Tuesday, 13 June 2017

Perbedaan Ngabuburit Dulu Dan Sekarang

"Ayo...  Tidur siang dulu! Nanti  sore kita mau raun (jalan sore)". Itulah pengumuman ayah yang selalu dinanti.
Raun sore merupakan rutinitas setiap tahunnya dibulan Ramadhan. Walaupun tidak full selama sebulan, kebahagiaan itu tetap terasa. Raun akan selalu menjadi sebuah kenangan Indah.

Raun berguna untuk mengalihkan perhatian saat berpuasa, dari pada merengek lapar dan haus atau memandang jam terus menerus. Bukankah lebih baik dilengahkan dan itu perlu sebuah trik untuk bisa menfulkan puasa.

Menahan lapar dan haus seharian sangatlah berat bagi anak kecil. Trik yang bisa dilakukan adalah tidur siang pada tengah hari dan raun sore sambil menunggu waktu berbuka.

Tidak harus jauh jaraknya,mengisi bensin ke pertamina saja sudah membuat senang hati. Asalkan sudah naik motor itu sudah cukup.  Kalau lagi ada uang kami membeli bukaan di pasar ramadhan.  #bahagiaitusederhana

Selain raun, cara melengah puasa dengan bertandang sore hari ke tempat teman. Kami main bersama tapi yang tidak menguras energi. Seperti main congklak, ular tangga dsb

Ternyata,  kebiasaan kami itu bernama ngabuburit. Zaman saya kecil istilah ini tidak khas ditelinga. #ketahuanumur

Keberadaan televisi membuat ngabuburit menjadi sebuah budaya dimasyarakat. Jika hari ini kita menyebut kata ngabuburit, semua orang bisa memahaminya, padahal ia bukan bahasa Indonesia. Ramadhan seolah tak lengkap tanpanya.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa sunda. Asal katanya "burit" yang berarti sore,  senja atau jelang malam. Jika diartikan adalah menunggu atau habiskan waktu sampai berbuka.
Sebenarnya, hari lain(diluar ramadhan) ngabuburit bisa tetap dilakukan.

Dalam islam tidak ada ngabuburit. Jika ingin melakukannya boleh saja asalkan jangan sampai merusak puasa. Dan jangan sampai menyiakan waktu yang mulia pada Bulan ramadhan. Banyak didengar anak muda yang kongko tak jelas bahkan ada yang ikutan balapan liar.

Banyak kegiatan postif yang bisa dilakukan saat ngabuburit seperti:
1. Membaca alquran
Pahala membaca alquran dibulan ramadhan berlipat ganda ,bahkan 1 huruf saja bisa mencapai 10 kali lipat. Kesempatan yang Bagus untuk menabung pahala. Tidak jarang ini menjadi moment untuk khatam alquran. Pasang target minimal khatam 1  kali selama ramadhan.

2. Mendengar pengajian
Jam pengajian sangat banyak dari biasanya dan ini kesempatan bagus untuk menambah pengetahuan.  Semoga iman makin tebal ya

3.Olahraga
Sebulan tubuh makan dan tidur saja dengan alasan puasa bikin lemas. Kadang kita sering menerapkan pola yang tak sehat contohnya penikmat manis.  Atau penimbun makanan dalam tubuh, apa jadinya? Yuk olahraga beberapa menit jelang berbuka

4.menyiram tanaman
Ramadhan akan memupuk Kasih sayang termasuk pada tanaman. Kita bisa makan dan minum setelah berbuka,  kalau tanaman akan mendapatkan kesemua itu jika ada yang sengaja memberinya. Puasa membuat kita peka dengan rasa lapar dan haus.

5.Melakukan kegiatan yang tidak sempat dilakukan diluar ramadhan seperti belajar memasak, belajar ngevlog , ngecraft dsbny.

6.berjualan takjil
Lumayan untuk tambahan lebaran

7.mengantar bukaan untuk suami.

Ini menjadi ngabuburit rutin saya diluar ramadhan,  setiap sore mengantar makanan ke pabrik. Bersama dengan para istri lain kami menunggu suami tercinta didepan gerbang.

Umur bertambah maka ngabuburit pun begitu, akan selalu ada dalam kehidupan terutama selama Ramadhan. Tidak ada larangan dalam melakukannya tapi akan lebih baik jika diisi dengan hal positif.

Ngabuburit saya masih sama dengan masa kecil yaitu raun , tapi perbedaanya adalah sekarang rutin dilakukan dan semoga berpahala.




No comments :

Post a Comment