Thursday, 10 November 2016

Kanker Payudara Mendewasakan Gadis Kecil

 Ada sebuah kewajiban yang tidak tertulis bagi gadis kecil itu untuk berkunjung sekali dalam sebulan. Kunjungan itu dilakukannya tapi ala kadar saja, istilahnya sebagai pemenuhan syarat semata. Tiba di rumah ini lalu mengobrol sedikit dan dalam obrolan itu dia pasif, menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.
Seharusnya kedatangan gadis itu bisa memberi kebahagiaan kepada kakek-neneknya, mereka bertemu hanya sekali sebulan akan banyak cerita yang mengalir. Kakek neneknya ingin mendengar cerita cucu kesayangan yang jarang bisa ditemui.
Ketika di sini gadis itu merasa asing dan tak betah Tidak berhenti menatap jam dan sesekali memberi kode kepada bapaknya untuk segera pulang . Saya melihat ada keterpaksaan dalam sikapnya jika masa berkunjung. Kewajiban untuk berkunjungan itu seperti sebuah kotak pandora.

Saya tidak bisa menyalahkan gadis itu karena ada alasannya. Dia begitu sedih ketika menginjak rumah ini karena mengingatkan semua rasa. Di rumah ini ada kebahagiaan dan diakhiri dengan kesedihan. Ada sebuah trauma yang bersarang dihatinya dan perlu 5 tahun untuk mengatasi trauma itu, bahkan dia begitu takut untuk ditinggalkan. Selama beberapa jam kunjungan dia selalu mengawasi bapaknya karena takut ditinggalkan. 

Gadis itu akan menjadi tuan putri di rumahnya, ibunya merupakan anak perempuan satu-satunya dan dari 4 bersaudara. Dia merupakan cucu perempuan satu-satunya  sehingga menjadi cucu kesayangan. Segala keinginannya dengan mudah bisa dicapai. Semua itu terjadi dulu, beberapa tahun yang lalu sebelum kanker merenggut semuanya.

Kanker payudara itu begitu kejam dan telah berhasil memisahkan ibu dengan gadis itu. Terlalu sakit dan kejam bagi keluarga yang ditinggalkan terutama bagi seorang gadis kecil. Masa TK, masa bermain dan belajar tapi dia dipaksa untuk menerima arti kehilangan

Mencerna arti meninggal dan kehilangan pelindung didunia ini, menangis di sudut ruangan kelas saat ibu anak-anak lain datang di pembagian rapor. Ingin bercerita tentang  masa baligh terutama mensttuasi. Kepada siapa harus bertanya hal yang berbau wanita? Tidak mungkin kepada bapaknya, kepada bibi atau nenek rasanya terlalu malu untuk semua itu.

Setelah kepergian ibunya, gadis itu meninggalkan rumah neneknya. Tak ada yang mengusir tapi rasa sakit yang mengusir dirinya. 5 tahun telah berlalu tapi rasa trauma itu masih ada. Dan kami sebagai keluarga gadis itu bersyukur dia telah berangur sembuh dari semua itu. Tak ada anak yang bisa melupakan ibunya, apalagi kematian yang menghampiri karena kanker payudara. 

Melihat ibu yang harus memakai jilbab bahkan ketika tidur demi menyembunyikan rambut yang botak. Atau melihat dari balik baju payudaranya sudah hilang sebelah. Ini bukan vulgar tapi itulah  kenyataannya . Dari kesemua itu  saat yang paling menyedihkan adalah saat kanker payudara itu sudah menyebar ke paru-paru membuat ibu sulit bernafas dan harus dipasangi berbagai mesin. Gadis itu telah memahami semuanya seiring berjalan waktu. 

Ketika anak lain menikmati masa bahagia dia harus menahan semua kesedihan, menjadi tegar bersama ayah. Kanker payudara itu kejam, tidak hanya merebut kebahagian tapi juga keceriaan seorang gadis bahkan memaksanya menjadi dewasa sebelum waktunya. 

Selama ini kami berusaha untuk mengunjungi dan menghibur gadis itu, tapi dia menutup hatinya mungkin karena belum siap. Sampai detik ini tek ima(ibu gadis itu) masih berada di hati kami, apalagi bagi seorang anak. 

Kanker payudara bisa menyerang pria dan wanita, pria kemungkinan kecil untuk kena tapi wanita lebih beresiko terkena.. Berdasarkan data globocan 2012 angka kesakitan kanker payudara pada wanita sangat tinggi dibandingkan kanker lainnya
 

Sekali lagi kanker payudara momok menakutkan bagi semua orang terutama wanita karena akan menyerang bagian payudara dan jika sudah parah harus ada yang dibuang. Selain itu ganas dan sulit untuk disembuhkan, tapi jangan pernah takut jika sudah Kun fa yakum maka takkan ada yang tidak mungkin.

Banyak penyebab kanker payudara, untuk memudahkannya dibagi atas 2 yaitu
1.    faktor yang tidak dapat dikendalikan
a.    Riwayat keluarga
Ibu atau saudara perempuan yang kena kanker payudara memiliki resiko 2 kali lipat kena. Tapi perlu diingat juga 85%  hal ini tidak berlaku malahan tanpa riwayatpun bisa menderita kanker payudara..
b.    Gender
Wanita beresiko 100 kali lebih besar menderita kanker payudara dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena adanya hormon estrogen dan progesteron, selain itu jaringan payudara wanita lebih berkembang
c.    Genetik
5% -10% dari penderita kanker payudara disebabkan oleh faktor genetik.
d.    Usia
Wanita yang berusia lebih dari 55 tahun beresiko lebih besar terkena kanker payudara.
e.    Riwayat Individu
Jika ada bagian payudara yang pernah terkena beresiko menjalarkan kebagian sebelah kiri. Meskipun sel kankernya sudah dibuang.
2.    faktor yang dapat dikendalikan
a.    Olahraga
b.    Makanan
Pola makanan yang tidak sehat akan menyebabkan radikal bebas merusak sel termasuk gen BRCA1 dan BRCA2.
c.    Alkohol
d.    Radiasi
e.    Merokok.
f.    Berat badan
g.    Terapi Penggantian Hormon (HRT)
Diperkirakan terjadi peningkatan kasus kanker payudara pada wanita yang menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko kanker akan terus meningkat jika semakin lama melakukan HRT. 

Dari kesemua itu saya berpikir penyebab tek ima terkena kanker adalah pola makan yang tidak sehat seperti suka makan mie instan dan minum kopi. Faktor lainnya adalah tidak pernah olahraga. 

Kanker payudara  jumlah penderitanya selalu bertambah setiap tahun karena wanita akan mengetahui terinfeksi ketika sudah di stadium lanjut . Jika tahu lebih cepat maka berada pada stadium awal dan umumnya bisa sembuh secara total , sedangkan kanker yang diperiksa jika sudah ada gejala fisik yang terasa akan berada pada stadium lebih lanjut. 

Pada kondisi stadium lanjut biasanya telah menyebar ke bagian lain tubuh tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanyalah suportif dengan tujuan mengurangi rasa sakit saja Tek ima baru memeriksakan diri ketika sudah mulai ada nyeri dan hasilnya positif terkena sadium lanjut. Adapun gejala yang mengarah kepada kanker payudara sebagai berikut :
•    perubahan tekstur payudara itu
•    Munculnya benjolan pada payudara
•    Jika diputing ditekan keluar cairan kuning seperti nanah
•    Ada benjolan diketiak
•    Perubahan puting payudara
Cara termudah untuk mendeteksi kanker payudara dengan melakukan sadari(periksa payudara sendiri). Teknik yang bisa dilakukan adalah dengan melihat, meraba dan menekan payudara sendiri. Apabila ditemukan maka langkah yang bisa dilakukan  dengan pemeriksaan medis
 


Sebelum kanker payudara membuat susah lebih baik dilakuakn tindakan pencegahan seperti melakukan sadari dan mengubah gaya hidup. Jika telah terkena jangan pernah menyerah ayoo lakukan pengobatan dan berdoa serta jangan pernah menyerah
Inilah cerita gadis kecil yang terpisah dengan ibunya karena kanker

#finishthefight #gopink #breastcancerawareness 
Ayoo, menulis dan ceritakan tentang kanker payudara, siapa tahu bisa memberi inspirasi
http://www.indahnuria.com/2016/10/giveaway-breastcancerawareness.html

sumber gamabar :
 http://familinia.com/

No comments :

Post a Comment