Cara Mudah Mewujudkan #HelpfulPlace Bagi Pasangan Baru

May 02, 2017

Rumah bagi kami tak sekedar sebuah bangunan untuk berlindung dari hujan panas atau tempat pelepas lelah semata. Nilainya lebih dari itu, rumah merupakan tempat cinta mulai bertumbuh, tempat untuk mendukung satu sama lain dan awal dari membangun impian . Terdengar klasik bagi sebagian orang tapi tidak bagi kami. Di bangunan ini kami belajar mencintai, menghormati dan berbagi. 

Kami mulai menyusun mimpi dan komitmen dirumah. Terlambat bukan? Mau bagaimana lagi, begitulah kalau menikah tanpa pacaran. Tak bisa langsung, harus berproses dulu. Mengenal karakter, menghilangkan jarak (rasa sungkan) sembari belajar cinta. Pas banget dengan ungkapan selamat menempuh hidup baru, semuanya benar-benar baru.  

Seminggu setelah menikah kami merantau, lebih tepatnya saya mengikuti suami dan saat itu benar-benar terasa memulai kehidupan baru. Berdua saja dengannya, jauh dari orang tua dan tak ada sanak saudara. Sebuah keterasingan.

Ditempat kerja suami, kami mendapatkan rumah tinggal. Sistemnya digunakan sampai pensiun tanpa membayar sepeserpun. Hanya listrik dan air itu pun subsidi. Tagihannya ngak pernah membengkak padahal penggunaan aktif listrik (kipas meyala 24 jam, lampu sering lupa dimatikan, televisi menyala hampir 12 jam).
 
Beruntungnya, setelah menikah kami tidak menunggu lama untuk mendapatkan rumah tersebut. Ada berbagai tipe rumahnya yaitu 36, 45, 54 dan 60. Kami menempati rumah tipe 45. Lega ruangannya sehingga bisa dimasukkan berbagai furniture. Sayangnya kami memilih membiarkan open space, minim perabotan. Berbeda dengan orang lain sibuk memadatkan rumahnya. 

Alasannya agar pandangan bisa bebas disetiap sudut rumah tanpa terhalang oleh tingginya lemari atau kursi yang berjejer. Selain itu berat diongkos membawa perabotan. Coba bayangkan berapa rupiah yang akan  dikeluarkan kalau membawa semuanya keluar provinsi.

Saat berkunjung ke tempat tetangga barulah terasa betapa kami ini orang yang santai. Maksudnya tidak ada terusik dengan isi rumah tetangga yang wah. 
Prinsip kami isi(perabotan) tak penting , rumah nyaman itu yang utama. Berbagai cara dilakukan orang untuk mendapatkan #Helpfulplace. Bahkan sampai mengeluarkan jutaan rupiah.


Tidak akan masalah menata rumah jika mempunyai ukuran besar, tapi bagaimana dengan rumah dinas. Luasnya yang standar dengan aturan yang tidak membolehkan ubah warna cat.
Salah penempatan akan membuat rumah terkesan sempit dan ini berpengaruh terhadap pikiran. Rancangan masa depan tidak akan terealisasi jika #HelpfulPlace  tidak tercipta. 


Minimalis perabotan akan membuat rumah nyaman. Adapun perabotan yang kami miliki seperti : TV, kulkas, rak piring ,lemari pakaian. Bagaimana jika ada yang bertamu? Kami akan lesehan di karpet, untuk menghidupkan suasana karpet harus ramai motifnya. 

Warna dinding putih akan hidup berkat lukisan kaligrafi dan gorden. Bunga juga bisa membuat suasana berbeda. Jika menyukai bunga yang tidak berbunga(dominan hijau),maka pilih pot berwarna.

Hal lain yang harus diperhatikan #helpfulplace adalah penerangan cukup, tidak pengap dan tidak berbau. Sesederhana itu 

You Might Also Like

0 komentar

Hai... silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve ya...
terima kasih udah berkunjung

KSB

yang diikuti

Blogger Perempuan
Indonesia hijab blogger

Like us on Facebook

Total Pageviews

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers