Sunday, 23 November 2014

Cukup Gerakkan Jari-Jemari

Kemaren saya lagi badmood bingung mau ngapain lagi, maka iseng- iseng buka online shop.Selama ini saya sering langganan di email pemberitahuan produk di situs online shop  ini tapi sering di cuekin saja, alasannya tidak punya uang . Truss sekarang gimana? naah kalau sekarang saya udah kerja jadinya bisalah menyalurkan hobi belanja ini. Awalnya saya lihat  dulu barang yang dijual   dibawah hembusan AC dengan ditemani seplastik cemilan, segelas juz sambil bermalasan di kasur.  Enak banget serasa jadi punya banyak duit saja, mata ini menelusuri  setiap produk yang dijejalkan sudah ada harganya lagi. Adapun yang saya lihat yang berbau fashion dan make up, kebetulan lagi  banjir diskon. Ada bisikan kuat untuk mengambil kesempatan ini Tanpa berpikir panjang jari-jemari bergerak lincah di keyboard. Hasilnya sekeranjang belanja sudah berteriak tak sabaran menuju rumah. 

Mata saya begitu puas melihat barang-barang yang sudah dikeranjang tersebut tinggal di isi alamat, transfer dan tunggu beberapa hari maka barang itu akan berada dirumah. Akibat terlalu banyak belanja tabungan saya kebobloan, tapi kalau dipikir-pikir rugi juga beli barang hanya satu . Belanja online biasanya pakai ongkos kirim sayang saja jika membeli  sedikit.
Ini Awal saya coba belanja online biasanya melalui katalog majalah, kalau barang tak sesuai bisalah ditukarkan kembali karena yang jual teman akrab. He,,,heee. Cara belanja lainnya yang biasa dilakukan  secara tradisional yaitu mendatangi  pusat perbelanjaan. Saya sebenarnya merasa deg-degan juga sebelum barang itu nyampe ke rumah, berkelabat banyak pertanyaan yang menggalaukan saya seperti gimana kalau ini penipuan,  barang tak sesuai dengan yang dipesan seperti warnanya norak, jahitannya asal saja sehingga mudah robek atau barangnya rusak. Beberapa penjual online memberi peringatan tidak tanggung jawab jika ada kerusakan hadeeh bingung, 

Saya yakin saat ini banyak dari teman-teman semua yang lebih memilih belanja online ketimbang harus melelahkan diri untuk keluar masuk  pusat perbelanjaan, Kebiasaan wanita itu suak cari barang murah tapi bagus pastinya pindah dari satu toko ketoko lain. Naah, kalau di dunia nyata saya yakin penjualnya sudah merengut saja setelah obrak abrik isi toko mereka tapi tak jadi beli. Hal lain yang sering terjadi adalah capek menawar harga(ini bagi yang belanja ke pasar), habis ketemu barang yang dinginkan kemudian harus bercapek-capek lagi untuk menbawa belanjaannya. Apalagi bagi yang sibuk tak punya banyak waktu untuk mengitari pusat perbelanjaan sedangkan keinginan tampil gaya menjadi sebuah tuntutan , pasti butuh sebuah solusi dan pilihan yang tepat adalah berkunjung ke online shop. Kenapa kita harus repot jika yang praktis ada dengan gerakkan jari –jemari maka akan muncul sejumlah online shop. Perkembangan teknologi canggih seperti munculnya notebook dan smarphone didukung dengan internet yang mudah diakses membuat online shop lahir pesat seperti jamur dimusim hujan,mereka  seperti simbiosis mutualisme. Pembeli tidak lagi mau bersusah payah belanja dan untuk penjual juga bisa hemat biaya tak perlu lagi memikirkan sewa toko.

Banyak berita yang beredar tentang penipuan belanja online membuat sebagian orang masih belanja,  seperti saya yang masih galau antara takut dan tak sabaran menunggu kedatangan barang pesanan . Rasa takut itu wajar menurut saya , kalau kita merujuk pada pesan bang napi kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat tapi juga ada kesempatan. Untuk itu beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pembeli di online shop adalah
1.    Chek kredibilitas online shop yang ada dengan membuka websitenya, membaca testimoni melalui forum-forum besar  yang ada. Sekarang perkembangan informasi udah maju, hal yang terjadi dibelahan dunia lain saja bisa diketahui dengan mudah
2.    Pilihlah  online shop yang besar ,Situs besar ini memilik alamat yang jelas dan jika terjadi kesalah saja mereka tak segan memutus kontarak dengan pihak penjual online.  
3.    Mulailah belanjalah dengan jumlah sedikit di awal istilahnya tester aja dulu, kalau barang yang mereka jual tidak mengecewakan kita takkan rugi. Selain itu alamat pembeli harus jelas sehingga memudahkan pengiriman barang
4.    Chek  dengan apa mereka mengirimkan barangnya kerumah kalau pakai jasa pengiriman minta resinya.
Bagi penjual ada tipsnya juga
1.    kalau ingin berjualan online tentukan dulu jenisnya, online shop ini memiliki jenis juga seperti online mal(menjual semua barang), niche online shop(produk khusus seperti produk bayi), very niche online shop(ini lebih spesifik lagi)
2. Siapkan tokonya seperti website dengan disein fitur yang simpel yaitu memanjangakan pelanggan sehingga memudahkan pelanngan mencari yang  diinginkan , tampilan simpel berdasarkan brand, harga
3.    Gunakan attitud yang baik seperti Jujur Ramah, tidak mudah bosan menjawab pertanyaan pelanggan

 Kalau ada yang simple mengapa harus ribet, bijak saja gunakan kemajuan teknologi. Balik lagi ke saya yang lagi dilanda kegalauan yang bisa dilakukan adalah berdoa saja semoga tidak tertitpu , tapi sejujurnya online shop itu asyik bngeet 

tulisan ini diikutkan dalam giveaway susindra III :online shop 



Cara Menjadi Istri Yang Baik

Menjadi istri itu mudah cukup dinikahi oleh sesorang setelah itu dapat gelar baru, yang sulit itu adalah menjadi istri yang baik untuk suami, lingkungan dan keluarga suami. Menikah itu menyatukan banyak perbedaan yang kadang akan sulit untuk diterima, menerima lingkungan pergaulan baru seperti lingkungan suami dan keluarga suami. Proses pembauran jika tidak dilakukan dengan hati-hati akan membuat konflik yang baru. 

Menjadi istri yang baik merupakan idaman semua wanita tapi kadang tanpa sadar kita sebagai wanita terjebak dalam ego. Dalam islam banyak yang bisa dijadikan contoh istri yang baik salah satunya adalah khadijah binti khuwalid yang membuat Aisyah cemburu besar, karena  Rasulullah SAW mengingatnya sepanjang waktu bahkan ketika beliau dengan isteri-isterinya yang lain. Jika telah bisa menjadi istri yang baik maka akhirnya terbentuklah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Belajar menjadi istri yang baik itu tidak hanya melalui buku saja tapi dari pengalaman orang lain, pastinya kita ingat sebuah pepatah: alam takambang jadi guru. Walaupun belum jadi istri saya selalu mendapatkan cerita seputar kehidupan rumah tangga baik dari teman-tema yang telah :mendahului saya” dan beberapa wejangan mami. Berikut beberapa cara yang akan membuat diri kita menjadi istri baik yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai wawancara dengan teman-teman secara tak resmi
1.  Bisa menenangkan suami
Sebenarnya dalam hidup ini secara alamiah telah terjadi pembagian tugas yaitu suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai pengatur rumah tangga. Kadangkala suami mendapatkan masalah ditempat kerja yang akan mempengaruhi moodnya, lelaki tak seperti perempuan yang sering mengumbar emosinya di sosmed mereka lebih cenderung diam dan memendam. Istri yang baik harus mampu menangkap perubahan mood suami dan harus bisa menenangkan akan lebih yahud lagi jika bisa memberikan solusi dengan bijak
2.  Bisa cari uang
Tugas utama lelaki adalah mencari uang bahkan saking besarnya pahala mencari uang untuk keluarga disamakan dengan jihad.Alangkah lebih baik istri bisa membantu suami mencari nafkah sehingga suami tidak terlalu susah, Mencari uang tak harus diluar rumah dengan kemajuan teknologi saat ini di rumahpun dengan bisnis online uang tetap mengalir kekantong karena sebagian lelaki tak suka istrinya bekerja diluar rumah. Banyak keuntungan istri yang bisa menghasilkan uang seperti  saat terjadi musibah misalnya suami sakit atau malah di PHK tidak akan gamang dalam hal ekonomi, bukankah tangan diatas lebih baik dari pada tangan di bawah. Kadangkala kita ingin membantu saudara sedangkan itu diluar anggaran rumah tangga akan terhalang jika tidak punya uang sendiri. 
3.  Tawakal dan sabar
Istri yang baik harus mampu mengarahkan suami kepada Jalan tawakal dan kesabaran ketika ada masalah, malah hendaknya suami makin taat ketika ditimpa cobaan. 
4.  Bergaul baik dengan teman suami dan keluarga suami
Ketika menikah kita masuk lingkungan baru di kehidupan sosial suami, seorang istri harus mampu bergaul dengan teman suaminya, bisa menempatkan diri dengan teman suaminya, nyambung ketika diajak berbicara sehingga harga diri suami akan naik karena istrinya terlihat bisa nyambung dengan orang lain .
Lingkungan keluarga suami juga harus bisa bergaul dengan baik apalagi jika suami memiliki keluarga besar, masalah klasik yang sering muncul adalah hubungan yang sering konstlet dengan mertua.Perlakukan mertua dengan baik seperti orangtua sendiri, selalu ingat jika tak ada orangtunya kita kan bertemu dengan anaknya. KAdang kala yang jadi masalah adalah suami terlalu sayang dengan istri sehingga melupakan orangtuanya, sebagai istri yang baik ingatkalah suami berbakti pada orangtua juga penting
5.  Mendidik anak-anak dengan baik.
Anak merupakan anugrah yang diberikan oleh ALLAh SWT , anak awalnya sebuah kertas putih yang akan berubah warna saat mereka dewasa, oleh sebab itu orangtua terutama istri harus mampu mendidik anaknya dengan baik karena aak lebih sering berada dekat dengan ibunya. Mulai menanamkan pendidikan agama sejak dini kepada anak”.
6.  Memanjakan suami
Setelah lelah berktifitas seharian diluar rumah suami butuh penghargaan dengan cara dimanjakan, bentuk sederhana yang bisa dilakukan adalah, menyambutnya dengan senyuman yang manis, membawakan tas kerja memasakkan makan kesukaannya,  
Semoga kita bisa seberuntung menjadi Khadijah, dia mendapatkan dua cinta agung,cinta Allah SWT dan cinta kekasih Allah.  Semoga kelak kita menjadi tetangga beliau di surga




Saturday, 22 November 2014

Ujian Itu Masih Berlanjut

Lulus dari suatu ujian rasanya sangat melegakan, apalagi jika itu ujian hidup yang berat. Pengkategorian berat dan ringan suatu ujian tergantung dari cara pandang sesorang. Ada orang yang hidupnya datar saja semua terasa mudah didapatkan kadangkala hati yang tadinya sudah bisa ikhlas dalam menerima keadaan mendua lagi antara rela dan tidak dalam hadapi ujian. 


Sepanjang hidup ini saya berusaha tabah dalam hadapi ujian sekolah maupun ujian kehidupan yang tak pernah bosan menghampiri. Kadang sebuah pertanyaan menyusup dalam hati, kenapa saya tak seberuntung mereka dalam jalani hidup ini? Pertanyaan yang takkan pernah terjawab jika tak bertemu orang yang lebih malang dari saya. Bukankah manusia seperti itu baru bersyukur jika melihat ke bawah. 

Tidak terlahir cerdas merupakan hal yang sulit dalam mendapatkan kelulusan tapi dengan doa orang tua akhirnya semua ujian sekolah itu bisa  dihadapi. Masa memulai belajar untuk memaknai kelulusan suatu ujian adalah ketika saya lulus SMA, pada masa ini suka tak suka harus bisa berpikir dewasa. SMA telah lulus maka satu fase telah terlewati dan pastinya fase dewasa telah didepan mata, masa  SMA itu krusial karena salah ambil keputusan akan galau dengan dalam jalani hidup. Menyadari hal itu saya berusaha menemukan apa minat , setelah memikirkan masak-masak maka saya memutuskan untuk kuliah . Hati ini begitu terpagut untuk melanjutkan kuliah di bidang kesehatan, sugesti menancap kuat bahwa yang memakai baju putih itu begitu mulia dan hebat . Tekad saya harus bisa masuk kuliah kesehatan apapun profesinya terserahlah, kalau jebol SPMB ambil dokter dan kalau tidak perawat dan bidan sudah cukup. Usaha yang bisa dilakukan dengan belajar mati-matian untuk bisa menancapkan kaki disalah satu tempat kuliah  itu, tentunya doa tak lupa dipanjatkan. 

Akhirnya saya mendapatkan kelulusan SMA rasanya bahagia dan mulailah target dipasang dalam hidup ini sehingga semua kelulusan untuk selanjutnya dapat dinikmati lagi. Saya diterima disebuah poltekes negeri tapi berada jauh dari rumah yaitu diluar propinsi. Berhasil melanjutkan kuliah di Negeri merupakan suatu kebanggan tersendiri terutama bagi orang  dengan kantong terbatas seperti kami, kuliah swasta takkan bisa didapatkan karena biayanya selangit.  Mulailah terasa perbedaan mencolok adanya sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya ada orang tua sekarang yang selalu dampingi bahkan untuk ambil keputusan ringan selalu diskusi kini semua harus sendiri saja,masa adaptasi kemandirian dalam hidup dengan tertatih saya jalani. . 

Menjadi minoritas dalam suatu komunitas itu hal pertama yang saya rasakan, perbedaan dari segi budaya, bahasa dan makanan , tambahan lagi harus berbagi ruangan dengan teman sekamar yang mau menang sendiri. Proses perkuliahan yang sangat berbeda dengan masa sekolah membuat saya merasa sesak untuk bisa dapat adaptasi dengan semua ini. Di keheningan malam saat pikiran jernih saya berusaha memikirkan cara untuk hadapi semua ini.

Kuliah apapun pasti melelahkan termasuk kuliah kesehatan,  kami dituntut untuk kuliah sambil praktek di Rumah sakit  belum lagi jadwal magang rumah bidan , KKN trus  dituntut harus selesaikan tugas akhir dalam bentuk asuhan dengan target yang banyak nyaris membuat saya menyerah saja. Bagi sebagian orang biasa tapi menurut saya berat harus kuliah dan adaptasi dengan perbedaan yang  ada. Untunglah selalu teringat slogan yang selalu diajarkan ibu : lautan yang tenang takkan hasilkan nelayan yang tangguh

Hari-hari kuliah sebagian teman diisi dengan remedial dan saya beruntung karena tidak pernah mendapatkannya, sehingga beberapa teman karib malah sering datang kekosan untuk diajarin dengan saya. Sekali lagi saya bukan pintar tapi bersungguh-sungguh, harapannya bisa cepat tamat dan balik ke kampung. Akhirnya masa 3 tahun berlalu kami di wisuda dan alhamdulillah IPK saya lumayan dan berada dibarisan wisuda saya  ditengah-tengah sedangkan teman karib banyak yang dibelakang. Sekali lagi tantangan berat ini mampu diselesaikan dan saya yakin akan ada tantangan lagi dan lagi.  

Lulus kuliah sudah saatnya bekerja dan mulailah kami berlomba mencari pekerjaan, seperti tekad di awal saya bekerja di kampung sehingga berpisah dengan teman-teman. Tahun berlalu teman- teman banyak yang telah meningkat hidupnya menjadi PNS bahkan sudah naik status , yang dulunya sederhana sekarang udah glamor yang paling menyesakkan itu adalah banyak yang telah memiliki anak yang lucu-lucu. Sedangkan saia masih seperti ini honor dan honor saja merasa sangat jauh tertinggal, bukan iri hanya sedih saja.Ujian hidup masih akan terus berlanjut selama nyawa masih di badan dan saya harus bisa lulus untuk itu yang bisa dilakukan mengibur diri sendiri ketika ada perasaan sedih berpendar di hati kemudian bersabar dan berdoa