Tuesday, 14 February 2017

Membangun Smart City dengan Teknologi Informasi

Tantangan yang pasti dihadapi suatu kota adalah penambahan penduduk yang meningkat  akibat kelahiran dan terjadinya urbanisasi. Dua hal yang selalu terjadi pada kota tersebut akan memberi  dampak yang dirasakan seperti jalanan semakin padat, polusi makin berat, lahan makin sempit, sampah makin banyak, kebutuhan listrik makin besar, kunjungan terhadap pelayanan publik makin ramai dsb.

Ini merupakan masalah besar yang harus ditangani dengan segera dan untuk itu diperlukan perawatan kota yang menyeluruh, disain kota yang pintar dengan memperhatikan produktivitas penduduknya  dan pemakain teknologi yang terpadu. Teknologi terpadu yang dimaksud seperti sensor ultra-low power, jaringan nirkabel, aplikasi berbasis web dan mobile.

Teknologi yang terpadu ini akan melahirkan solusi bernama smart city(kota pintar). Smart city merupakan sebuah konsep kota pintar yang dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya sehingga bisa mengantisipasi kejadian yang tak terduga. Contohnya  bisa memprediksi banjir, tindakan kejahatan dsbnya.

Harapan besar ditaruh pada smart city adalah berbagai masalah yang  ada dikota tersebut bisa dipecahkan secara efektif dan efisien, sehingga kota cerdas yang tertata dengan berbagai informasi bisa  didapatkan secara mudah.  Cukup dengan membuka aplikasi yang berhubungan melalui komputer atau smrtphone maka semua informasi secara langsung dan terintegrasi menjadi jelas.

Smart city itu akan menjadi lebih maksimal jika kita menggunakan 6 sumbu utamanya yaitu :
 
•    Smart Goverment( Pemerintahan Pintar)
•    Smart Economy (Ekonomi Pintar )
•    Smart Live (Hidup pintar)
•    Smart Living(Lingkungan pintar)
•    Smart People(Orang/Masyarakat Pintar)
•    Smart Mobility (Mobilitas pintar)

Kota di Indonesia yang sedang berproses menerapkan smart city secara full adalah Surabaya.Walaupun begitu, salah satu dari 6 sumbu ini bisa diterapkan  pada sumbu smart living. Di sumbu ini yang diharapkan adalah rasa nyaman yang dapat diperoleh masyarakat dengan adanya beberapa indikator berikut dalam sebuah kota, yaitu kesehatan, perumahan, aksesibiltas, persampahan, energi, keanekaragaman hayati, air, teknologi, dan transportasi.

Harapan yang disematkan pada aplikasi smart living pada bidang kesehatan ketika ada masyarakat yang ingin berkunjung ke rumah sakit bisa mengetahui keadaan tempat pelayanan terlebih dahulu sebelum mendatanginya. Contoh data yang tersedia di rumah sakit adalah  :
•    Manajemen record data pasien secara elektronik
•    Manajemen Asset Rumah Sakit
•    Bantuan untuk Lansia dan disability
•    Kontrol Kondisi Peralatan Medis di Freezer
•    Monitoring Kesehatan Pengguna Sport Center
•    Pengawasan Kondisi Pasien di dalam Rumah Sakit dan Pasien Rawat Jalan
•    Kontrol radiasi UV untuk pengobat
•    Ketersedian kamar perawatan
•    Dokter spesialis dsbnya
Negara yang berhsil dalam menerapkan smart city 1 pilar adalah Seul , disini berfokus pada pelayanan publik pada bidang teknologi informasi.

Jadi kalau disimpulkan Smart city bukan gaya tapi kebutuhan, kehadirannya memilik manfaat seperti mempermudah aktivitas, menghemat waktu dan mencegah berbuat dosa. Kalau dulu perlu waktu berhari-hari untuk mencari data sekarang dengan bantuan aplikasi yang ada  di smart city cukup dengan 3 jam saja.

Manfaat lain yang didapatkan adalah mencegah berbuat dosa , ini menarik sebab tidak akan ada lagi yang bisa merekayasa data sebab semuanya real dan dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu mencegah oknum yang tak bertanggung jawab untuk memainkannya anggaran atau korupsi. Serta masyrakat bisa turut mengawasi kinerja dari wakilnya yang duduk dipemerintahan, sebab berbagai data tentang keadaan kota bisa dinikmatinya.



No comments :

Post a Comment