Kasih Sayang Ibu Takkan Terbantahkan Waktu bahkan Saat Status Anak Telah Berubah

January 30, 2019

Saat kata syah berkumandang saat itu juga kehidupan baru terbentuk dan terlepaslah kehidupan dengan orangtua. Jika diibarakan seperti pohon pisang, ia akan terpisah dengan induknya membentuk rumpun baru
Tak salah jika ucapan selamat menempuh hidup baru semoga jadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, selalu diucapkan saat berjabat tangan dengan pengantin. Semuanya serba barubaru termasuk tanggung jawab .

Kehidupan pernikahan melahirkan tanggung jawab baru yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Semua urusan mencari nafkah itu diserahkan kepada laki-laki sedangkan wanita mematuhi suaminya. Bicara kepatuhan kepada suami, wanita yang mampu melakukannya akan diganjar dengan surga. Hal ini dikatakan dalam sebuah hadist " jika wanita selalu menjaga shalat lima waktu, jika berpuasa di bulan Ramadhan menjaga kemaluannya dan taat pada suaminya, maka ia bisa masuk ke surga melalui pintu manapun.

Kasih sayang ibu takkan terbantahkan waktu

Kehidupan setelah pernikahan itu beda. Setiap orang sepakat dengan hal ini, apalagi bagi yang menikah dengan perkenalan singkat tanpa merasakan masa pacaran.  Semua serasa kejutan, prosesnya tak mudah kadang ada juga gesekan karena komunikasi belum lancar.

Pacaran setelah menikah, demikian istilah manisnya. Berusaha menyelami karakter masing-masing, memulai kemandirian, menyelesaikan semua tugas rumah tangga, memupuk rasa sayang dsbnya.  Kesemuanya butuh tenaga ekstra apalagi bagi yang merantau jauh.  Dobel sudah hal yang harus dilewati, memiliki peran sebagai istri dan sebagai anggota masyarakat didaerah baru tanpa ada sanak saudara.

Berada diposisi ini , awalnya kesulitan, menghadapi tetangga dengan berbagai karakter.Walaupun saya pernah bekerja dimasyarakat nyatanya sulit juga saat berbaur dengan kemajemukan suku. *bukan sara. Sebelum menikah saya terbiasa hidup dengan suku yang sama sehingga tidak sulit untuk berinteraksi.

Mau curhat sama ibu untuk hal gini kok rasanya ngak dewasa ya. Seiring berjalan waktu saya mulai bisa adaptasi karena selalu ingat nasehat ibu, harus ramah kemanapun pergi dan segala sesuatu harus dikembalikan pada allah.
"Ngak akan keluar emas dari mulutmu, jika mulai menyapa orang terlebih dahulu. Bukankah lebih baik sebagai orang baru mengenalkan diri "nasehat ibu.

Tak hanya tentang cara bergaul ibu juga berpesan untuk selalu taat menjalankan perintah agama seperti sholat awal waktu, banyakin ibadah sunah dan jika ada kejadian langka seperti gerhana hanya mengabadikan di smartphone tapi lakukan sholat khusuf.

Saya beruntung memiliki ibu yang tak hanya mengisi dada dengan iman tapi juga ilmu, jujur ya untuk jaman sekarang agak sulit yang menomor satukan agama. Bahkan ya, ketika setelah menikah saat tanggung jawab terlepas beliau masih mengingat anaknya. Membimbing tanpa lelah. Begitu besarnya Kasih sayang ibu tak terbantahkan waktu

Tak hanya nasehat tapi juga memberikan apapun yang dimilikinya, ketika mendengar anaknya akan pulang kampung ibu bersiap, memenuhi isi kulkas dengan makanan kesukaan anaknya.

Ketika akan kembali ke rantau ibu akan memenuhi isi tas anaknya dengan berbagai barang yang ada dirumah seperti piring ,karpet, kasur dsbnya. Untuk bahan makananpun tak ketinggalan seperti sayur ,ikan kering dan sembako untuk dibawa ke Rantau.

Beberapa kali saya menolak karena berat membawanya dengan entengnya ibu berkata"kamu ngak perlu memikulnya ada mobil yang akan membawanya ". Bahkan ya, saking banyaknya bawaan dari kampung harus bayar bagasi. Begitulah kasih sayang ibu seperti Mentari menyinari dunia. Tak berbatas tanpa mengharapkan imbalan.

Ibu takkan lelah mencintai anaknya, cintanya begitu besar dan ini menginspirasi band asal jogja bernama Jasmine elektrik untuk menciptakan lagu.

Liriknya sederhana tapi ngena di hati dan siapa pun yang mendengarkan akan melow
ku arungi hidup, berbekal ilmu darimu. kasih sayangmu IBU, tak terbantahkan waktu 

Tau gak sih kapan lagu untuk ibu mendadak familiar ditelinga?  Saat hari ibu, berbagai foto dan ungkapan manis bertebaran di insta story sebagai ungkapan terima kasih untuk perannya di keluarganya dan  lingkungan sosial.  Sejujur saya ngak setuju dalam setahun khusus di hari tersebut semua wah untuk ibu. Bukankan Cinta ibu selalu hadir setiap hari untuk kita.

Setelah menikah dan memiliki rumpun baru Cinta ibu takkan luntur kepada anaknya.

You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers