Tuesday, 30 August 2016

Menjadi Pengusaha Dengan Aplikasi KUDO

Tak ada sesal dihati ketika memutuskan resign tapi saya merasa ada yang akan berubah yaitu kebebasan dalam menggunakan uang. Ingin memberi saudara atau orang tua tidak bebas lagi, atau membeli keperluan pribadi seperti kosmetik harus berpikir ulang dulu. Ada rasa tidak nyaman menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan sekunder terutama yang berhubungan dengan kosmetik seperti  dulu . Cantik itu butuh modal tapi dilema untuk mengeluarkan uang, bukannya pelit tapi keadaan memaksa saya berpikir ulang lagi dan lagi. Ritme bulan yang dijalani untuk membeli kosmetik mahal tinggal cerita saja karena  tidak bebas menggunakan uang malahan memaksa saya harus berpikir pentingkah menghabiskan uang untuk hal seperti ini? Itulah kondisi ketika memutuskan resign dan saya diposisi antara siap dan tidak.
Si uda menekankan kepada saya tidak ada yang berubah ketika resign apa rutinitas yang berhubungan dengan keuangan seperti memberi dan membeli tetap berjalan seperti biasanya. Sebagai bendahara dikeluarga kami hal  ini akan sulit karena ada kepincangan pemasukan dan pengeluaran karena saya tidak lagi menghasilkan, sehingga saya harus memilah dalam mengeluarkan uang. Pos wajib kami yaitu memberi orangtua tetap berjalan tapi untuk kosmetik saya merasa berat . Harga sembako melambung tinggi membuat saya makin pusing membagi uang yang ada, kondisi ini benar-benar berat. 

Diluar sana banyak orang yang lebih berat keadannya dari kami tapi mereka enjoy saja , bukannya tidak bersyukur  tapi saya merasa ini kondisi yang baru dan belum siap. Bagaimanapun juga kondisi ini harus dihadapi. Saya harus bisa tenang demi membuat pahlawan keluarga fokus dalam bekerja. Tidak berlebihan rasanya menyebut si uda pahlawan keluarga kami karena telah membanting tulang untuk menghidupi saya. #pahlawankeluarga dan pahlawan hatiku

Sejak saya resign si uda melihat pemasukan tidak seperti biasanya dan mengambil lembur setiap minggu. Bekerja di pabrik dengan jadwal 3 shif sudah membuat lelah ,shif ada 3 yaitu pagi dari pukul 07-15wib, shif siang dari pukul 15-23 wib, sedangkan dari pukul 23- 07 itu shif malam. Shif malam terasa berat karena ketika semua orang terlelap di pembaringan si uda harus menahan kantuk sambil bekerja. Itulah beban berat kerja di swasta , sedikit salah siap-siap PHK mengintai.Uda sengaja mengambil lembur demi membuat rupiah banyak masuk dompet. Sedih melihat wajah lelahnya ketika dirumah dan kadangkala membantu pekerjaan rumah tangga , karena tidak tega melihat saya yang sedang hamil lelah mengurus rumah. Pahlawan itu lelah membanting tulang diluar ketika di rumah selalu siap untuk membantu. 

Saya sedih dan berusaha meringankan beban si uda dengan cara:
1.  Mencicil pekerjan rumah tangga, membuat si uda tak perlu turun tangan lagi 
2. Penghematan listrik dengan cara : mematikan lampu ketika sudah terang dan menyalakan ketika benar-benar perlu , membuka jendela di siang hari, menganti lampu hemat listrik, bijak dalam menggunakan alat rumah tangga yang makan listrik seperti sterika(pakaian yang kusut diseterika dan frekuensinya sekali seminggu) , kulkas(tidak sering membuka pintu kulkas dan mematikannya jika pergi dalam waktu lama)
3.    Memanfaatkan pekarangan dan pot untuk menanam sayuran
4.    Membuat sarapan dan cemilan sendiri , ketika saya bekerja kami sering jajan diluar 
5.    Menyiram tanaman dengan air hujan atau air cucian beras dan air bekas memasak
6.    Membeli kosmetik murah tapi kualitas bagus, ternyata produk dalam negeri banyak yang bagus.
7.    Menjadi pengusaha 

Ada keinginan membantu Si uda mencari nafkah dengan cara melamar kerja lagi, tapi kondisi hamil dengan Hb dan tensi yang rendah membuat saya mengurungkan niat. Saat ini saya hanya bisa membantu dalam memnghasilkan uang dari rumah dengan cara berjualan , tapi masalah klasiknya adalah modal. Saya menemukan aplikasi untuk pedagang yang minim modal .Aplikasi ini bernama KUDO (Kios dagang Online). Seperti halnya sebuah kios ofline, di sini ada kegiatan penjualan produk dari berbagai produk ternama. 


Lewat aplikasi ini, pengusaha baru punya peluang untuk berjualan tapi tidak ada modal besar untuk membeli produk, susah cari supplier atau tidak ada tempat berjualan.Artinya pengusaha tidak perlu menyimpan barang dagangannya, tidak perlu repot buka lapak dan menata barang setiap pagi tapi cukup pasarkan saja secara online.  Ada banyak produk yang dijual dari fesyen, barang elektronik, kendaraan, tiket pesawat, hingga pulsa. Kesemua produk ini dapat digengam dalam satu tangan secara mobile. Dikondisi hamil saya tidak perlu kelelahan bekerja karena cukup dengan smartphone ditangan semua transaksi terpantau.  
Transaksi terjadi antara agen KUDO  dan pembeli, kemudian agen akan mengontak KUDO. Tidak ada penipuan karena pembeli sudah mengenal sang agen, selain itu tidak dalam  merekrut agen tidak sembarangan dan ada verifikasinya,. Untuk menjadi agen KUDO,tidaklah sulit cukup dengan mengisi data diri tunggu persetujuan dan aktifkan akun dengan memberikan deposit. Setelah memberikan deposit pengusaha sudah memiliki toko online sendiri dan bisa  menjual lebih dari 2 juta produk  Kelebihan Aplikasi ini dari yang lain adalah modal bisa kecil bahkan dengan 10 ribu saja. 
Semoga saya bisa membantu ekonomi keluarga lewat aplikasi ini, menghasilkan uang dengan cara menjadi pengusaha mungkin jadi jalan hidup saya.