Nikmati Setiap Tahapan Program Kehamilan

May 26, 2018


Berbicara program tidak bisa lepas dari dana, strategi melaksanakan , pihak yang terlibat dan hasilnya.
Kita semua berharap hasilnya sukses tapi jangan pernah melupakan bahwa kemungkinan gagal bisa terjadi. Berpikir gagal perlu,  bukan berarti pesimis tapi lebih kepada penyiapan mental jika terjadi. Jangan sampai mewek berhari-hari akibat tidak sesuai expektasi.*ini susah. 
Termasuk saat memutuskan mengikuti program kehamilan( promil). Saat tabungan bocor tidak jaminan segera hamil. Atau memutuskan inseminasi dan bayi tabung belum tentu langsung berhasil. 
Promil itu butuh kondisi fisik dan mental yang baik,  waktu luang dan pastinya dana. Harus seimbang semua aspek yang terlibat didalamnya. Promil ibarat berburu dengan waktu, maksudnya harus tepat datang ke obginnya dan tidak bisa disambi. Butuh pengorbanan waktu terutama bagi yang bekerja dan jauh dari klinik kandungan/ rsia. 
Kenali kondisi diri dan pasangan.Jika kesehatan bermasalah lebih baik diobati atau stress belum bisa dijinakkan, tunda dulu programnya .Stress berpengaruh terhadap sel telur. Kita wanita ada masa khususnya(masa subur) dan lagi sel telur yang dikeluarkan hanya satu setiap bulan. Berbeda dengan kaum laki-laki yang punya pabrik. 
Hal terakhir yang harus ada adalah dana. Bicara promil tak lepas dari terapi yang butuh pitih bukan? Sobok dokter dan dibekali oleh-oleh obat atau vitamin yang harus ditebus diapotik. Sayangnya resep itu harus full ya , tidak bisa setengah sebab akan berpengaruh pada hasil.

TAHAPAN PROGRAM KEHAMILAN

Sebuah rangkaian akan berguna/ berhasil jika tidak ada bagian  yang putus bukan?? 
Begitu juga dengan rangkaian/ tahapan program kehamilan. Setiap bulan saat bertemu dokter kandungan akan ada upgradenya dalam memberikan terapi.


Rangkaian/ tahapan program yang dilalui setiap orang berbeda,ini dilihat berdasarkan  kondisi kesehatannya. Semakin panjang tahap yang dilalui pastinya berbanding dengan dana yang dikeluarkan. *kaji nan jaleh

Adapun tahapan program kehamilan yang saya jalani sebagai berikut :

1.  Konsul pertama kali bersama suami saat hari kedua haid di Bulan ke 5 pernikahan kami

Pada konsul ini kami ke spesialis kandungan dan ditanya seputar riwayat haid meliputi siklusnya, lamanya haidnya ,adakah disminore dan seberapa parahnya dan banyaknya perdarahan.

Setelah tanya jawab itu dokter akan mengUSG untuk melihat apakah ada tanda-tanda yang tidak normal pada rahim, misal dicurigai adanya kista, mioma

Hasil pemeriksaan itu akan menentukan tindakan selanjutnya,  Jika tidak ada masalah maka dokter akan memberikan asam folat serta anjuran meet and greet setiap 3 hari sekali serta kapan harus stopnya berhubungan dalam siklus mens tersebut.

2.Jika tidak juga hamil , maka pada bulan selanjutnya maka dokter akan menganjurkan suami untuk tes sperma.

Saat tes sperma dokter obginnya sudah naik tingkat  menjadi KFM, dokter ini sudah subspesialis . Lebih mendalami masalah kesuburan

Baca: temukan dokter kandungan berdasarkan permasalah

Tujuan tes sperma untuk melihat kualitas dan melihat banyaknya sperma yang dihasilkan. Dan prosedurnya sangat sederhana dengan meminta pengantar dari dokter kandungan tanpa perlu ke urologi .

Sebelum pemeriksaan harus puasa seksual,  minimal 3 hari dan maksimal 5 hari.  Sebab pada masa ini  jumlah sperma ada dalam masa tertinggi. Jika lebih dari ini tidak boleh sebab pergerakan sperma kurang aktif. 

Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah sakit atau laboraturium. Kami memilih labor prodia dengan biaya sebesar Rp 375.000

Hasil tes sperma tidak bermasalah maka kembali fokus pada si istri.

3.Dokter SpOG, KFM menganjurkan buat cek HSG (histerosalpingografi).

HSG ini adalah pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada penyumbatan atau tidak pada saluran telur yang menyebabkan infertilitas.

Baca: Pengalaman HSG

4.Pemeriksaan lain adalah tes hormon prolaktin, FH, LSH, AMH,

Saya belum sampai pada tahap ini, mudah-mudahan bisa hamil tanpa ada pemeriksaan hormon.

Program hamil itu membutuhkan kesiapan lahir batin moral materiil. Setiap saran dokter harus dilakukan termasuk pemeriksaan  ini itu. Semakin komplek permasalahan wanita maka pemeriksaan makin banyak otomatis biayanya makin besar jadi sayang kalo program hamil diikuti setengah-setengah. Bahkan sampai putus dijalan!


You Might Also Like

1 komentar

  1. Unni riska, setelah hsg lgsg hamil ya?
    Aku jg lgi promil dg dokter ade, senin ini jadwal hsg..
    Makasih unni

    ReplyDelete

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers