Keberadaan Android Dalam Keluarga

November 13, 2017

Saya selalu berpikir bagaimanakah jika berada dijaman surat menjadi satu-satunya alat komunikasi.
Berapa lamakah rindu harus ditabung untuk menanti surat balasannya?  Atau berapa lama menanti datangnya surat sehingga seolah bisa berbicara dan menatap si pengirim surat walau dari selembar kertas. Bukannya apa-apa saya hidup dijaman wartel menjamur sehingga tidak bisa merasakan sensasi dari surat.

Jika melihat kebelakang saya merasakan betapa sulitnya hidup tanpa komunikasi yang cepat. Zaman pemilik telpon masih bisa dihitung jari saja saya merasakan sulit jika ada hal penting yang harus dijawab dengan segera. Berlari ke wartel dan titip pesan kepada pemilik telpon unruk bisa disampaikan kepada sasaran. Habis itu menunggu dengan gelisah
Jawabannya.

Perkembangan zaman berputar dengan pesat telponpun ditinggalkan dan orang beralih kepada sms. Sedikit kelegaan karena tidak harus antri di wartel ,dompet tidak harus bocor untuk biaya telpon dan yang pasti semua pertanyaan,kerinduan bisa dengan cepat direspon.  Ada rasa tenang saat sms dibalas dengan segera dan sesekali menelpon melalui Hp.

Puncaknya adalah saat HP ANDROID lahir, semua permasalahan seolah lenyap. HP Android menjadi solusi sebab mampu memberikan kemudahan bagi pemakainya.

Berbagai aplikasi lahir demi memisahkan kehidupan dan kesemuanya harus menginduk dengan android. Sms kian ditinggalkan orang lebih menyukai aplikasi yang bisa mengirim gambar, suara bahkan video call.

Ketika saya ingin mendengar kabar orangtua tak perlu lagi mengetik sms dengan karakter yang panjang bahkan berusah menyingkatnya demi menghemat pulsa.

Saya cukup video call saja wajah orang terkasih bisa dilihat, bahkan kondisi kesehatannya bisa diketahui dengan segera. Tak ada yang bisa ditutupi semenjak menggunakan video call.

Dulu saya perlu menebak kondisi kesehatan dari suara atau merasa mereka sehat saja berdasarkan smsnya.

Tak salah jika HP android menjadi kebutuhan orang dan saya merasakannya. Minimal setiap keluarga memiliki 2 hp android, agar komunikasi bisa lancar. Satu untuk orangtua dan dan anak, jika memiliki anak tunggal. Bagaimana jika anaknya banyak ,maka hp android pun disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.


Ini terjadi dikeluarga kami, saya dan adik-adik merantau sehingga terpisah dengan orangtua. Kami berada dikota yang jauh jarak sehingga tidak bisa saling pinjam bukan? Hal ini memaksa orangtua harus belajar menggunakan gadget yang agak ribet dibandingkan hp biasa.

Selain untuk perpesanan Android juga bisa untuk melakukan pembayaran, belanja online, penunjuk arah, dsbnya. Berbagai kemudahan mucul sejak android lahir, sehingga berbagai macam Hp android lahir.

Memiliki budget rendah bukan halangan memiliki hp android. Berbagai merek dengan harga murah bisa didapatkan dan ini terjadi pada keluarga kami.

Dimulai dari Android high end sampai Middle-level bisa ditemukan dirumah kami. Adapun perbedaan ini terjadi berdasarkan daya beli, selepas kuliah kami mulai paham tentang gadget dan mulai membeli tingkatan tertinggi. Intinya asalkan android sudah bisa memudahkan kehidupan seperti untuk aplikasi perpesanan maka itu sudah cukup dan keberadaannya penting dalam sebuah keluarga.


You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers