Monday, 7 August 2017

Tidak Sekedar Menjadi Citizen Journalism DiAtmago


Memilih untuk berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis pada masa sekarang ini tidaklah harus menyelesaikan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi seperti smartphone.
Jurnalis tak perlu membawa peralatan perangnya saat akan meliput berita. Tidak perlu ribet , cukup siapkan baterai full, aplikasi editing dan paket data. Begitu mudah bukan untuk menyampaikan suatu kejadian.


Jika disimpulkan, setiap orang bisa menjadi jurnalis. Lebih tepatnya adalah citizen journalism atau jurnalis warga. Kegiatan citizen jurnalis pada prinsipnya sama yaitu kumpulkan , edit dan siarkan suatu peristiwa. Perbedaanya terletak pada profesionalisme,  sebab disini yang berperan aktif adalah masyarakat.


Tipe jurnalis dalam bentuk citizen ini telah menjadi tren,  bahkan mereka menjadi elemen ke10 dalam buku karya biil kovach dan tom rosenthial. Sebab keberadaan mereka memberikan dampak besar,berbagai berita terutama dalam skala kecil  yang sering terlewatkan oleh media besar bisa disampaikan dengan cepat. Dan untuk daerah yang sulit dicapai bisa mencegah berita yang terlewatkan.


Kita sepakat keberadaan citizen jurnalis penting,  mereka merupakan sumber informasi yang utama dalam suatu kejadian selain jurnalistik lainnya. Contohnya adalah saat terjadi bencana alam di suatu daerah, saat yang lain baru meraba citizen jurnalis telah bergerak cepat.


Tanpa ada yang memerintahkan mereka akan mengabarkan keseluruh antero negeri tanpa berpikir keuntungan finansial. Ini disebabkan oleh keinginan untuk sharing. Membantu meringankan beban korban bencana dan berharap pihak terkait membantu. Upaya yang bagus tapi apakah itu sudah cukup?


Tidak... Masalah belum selesai untuk bisa menyalurkan bantuan perlu proses dan memakan waktu. Biasanya bantuan akan lambat datang. Begitulah nasib korban bencana.


Aksi cepat tanggap sangat dibutuhkan dalam suatu bencana dan itu terjadi jika daerah terdekat yang melakukannya bukan? Atau ada wadah yang menaungi untuk melakukan aksi.

Permasalahan klasik  adalah daerah terdekatpun baru akan bersiap untuk mengulurkan tangan. Apakah kita akan terjebak dengan keadaan seperti ini terus menerus?


Andai dalam suatu wilayah ada wadah yang mampu menyelesaikan semua kesulitan dengan cepat dalam arti mandiri memberikan bantuan. Dan itu akan terjadi jika ada atmago

Kenalan dengan atmago


Atmago merupakan Organisasi nirbala yang bermarkas di California. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan memberdayakan masyarakat  disuatu tempat untuk menyelesaikan masalah sendiri.  Hal ini sesuai dengan slogan mereka dari warga untuk warga itu sendiri.


Atmago merupakan suatu aplikasi dengan konsep sederhana yaitu pengguna bisa berbagi masalah  yang ada dilingkungan dan pengguna lain mampu menawarkan solusi.


Atmago berbeda dengan sosial media lainya yang hanya satu arah (sharing no solusi). Disini sangat diharapkan kemandirian dari kelompok masyarakat lain untuk bantu selesaikan masalah.


Permasalahan akan selesai jika bekerjasama dan atmago menghadirkan komunitas. Kita diminta untuk peduli dalam mengatasi masalah dan untuk itu perlu terlibat dalam komunitas dalam wilayah yang sama.


Aplikasi ini layak diunduh sebab memiliki banyak kelebihan,  yaitu sebagai berikut :
1. ringan dan rendah bandwith. Aplikasi ini tidak memakan banyak internal dan mudah dibuka sehingga tidak menyedot banyak kuota.

2. tampilannya sederhana sehingga memudahkan setiap orang untuk mengakses.

Unduh aplikasi dan untuk memudahkan masuk dengan facebook.
Setelah itu tinggal tulis  pesan yang ingin disampaikan serta beri kategori apakah berita, aduan, loker atau acara.
Biar lebih menyakinkan masukkan foto, katanya no foto itu hoak.

3.Untuk mencegah penipuan atmago juga menampilkan nama citizen jurnalisnya. Oh iya..  Semua orang bisa bergabung dengan batasan usia 18 tahun

4.selain untuk melaporkan masalah, dan berbagi solusi. Atmago juga bisa untuk mencari pekerjaan,jual beli barang dengan orang dipercayai

5.Semua masalah umum dengan tujuan untuk perbaikan lingkungan untuk bisa dilaporkan di sini. Berharap ada anggota lain yang punya solusi untuk masalah tersebut.

6.Dilengkapi dengan peta dan lokasi.  Ini memudahkan bagi sesama anggota komunitas untuk bertemu.

Kekurangan yang terasa adalah atmago hanya ada dibeberapa kota saja, mungkin karena kota memiliki banyak permasalahan.  Kedepannya saya berharap semua daerah di Indonesia bisa dijangkau oleh atmago. 

Kita tidak akan menjadi orang yang autis ketika berada di sosial media. Sebab atmago berbeda dengan sosial media lainnya,  ia tak sekedar share semata tapi ada aksi nyata.

Hidup akan ada peningkatan yang berarti saat berada di atmago sebab disini kita tidak hanya menjadi citizen journalis semata.

Yuk cari komunitas atmago didaerahmu, sebab ini menjadikan semangat gotong royong tetap hidup. Bukankah bersama kita bisa untuk melakukan perubahan.


No comments :

Post a Comment