Menjadikan Orangtua Bahagia di Hari Tua

May 30, 2016


Mak ada merupakan penghuni tertua di kampung kami, usia yang merangkak tua tidak menyurutkan langkahnya berjalan. Dalam sehari mak ada bisa berjalan beberapa kali mengitari jalan raya, kadangkala tanpa tujuan lebih tepatnya untuk menyalurkan hobi berjalannya. Saking hobinya ada yang memanggil dengan sebutan gaek palala(orangtua yang tidak betah berada disuatu tempat). Beberapa saudaranya telah melarang tapi tubuh ringkih dengan bau menyengat itu tidak peduli, baginya berjalan merupakan sebuah kebutuhan. Ada kebahagiaan tersendiri saat melewati sudut kampung.



Mak ada adalah seorang janda dengan anak yang telah memilik keluarga dan mereka tinggal terpisah, tapi jarak rumah mereka tidak terlalau jauh . Sayangnya anak tidak peduli membiarakan mak bergelimang dengan kotorannya.  Semenjak pikun ditambah mata yang telah rabun membuat keadaanya yang keadaan makin parah saja, rumah kecil mak telah berubah menjadi sebuah toilet umum. Ketika ada keinginan Bab dan Bak mak mengeluarkan saja dimana terasa.  Miris mendengarnya tapi begitulah siklus hidup seseorang dari anak-anak dewasa tua dan kembali ke anak-anak lagi.  Sebenarnya siklus ini banyak yang tau tapi kurangnya bakti menyebabkan banyak anak tidak peduli, dengan tega membiarkan orangtua menderita. 

Beruntungnya ada anak kakak mak ada yang mau berbuat baik dengan membersihkan tubuh mak minimal seminggu 3 kali, kalau tidak entah apa jadinya. Untuk makan pun ada orang yang berbaik hati memberinya entah sampai kapan kebaikan itu akan bertahan. Itulah sekelumit cerita dihari tua mak ada, saya yakin banyak cerita lain dengan tema sama yang menyesakkan hati. 

Ketika anak telah merasa gagah dalam segala hal atau status ekonomi yang memburuk melupakan orangtuanya. Intinya ketika miskin dan kaya lupa dengan kebaikan orangtua. Kesibukan membuat anak menitipkan orangtuanya dan mengangap akan membuat repot dan tidak bisa mengurusnya. Atau beban ekonomi yang berat dan melakukan pengurangan biaya dengan mengucilkan orangtua membiarkannya sendiri. Ada juga yang memelihara orangtua tapi tidak dengan maksimal memberikan fasilitas seperti diberikan kamar di belakang. Semakin lama kerentaan makin mengejar orangtua. 

Jujur  ya, kesendirian itu menyakitkan, menghabiskan menit demi menit berlalu sambil berharap datang sebuah cinta apalagi jika itu dilakukan oleh orang terkasih. Rasanya nyesak banget

Berikanlah kebahagian kepada orangtua dihari tuanya, bukankah kita punya anak dan coba rasakan jika anak yang disayangi menyiakan dihari tua. Ingat setiap perbuatan akan dibalas, atau biasa disebut hukum karma. Tidak banyak yang diminta oleh orang tua sebenarnya cukup sayangi dan beri nafkah kepadanya terutama ketika dihari

Orangtuapun banyak yang tidak suka tinggal bersama anaknya apalagi si anak, berikan saja sebuah rumah minimalis dan lengkapi fasilitas dihari tua sesuai dengan kemampuan si anak seperti adanya ART untuk orangtua. Rumah minimalis yang diberikan kepada orangtua haruslah rumah sehat , tapi tidak semua orang memiliki uang berlebih untuk bisa memberikan orangtuamya rumah. Ada cara lain yaitu dengan dengan kredit/ mencicil . Cara kredit ini ternyata sudah alami kemajuan seiring dengan perkembangan teknologi internet, dikenal dengan nama KPR (kredit pengajuan rumah ) online. KPR ini bekerjasama dengan bank-bank  yang ada di Indonesia melalui Cek aja.com

Memberikan kebahagian kepada orangtua dihari tua dengan cara berilah rumah yang nyaman dan berdekatan kalau bisa bertetangga dengan orangtua, sehingga ketika terjadi sesuatu pada orangtua bisa cepat tahu. Mari bahagiakan orangtua dihari tua supaya kita bisa dibahagiakan anak juga dihari tua
ini adalah kontes menulis cekaja.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers