Seimbangkan Dua Keterampilan ini untuk Sukses di Dunia Kerja

February 20, 2019

Pendidikan luar sekolah di dumet school
Pendidikan mampu memberikan pengaruh, perubahan, dan pertumbuhan bagi kehidupan. Orang terdidik akan berbeda dalam menyikapi berbagai hal termasuk masalah. Ia akan memikirkan segala suatu dari berbagai sudut pandang, bahkan saat ngambil keputusan tidak terburu-buru.

Dalam mengeluarkan pendapatpun orang berpendidikan tidak asal bunyi, ia akan memikirkan dengan seksama sebelum berbicara. Tak mengherankan jika ia mampu memberikan pengaruh pada orang lain.

Di sisi ekonomi pun orang yang berpendidikan dalam dalam mencari kerja cakupannya udah luas, ngak mentok pada satu bidang saja. Bahkan dengan keahlian yang dimilikinya akan dicari orang. Pertanyaan selanjutnya adalah setelah bekerja, bisakah dia bertahan atau betah? Ini penting dibahas sebab dunia kerja itu keras .

Dunia kerja tak hanya butuh keterampilan teknik tapi juga keterampilan abstrak yang bernama soft skill . Keterampilan ini akan muncul seiring waktu dan ketika menghadapi situasi yang berbeda dari biasanya.

Kemajuan teknologi tak mengubah pandangan akan pentingnya soft skill, ia tetap harus ada. Adapun yang kerasa saat teknologi udah dekat dengan kehidupan kita adalah cara menghasilkan uang. Jika dulu ingin pekerjaan layak dengan penghasilan bagus dengan menjadi karyawan atau ASN.

Kini profesi yang berhubungan dengan industri kreatif sedang berkembang dan digandrungi.  Sebelum lanjut,  menurut Kementerian Perdagangan Indonesia industri kreatif berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Kreatifitas adalah hal yang mutlak ada dalam Industri ini , dalam perkembangannya industri kreatif tidak hanya mengandalkan dari manual tapi sudah meluas ke sektor teknologi. Mengikuti perkembangan zaman yang sudah canggih saat ini serba digital.

Di Indonesia Industri Kreatif disebut juga dengan Industri budaya atau ekonomi kreatif. Pernah dengarkan? Industri kreatif bukan hal baru bahkan kini udah jadi bagian dalam kehidupan.

Bidang industri budaya terus bertumbuh menjadi bisnis ekonomi digital sehingga berbagai negara mulai mencanangkan untuk fokus menggarapnya.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan target pada 2020, nilai bisnis ekonomi digital Indonesia mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.730 triliun. Dasarnya adalah hasil survei APJII pada 2016 yang mengungkapkan pengguna internet Indonesia ada 132,7 juta akan terus mengalami peningkatan seiring masih banyaknya masyarakat dan daerah yang akan dipenuhi kebutuhan layanan internetnya.

Contoh bisnis digital yang bertumbuh adalah online shop, maka pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14 soal e-commerce dan melahirkan startup lewat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Bicara e-commerce takkan lepas dari Web Programming dan digital marketing. Kedua bagian ini menjadi bagian dari profesi yang menjanjikan, lihatlah berbagai iklan yang menawarkan jasa web dan digital marketing.

Sebelum terjun dalam profesi ini harus mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.  Sebagian orang menafikan mendapatkan ilmu tak harus dari sekolah , mereka memilih internet . Benar,untuk jaman sekarang apa sih yang tak ada ngak ketemu tapi keberadaan lembaga pendidikan penting.

Mengikuti pendidikan kita ada interaksi dengan gurunya, diajari sampai bisa dan saat ada kendala ngak mentok.  Apalagi untuk bidang Web Master, Web Programming, Digital Marketing dan Graphic Design butuh banget alokasikan waktu, biaya dan tenaga untuk mempelajarinya di sekolah .

Bagaimana jika ngak ngambil sekolah atau kuliah khusus jurusan ini ? Sedangkan kita tertarik pada bidang digital ekonomi kreatif ini.  Tenang, saat ini banyak pendidikan diluar sekolah yang bagus untuk menambah ilmu dan keterampilan.

Pendidikan luar sekolah itu penting diikuti karena  :

1. Dirancang untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan serta pengalaman di luar jalur pendidikan formal

2. Berfungsi sebagai Subtitute maksudnya, sebagai pengganti dari pendidikan sekolah karena ada yang tidak bisa mengikutinya .

3. Berfungsi sebagai Supplement ,penambah pengetahuan dan keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah.

Tuh, sepakat kan ya kursus itu penting  .  Dalam pelaksanaannya pun kegiatan ini tidak terikat oleh ruang dan waktu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja .

Walaupun begitu, kita tak bisa sembarang memilih tempat untuk kursus dibidang desain grafis, website dan digital marketing . Kenapa ? Skill ini menjanjikan untuk hidup hidup layak dan akan memakan biaya besar jika salah pilih tempat akan sia-sia malahan bikin rugi.

Dimanakah tempat kursus yang bagus? Tempatnya di dumet School. Di sini kita ngak perlu ragu akan kualitasnya, buktinya aja mereka udah meluluskan lebih dari 8000 orang dari berbagai status dan profesi. Kelebihan lainnya adalah kita bisa mengatur jadwal kursus dan ngak tergantung jumlah murid. Maksudnya jika yang daftar hanya satu saja kita tetap bisa belajar kok .

Kursus itu ada jangka waktu kan ? Dumet ngak menerapkannya, kita akan diajari sampai bisa dan jika udah luluspun akan disuport dengan gratis untuk Konsultasi .

Bagaimana? Udah sepakatkan, kesuksesan tidak selalu berangkat dari pendidikan formal . Walaupun bagitu, harus ada keseimbangan antara soft skill dan hard skill .

Hard skill didapatkan dari jenjang pendidikan baik itu disekolah atau luar sekolah(kursus) , sedangkan soft skill merupakan keterampilan sesorang saat berhubungan dengan orang lain dan keterampilan untuk mengatur dirinya sendiri untuk berkembang jadi lebih baik. Penting untuk diseimbang kan!

Malahan ya , kini menurut riset dari linkedln 57% perusahaan besar seperti facebook dan google lebih mentingin soft skill dari hard skill. Alasannya adalah kemampuan teknik akan membuat sesorang diterima tapi kemampuan soft seperti mampu bekerja dalam tim, mau belajar, pekerja keras ,menajemen waktu ,kolaborasi ngak semua orang ada .

Jadi jika mau sukses dibidang digital dengan kursus di dumet school sedangkan untuk melatih soft skill dengan membaca buku manajemen, ikut seminar menajemen serta senang berinteraksi dengan orang lain.

Sumber:

https://indosatooredoo.com/id/business/insight/perkembangan-ekonomi-digital-di-indonesia-dan-dunia

 http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/4/2018/13930/4-soft-skills-zaman-sekarang-yang-paling-dicari

You Might Also Like

0 komentar

yang diikuti

Blogger Perempuan
Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers