Bersahabat dengan Obat Ketika Promil

November 07, 2016


Setiap mau minum obat akan terjadi drama yang melibatkan banyak orang . Masing-masing orang mengambil posisi untuk memegang kaki dan tangan . Ada juga yang harus memasukkan obat gerusan kedalam mulut yang terkatup. Itulah drama klasik saat saya sakit, merepotkan banyak orang demi bisa minum obat .*serem ya 
Ketika masa SD tidak perlu extrim seperti itu minum obat .Saya diawasi dan ditanya lagi apakah sudah minum obat.  Kepala menganggu pertanda iya. Kenyataannya obat sudah bersemanyam dalam tempat sampah.

Obat,jamu dan sesuatu yang pahit saya hindari selagi bisa .Buah yang abu-abu ,maksudnya kemungkinan asam saat sayasaya mencicipi sedangkan disaat yang sama orang lain  mendapatkan rasa manis tidak akan pernah disentuh .

Padahal tidak selamanya yang pahit dan asam itu buruk .Saya udah mundur duluan jika ketemu hal ini. Mungkin, jamu dan buah bisa acuhkan keberadaannya. Bagaimana dengan obat ? Ngak mungkin saya harus musuhan teruskan ?

Saat dewasa saya masih sulit minum obat . Bedanya saya tidak membuang ke tong sampah , Ia akan  dikonsumsi tapi menjadi alternatif terakhir jika tak jua sembuh.  

Ketika sakit saya akan meningkatkan porsi istirahat dan minum air putih . Tidak mau sembarang makan,mencukupi kebutuhan buah dan sayur.  Intinya mengandalkan imunitas .

Apakah berhasil ? Kadang bisa, tapi jika harus minum obat juga demi kesembuhan saya tidak pernah tuntas .Jika sudah mendingan sedikit obat akan stop. Dalam riwayat penyembuhan akan ada obat yang tercecer tidak diminum.

Hal yang paling susah adalah antibiotik ,jenis obat ini harus  diminum sampai habis. Terjadi juga, antibiotikpun tidak pernah habis saya tenggak  ado nan tasiso

Tidak selamanya saya harus musuhan dengan obat, ada keadaan saya harus mengkomsumsi obat secara rutin demi mencapai tujuan yang diinginkan. Itu terjadi sekarang setelah menikah .

Maunya, setelah syah langsung diberi anugrah terbesar, tapi kenyataan tidak seperti itu.

Baca: cerita Indah saat memulai hidup dari nol

Ada rasa sedih dan cemas, apakah saya baik-baik saja? Apalagi grasak-grusk pertanyaan udah "isi belum".

Ya ampun ini baru beberapa Bulan loh ya . Gak semua orang bisa dapat paket expres .

Baca: Merdeka dari pertanyaan kapan

Kami berusaha terutama saya agar si buah hati hadir diantara kami .Adapun usahanya sebagai berikut :
  1. Berhenti bekerja karena tidak mau stress dan kecapeaan
  2. Istirahat cukup baik itu siang dan malam
  3. olahraga ringan seperti berjalan keliling komplek .Kalau lagi malas atau hujan squad di rumah .
  4. makan yang sehat dari pengolahan dan pemilihan bahan .Memasak dirumah dengan asumsi lebih terjamin kebersihan dan menghindari MSG. Selain itu saya mengurangi makanan manis, asin dan lemak
  5.  Banyak mengkomsumsi sayuran dan buah-buahan, keduanya tidak saya suka tapi karena program kehamilan harus dilakukan. Kecambah/ toge menjadi menu wajib .Bahkan seminggu sampai 4 kali mengkonsumsinya,akhir-akhir ini sampai pada tahap eneg melihat toge belum sampe makannya. 
  6. mencatat  jadwal menstruasi dengan tujuan mengetahui silkus sehingga bisa mengitung masa subur. 
  7. Minum segala sesuatu yang berhubungan dengan kesuburan seperti habatus saudah,,teh hijau daun pegagan dsb. Asalkan ada kata kesuburan maka saya akan meminumnya


pada bulan ke 5  akhirnya memutuskan mengikuti promil.Dokter sedikit heran karena belum sampai setengah tahun saya sudah promil. Apakah saya tidak sabar? entahlah. 


Mungkin untuk hal lain saya bisa tak ambil pusing ,berbeda dengan kehamilan. Pertanyaan sudah isi seolah menjadi tekanan. Jujur ya ... Jika ngak ada yang resek saya enjoy pacaran dulu . Jika dalam masa itu kami diberi buah hati ,alhamdulillah . 


Hal lain yang buat saya segera program adalah takut mempunyai  anak dalam masa beresiko. Umur 35 tahun perempuan hendaknya tidak lagi melahirkan anak. 

Promil itu melibatkan 2 belah pihak, sehingga perlu juga memperhatikan keadaan si uda. Hal yang dilakukan oleh uda dalam promil sebenarnya sama dengan saya .Ya. .Iyalah,tapi ada tambahannya yaitu mengurangi begadang dan merokok.

Kedua ini sudah dari jaman bujang dan setelah menikah sudah berkurang. Sejak promil jam tidur dipercepat dan rokok dibatasi . Sebungkus sehari kini menjadi sebungkus untuk 4 hari .*Lumayan

Tidak terasa sudah 2 bulan saya mengikuti promil ini, Mulai bakawan dengan obat/vitamin. Ini berat ....Seberat rindu dilan kepada milea.

Manusia harus berusaha untuk mencapai keinginannya dan saya melakukannya dengan cara minum obat/ vitamin rutin yang diberikan dokter kandungan dan menjaga pola hidup. Selain itu jangan lupakan berdoa memohon kepada si pemberi keputusan untuk memberikan kami kepercayaan.  

You Might Also Like

2 komentar

  1. semangat yaaa..semoga programnya berhasil :)

    Btw, ikutan GA aku tentang kampanye kesadaran akan bahaya kanker payudara yuk. Cek di blogku ya..Hadiahnya jutaan Rupiah dan banyak lagi :), sampai tanggal 10 November ini :)

    ReplyDelete

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Iblogmarket

IBX5A99EA8C4DE69

Like us on Facebook

blogger muslimah

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers