Berbagai Persiapan Saya Menghadapi Puasa

July 07, 2017

Ramadhan merupakan bulan yang begitu istimewa sebab setan dibelenggu tapi hal yang terjadi adalah banyak dari kita yang kalah. Jangankan menangguk pahala yang berlimpah, yang terjadi adalah tidak ada perubahan signifikan dari amalan.
Berbagai peluang yang dapat menangguk pahala lewat begitu saja. Akhirnya bulan istimewa ini berlalu begitu saja karena kalah melakukan pertarungan dengan diri sendiri. Hal ini sangat menyakitkan dan harapan untuk menjadi fitri tidak tercapai.

Sebelum hal itu terjadi perlu menyusun perencanaan untuk optimalisasi Ramadhan..Optimalisasi ini dengan cara mempersiapkan 4 hal jauh hari sebelum puasa, adapun persiapan itu meliputi : 
1.    Persiapkan keimanan
Memulai persiapan ini paling sulit dilakukan sebab setan selalu menggoda dan alasan tidak ada waktu. Persiapan keimanan yang bisa dilakuan dengan cara mengendalikan diri dari hal maksiat, rajin mendengar ceramah. Selain itu yang harus dilakukan adalah meminta maaf pada orang seperti orangtua, pasangan, tetangga dan intinya pada semua orang. Bukankah kita ingin jadi fitri terhapus dari semua kesalahan seolah seperti bayi baru lahir.

2.    Persiapan jasmani
Kebaikan yang dilakukan selama ramadhan akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Ibadah sunah saja pahalanya besar apalagi yang wajib. Jadi sangat sayang jika masa sebulan ini kondisi tubuh tidak fit, untuk mencegahnya lakukan persiapan fisik seperti olahraga dan tidur cukup. 
Biasanya puasa tuo/awal terasa berat karena tubuh tidak terbiasa menahan lapar berat, untuk itu lebih baik sebelum ramdahan biasakan melakukan puasa sunah. 

3.    Persiapan ilmu
Pengetahuan sangat penting termasuk dalam beribadah, tidak mau kan semua amalan percuma alias tidak ada pahalanya dan untuk itu perlu dilakukan persiapan ilmu dengan cara mendengarkan pengajian dan membaca buku keagamaan

4.    Persiapan harta
persiapan harta yang dilakukan seperti menyiapkan uang untuk berbuka puasa, sedekah. 
 
Selain 4 hal diatas saya juga menyambut ramadhan dengan membeli mukena baru, tidaklah adil hampir setiap tahun membeli pakaian tapi mukena hanya akan berganti saat sudah sudah jelek. Kita memiliki banyak pakaian dan sering bergantian sedangkan mukena hanya 1 saja dan dipakai untuk 5 kali sehari. Belum lagi ditambah dengan ibadah sholat sunat, jika dibandingkan dengan  1 pakaian dengan mukena  maka mukena lebih sering terpakai. 

Pemakaian mukena hanya sebentar tapi sering berbau karena lembab dan akan sering dicuci akibatnya tampilannya menjadi lusuh.  Sangat mudah menilai sesorang dengan tampilannya bukan, pandangan akan sedikit low saat sesorang lusuh. Menghindari hal itu kita akan membeli pakaian baru bukan, kenapa hal ini tidak berlaku pada mukena? 

Mukena itu merupakan perlengkapan sholat untuk menghadap Allah, kenapa tidak digunakan yang bagus? Jika tidak bisa membeli baju saat lebaran tidak apa tapi tidak membeli mukena rasanya sungguh terlalu. 

Mukena merupakan perlengkapan sholat muslimah  khas Indonesia, sebab merupakan adaptasi pada masa wali. Dizaman itu busana yang digunakan adalah kemben yang memperlihatkan dada bagian atas sampai dengan kepala .Dibeberapa daerah mukena dikenal dengan nama telakung, kecubung dsbnya. 

Salah satu syarat sahnya sholat adalah menutup aurat, tidak ada keharusan dengan menggunakan mukena. Pakaian apa saja harus bersih dari noda dan mampu menyembunyikan aurat dan mencegah terlihat warna kulit (tidak transparan) itu bisa untuk sholat. Jadi tidak mengherankan jika di negara timur tengah muslimah shalat dengan burkoh/abaya. 

Perkembangan mode busana muslim yang pesat ternyata memberi imbas pada mukena. Berbagai motif/ corak , warna dan bahan mukena beredar dipasaran. Bahkan sudah ada mukena fashion syari, mukenanya simpel seperti gamis . 

Mukena hari ini tidak terbatas pada kain putih yang polos. Sebagaian orang menyukai mukena berwarna dengan berbagai motif dan dalam islam tidak ada larangan dengan catatan tidak untuk untuk menarik perhatian yang bertujuan untuk membuat sombong . 

Walaupun begitu saya menyukai mukena yang simpel dengan warna tidak mencolok. Sebab warna cerah atau warna -warni akan mengundang perhatian orang. 


Mukena ini terbuat dari katun paris dengan 3 pilihan warna pada bordirnya dan dihiasi manik swaroski. Saya memilih warna biru yang menenangkan. 

Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan untuk tidak memakai pakaian syuhrah 

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan An Nasai)

Maksud hadis diatas adalah , seseorang tidak boleh memakai pakaian yang sangat bagus dan indah, sampai mengundang perhatian banyak orang. Atau memakai pakaian yang sangat jelek –lusuh-, sampai mengundang perhatian banyak orang. Yang pertama, sebabnya karena berlebihan sementara yang kedua karena menunjukkan sikap terlalu pelit.

Inilah persiapan yang saya lakukan untuk menjelang puasa ramadhan. Membeli Mukena untuk menyemarakkan tarawih selama ramdhan dan untuk mendapatkannya di  elevania . Berbagai keperluan ada di sini termasuk untuk lebaran. Saya tertarik membeli mukena, kalau teman pasti ada yang ingin dibeli yuk ke elevania saja . 

Barang yang dijual disini murah bahkan jika sudah masuk tanggal 11 itu saat yang tepat untuk belanja, selain itu berbagai voucher juga ada. Mau randeem pun bisa  atau ingin beli barang yang mahal bisa dicicil kok.

You Might Also Like

1 comments

  1. Betul mbak, mukenanya yg sederhana sj. Jgn sampai mengundang perhatian orang, nanti dikira sombong

    ReplyDelete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers