Ospek Ditakuti Tapi Seru untuk Dikenang

May 27, 2015



Lulus dari sekolah itu melegakaaan banget . Semua perjuangan tidak sia-sia dan saatnya bersiap memasuki lingkungan baru (sekolah/kampus baru).
Sebelum bisa menikmati sekolah/kampus akan dihadapkan pada sebuah penyambutan selamat datang bernama MOS/Ospek/PPS. 

MOS nama ini diberikan untuk jenjang sekolah, pada Diploma poltekkes itu dikenal dengan PPS sedangkan perguruan tinggi Ospek. 


Nama boleh berbeda tapi untuk tujuannya hampir sama yaitu memperkenalkan lingkungan baru kepada si "tamu ". 

Kegiatan ini merupakan kegiatan institusional yang untuk mensosialisasikan kehidupan baru di Perguruan Tinggi / sekolah dan proses pelaksanaannya melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, mahasiswa dan unsur-unsur lainnya yang terkait.


Ospek dianggap saat yang tepat untuk pembentukan watak bagi mahasiswa baru sehingga ospek pelaksanaannya wajib. Menurut Bratadharma, (2013) pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara seksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka  bisa saja menduga bahwa di dalam pintu itu akan sama buruknya.


Melihat pentingnya ospek rugi jika tidak diikuti, tapi ospek yang terdengar berbeda dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata ospek menjadi momok yang menakutkan karena mindset tertanam kekerasan apalagi oleh senior yang berniat balas dendam dan syarat yang gak jelas saat mengikuti. 


Saya hanya mikir sederhana saja saat seseorang datang bertamu pantaskah diperlakukan tidak sopan oleh tuan rumah? trus kalau dimasa lalu menderita karena di azab senior pantaskah membalas dendam pada yang tidak bersalah. Cemen ya ! Tidak puas sama perlakuan diterima cari senior selesaikan secara  gentelman . 

Ospek ditakuti tapi seru dikenang
sumbe gambar

Ospek yang saya ingat

Saya sedikit cemas saat daftar ulang ke kampus kesehatan. Tuhkan,belum apa-apa sudah ada rasa ini akibat pemberitaan tentang ospek yang lebih mirip perpeloncoan, terutama disekolah kedinasan. 


Kecemasan ini naik level sebab dikampus ini ospeknya bernama PPS (program pengenalan studi . Tuh ...Apalagi ini?  



Bertanya tapi tidak tahu kepada siapa? Secara dilingkungan saya tak ada yang masuk akademi kesehatan. Mau google cari tahu kesan yang ikuti PPS sayangnya belum sekomplit sekarang. Blogpun belum seperti sekarang.


Gambaran PPS itu berbeda dengan mos sekolah. Bahkan saya berpikir mungkin akan diadakan 2 kali sebab kami terdiri atas beberapa jurusan. 


Tenyata mengikuti PPS itu banyak juga syarat dan persiapannya seperti memakai kalung dari rafia dengan liontin jeruk. Kepang rambut dengan perca kain yang bertambah jumlahnya setiap hari. kaos kaki belang antara warna kiri dan kanan tidak sama. Memakai tas karung beras dan caping serta pinggang dihiasi jumbai tali rafia. Sejujurnya ribet membuat kelengkapan PPS kalau tidak lengkap siap-siap dihukum. 

PPS kami sama seperti ospek lainnya yaitu keisengan senior ,ada pengarahan dan pengenalan dari pimpinan kampus serta unsur lain yang terkait.


Ospek itu melelahkan dimulai dari subuh sampai dengan sore selama 3 hari berturut-turut. Melelahkan tapi dinikmati aja . semua kejahilan senior dan berusaha memenuhi semua tugas yang diberikan. 

Di masa ini berbagai hal akan ditemukan seperti senior kejam, senior berhati peri ,junior pembangkang atau punya nama panggilan  baru ,alumni kurang kerjaan nampang dikampus dengan alasan kangen padahal pengen tenar. Belum lagi berbagai tugas yang diberikan senior. 

Oh iya . Bicara tugas , saya paling males itu makan bersama dan liur bercampur . Maksudnya satu makanan dimakan keroyokan atau benda dipakai bersama contohnya gelas dan sendok.  Saya rada jiji dan worri takut tertular penyakit. Hei ..Penampilan sehat belum tentu sehat ya, apalagi untuk teman yang baru kenal .Mohon maaf senior saya agak bangkang untuk hal ini .


Hal lain yang bikin mual adalah setingan drama yang udah ketebak di awalnya . Biasanya kalau ada yang ultah dibulan itu kemudian dikerjain .Dicari-cari kesalahannya. Tak jarang kena plonco dan lebih mengarah kepada ajang balas dendam senior yang teraniaya dimasa lalu. 
Uuh .. Basilah semua itu ,saat move on kakak

Ospek kreatif menurut saya 
Tema ospek kenapa tak di upgrade kk, bikin bedalah. Ngak jaman lagi perpeloncoan . Bikinlah sesuatu yang kreatif dan memberikan hal positif bagi sekitar .


Kenapa tidak buat kegiatan Ospek yang disesuaikan dengan kondisi sekarang yaitu isu lingkungan seperti go greennya. Penerapan ini dimulai dari kecil harusnya dan akan lebih mengakar saat mahasiswa.


Adapun contoh ospek keren yang dapat dilakukan adalah :
  • ditugaskan membuat kreasi dari sampah dari pada membuat tugas yang  tak berguna dan akan menghasilkan sampah lagi
  • larangan selama ospek mengunakan kendaraan bermotor tapi dengan sepeda kalaupun tidak ada gunakan trasportasi masal saja.
  • Membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok untuk menanam 1 pohon
  • Membersihkan sampah disekitar  

Ospek tak perlu ditakuti jika bisa menghilangkan perploncoan .Bukankah inti dari kegiatan ini pengenalan sekolah/kampus ?

Saya merasakan dampak ospek saat memasuki dunia kerja yang keras . Hal yang terasa adalah: 
  • disiplin 
Pelaksanaannya ontime jadi kalau telat kena hukum. Bangun lebih subuh lagi hanya untuk mengepang rambut dengan banyak perca kain . Dampak displin Secara tak langsung di udah diterapkan sendiri 
  • Sabar 
Menghadapi waktu 3 hari dituntut sabar dalam menerima perlakuan, apalagi bagi si anak mami bagus banget ikut. 
  • teliti 
Saat PPS dihari pertama pernah kena hukum karena caping saya asal saja dihias dengan  jumbai tali rafia. TEman yang lain hiasannya penuh sedangkan saya sedikit he...hee 
  • Pribadi yang tangguh 
Saat pertama kali nginjak kampus udah ditekan oleh perasaan grogi dan senior dan itu harus dihadapi bukan .Nahh ,saat kerjapun lebih berat lagi dengan mengikuti kegiatan ini kita udah tertempa 
Sekali lagi MOS/ospek PPS itu perlu dilakukan tapi jangan yang basi ,sesuaikan dengan jaman now tanpa meninggalkan 'keberingasannya'.  Tak bisa dipungkiri manusia yang tangguh itu lahir dari ketahanannya (bahasa apa ini)  dalam menghadapi tekanan. 

Kegiatan orientasi merupakan tekanan pertama saat memasuki lingkungan baru. Wajar jika punya rasa takut tapi keberadaan ospek/ mos/pps tetap seru dikenang bahkan membuat tertawa. 



You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers