Perjalanan Menemukan Niche yang Belum Usai

April 17, 2019

Semakin lama berjalan semakin banyak yang dilihat, semakin lama hidup makin menemukan makna. Artinya perjalanan waktu akan membuat kita menjadi lebih baik.

Nampaknya tidak begitu bagi saya, sudah 9 tahun menjadi narablog progresnya belum kencang. Setidaknya ngak jalan ditempat, kalau diibaratkan motor masih 30 km/jam, masih pelan ya jalannya.

Walaupun begitu ada sedikit kebanggaan, saat blogger belum sebanyak dan se-woy sekarang, saya udah ngeblog.

Yah, dimasa itu menjadikan blog tak ubahnya diary digital, semua curhatan dan tugas kuliah nyampur didalamnya. Belum lagi menambah widget dan animasi yang bikin berat blog. Saat itu blog tak ubahnya tempat asah kreatifitas.

Berjalan waktu memberanikan diri menulis yang 'benar 'dengan ikut kontes. Maksudnya, ketika mengikuti berbagai perlombaan saya akan mencari berbagai refrensi sehingga konten yang dihasilkan memberi nilai kepada pembaca. Hanya itu kemajuan saya sebagai blogger.

Sampai saat ini pun saya masih terombang-ambing menulis. Ketika ikut kontes , blog akan terisi kalau ngak dibiarkan berdebu. Kemudian ikut ODOP demi konsisten menulis dan yang terjadi adalah kebingungan mau menulis apa saking banyaknya topik bahasan. *Ngambang

Harusnya sebagai pemain lama saya ngak perlu merasakan ini kalau punya bahasan (tema) khusus. Istilahnya niche blog.

Niche itu sangat penting tak hanya memudahkan tapi juga mempengaruhi popularitas blog dan sebagai branding. Misalnya ingin masak cepat tinggal cari blog niche kuliner dengan masakan simpel dan ngak makan waktu. Contohnya dapur ngebut.

Keuntungan lain dari niche adalah mendapatkan peluang  penghasilan dari blog. Misalnya suatu agency ingin kerjasama tak jarang mereka mensyaratkan niche tertentu. Seperti halnya saat ada masalah ditelinga kita lebih menyukai langsung berobat ke THT daripada dokter umum.

Segitu pentingnya niche, banyak artikel yang menyarankan untuk memikirkan niche sebelum ngeblog. Menurut saya ngak perlu dulu, lebih baik tulis gado-gado blog atau dikenal dengan lifestyle.

Nah, seiring berjalan waktu kita mempersempit pilihan, melihat artikel mana yang lebih sering/ banyak ditulis. Maka dengan sendirinya niche akan ketemu.

Intinya adalah menulis topik yang disukai dan dipahami. Hal ini akan memudahkan untuk lebih konsisten dalam mengisi blog. Semudah itu? Iya...tapi saya masih bingung sebab memiliki banyak kesukaan.

Jika dilihat lebih jauh didalam blog saya ada bermacam-macam topik. Misalnya promil, zero waste, hidup minimalis dsbnya. Pokoknya semua pengalaman dan informasi itu jadi postingan.

Selain itu postingan juga lebih berwarna dengan mengikuti lomba blog, tapi tidak semua juga dibabat. Saya tetap memilih kontes dengan selektif, kalau rasanya diluar kondisi seperti parenting, movie dsbnya tidak diambil.

Postingan berwarna,terus gimana niche blog? Hmm.. Berarti harus coba langkah kedua yaitu topik bermanfaat.

Salah satu tujuan dari ngeblog adalah memberi manfaat untuk orang.  Buatlah topik yang bermanfaat dan abadi sehingga selalu dicari. Contohnya traveling, kita bisa menulis tentang objek wisata suatu tempat, packing dsbnya.

Membuat niche blog yang menarik agak sulit apalagi yang dilirik banyak orang. Maka dari itu sebelum ketemu tema khusus, yang utama dilakukan adalah membuat konten informatif dan 'ringan'.

Sengaja diberi penekanan dengan bold, untuk penegasan. Tujuan ketika searching di google orang akan menemukan blog sebagai sumber bacaan yang mudah dipahami.Kalau kata mbak Ira menggunakan bahasa membumi.

Kelebihan inilah yang bikin blog diminati dan banyak dikunjungi. Ia tak hanya sebagai media hiburan tapi juga sumber informasi. Tugas seorang narablog mengemasnya dengan kalimat sederhana.

You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers