan dibuahi sperma di laboratorum. Embrio yang terbentuk kemudian akan ditanamkan kembali ke rahim wanita dengan harapan bisa berkembang menjadi janin. Nah, pada metode pengawetan telur juga sama yaitu pengambilan telur  matang  kemudian dibekukan untuk disimpan. Namun, sebelum IVF telur beku harus dicairkan

Pembekuan sel telur bisa menjadi salah satu rangkaian program bayi tabung. Namun, tidak semua orang yang menjalani program bayi tabung membutuhkan pembekuan sel telur.

Memilih eeg freezing untuk menghasilkan generasi baru

Eeg Freezing harapan mempunyai anak di masa depan


Di usia 30 tahun kesuburan mulai menurun dan jika hamil pada usia ini pun ada risiko keguguran dan kelainan bawaan pada bayi. Dan puncaknya usia 40 tahun berada dalam masa tidak subur dan 10 tahun kemudian menapause. Namun , harus diingat setiap wanita tidak sama hal ini tergantung dari beberapa faktor. Faktor apa sajalah itu?  penyakit dan gaya hidup. 

Baca: Kenali Dokter Kandungan berdasarkan permasalahan

Penyakit dan gaya hidup keduanya ada pada wanita dan pria, namun pada wanita jadi prioritas karena ada rentang masa suburnya. Diatas sudah disebutkan penyakit yang mempengaruhi kesuburan,. Gaya hidup pun berperan dalam kesuburan maka dari itu ubahlah pola hidup lebih baik. 

Ketika gaya hidup sudah baik dan tidak ada penyakit, beberapa wanita tak jua kunjung hamil padahal ada rentang subur. Maka ada pilihan membuat mereka mengawetkan sel telur sehingga dapat mengalami kehamilan dan memiliki anak di masa depan. 

Metode terbaru ada untuk menyelamatkan masa produktif lebih baik dilakukan saat wanita berusia awal 20-an hingga awal 30. Namun harus diingat peluang hamil bagi wanita yang membekukan sel telurnya adalah sekitar 30–60 persen. Kisaran keberhasilan persentase ini tergantung pada kualitas sel telur dan usia wanita ketika menjalani prosedur pembekuan sel telur. 

You Might Also Like

0 komentar

Hai... silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve ya...
terima kasih udah berkunjung

sosial media

LinkedIn

KSB

Total Pageviews

Kelas Growth dari Growthing.id*