Status Yang Terpilih Dari Facebook

March 24, 2014

2 jempol untuk pak dhe, tidak pernah kehabisan ide membuat GA  dan  kali ini saya memberanikan diri terjun ke GA yang pak dhe adakan, sebuah kabar baik (he..he). 

 Dahulu saya ajin buka facebook untuk update status, share, langganan info lowker dan  chat. Memasuki tahun 2013 saia kenalan sama blog mulailah menduakan si facebook. Sebuah  GA dengan ide unik yang diadakan pak dhe, akhirnya membuat saia CLBK lagi (he..he) dengan facebook.  Tantangan yang pak dhe berikan adalah memilih status yang  ada di wall Facebook kemudiaan menjadika artikel.
Adapun status yang terpilih adalah 
1. Pada tanggal 12 januari 2012
Cari pasangan itu siap d ajak susah...
Seperti SPBU...
Dg motonya...

kita mulai dari nol yaa...
assiik...
 Saya terinspirasi menulis status ini berdasarkan hasil percakapan dengan teman, dalam pandangan teman itu  mencari pasangan yang paling penting adalah Kaya. Pendidikan bisa dijadikan kategori.  Trus agama ??? no berapa??? teman saya hanya bisa diam saja. 
Cewek matre, celetukan ini sering dialamatkan pada perempuan. Sakit juga tapi itu kenyataan seperti halnya teman saya tadi lebih mengutamakan kekayaan dalam memilih pasangan. Tidak bisa dipungkiri uang merupakan hal yang penting dalam dalam kehidupan.Banyak hubungan berakhir karena uang dan banyak yang terpaksa bertahan dengan pasangannya karen faktor uang .
Menurut saya matre hal yang kurang bagus tapi sebagai perempuan kita harus  realistis, hidup  bisa terasa Kurang bahagia jika tidak ada uang. Kadar kecukupan uang setiap orang berbeda maka daripada itu kita harus bisa menerimanya.
Dalam mencari pasangan sebiknya taat pada agama dan memiliki pekerjaan karena kedua hal ini sangat penting. Ada masanya gaji yang didapatkan dari bekerja tidak mencukupi, disinilah agama bisa mengontrol prilaku kita .
Saat ini sulit menemukan pasangan itu mau diajak hidup susah karena uang sudah mengusai hidup kita. Itulah pesan yang ingin saya sampaikan melalui status tersebut.
Status ini dikomentari dengan bercanda oleh teman saia ridhof satria" tuu lah iyo buk,maisi bbm mulai dr nol,klo dak,knai bogem beko ciek.. Transletnya adalah la iya lah buuk, kalau isi BBM memang mulai dari nol kalau tidak kena bogem mau?
 
2. Pada 15 desember 2011

Yang paling sulit itu adaptasi...
Telalu ramah dianggp over akting...
Diam itu dianggp sobong...
So, gmn baeknya?
Ini adalah curhatan saya di awal masuk kerja, dihari pertama saat  udah kenalan dengan semua pegawai tapi masih ada aja yang resek mencuekin saya. Pembullia an masih saja terjadi dan rasanya nyesak banget loooh. Saya heran dengan mereka yang bangga dengan keSENIORAN  yang mereka miliki, dengan sengaja membully anak baru. Apa tidak pernah merasakan jadi junior, junior selalu takut salah bertindak. Benar-benar menakan jantung tu si senior resek
Sebagai junior saya berusaha mengikuti 'adat" untuk anak baru, mengenalkan diri kepada semua pegawai dari pangkat tertinggi sampai terendah. Tapi pada beberapa orang senior malah sudah uzur berkerja masih saja saya dianggap sombong.Yang lebih terasa menyakitkan dan berbekas dihati saat bersalaman untuk mengenalkan diri  malah ditepisnya tangan  saya oleh salah senior resek itu. Saya diam dianggaap sombong tidak mau bergaul.
Dengan tekat yang kuat saya berusaha bersabar dalam menghadapi mereka dan membuktikan bully tidak akan menghancurkan semangat . Saya berusaha beradaptasi dengan situasi dan sekarang sudah lebih 2 tahun bekerja. Tentang senior resek itu tetap saja seperti itu dikarenakan sifat dan sikapnya memang jelek.  Pesan yang saya ingin sampaikan senioritas tetap ada dan budaya bully tidak memandang institusi
Status saya dikomentari oleh elmaizir " kalau baru2 tu iyo risi kak, kamari bedo........tapi yg namonyo penyesuaian lamo jo lambek ka sasuai senyo tu.......(artinya kalau baru memang rasa risih, serba susah , yang namanya penyesuaian butuh waktu)
Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Blogger Dengan Dua Status di BlogCamp.


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers