Kekurangan Bukan Alasan Untuk Sebuah Pembenaran

February 02, 2016

Di pojok ASI sebuah Rumah Sakit ,  tempat saya kerja ada sebuah tempat yang digunakan untuk menyusui . Jangan bayangkan dengan fasilitas Ac yang dilengkapi dengan dispenser air, tolong jangan jauh menghayal karena ini adalah sebuah lorong yang berdekatan dengan musolla . Tempat ini diberi kursi sofa yang bisa digunakan oleh 3 ibu saja , dengan catatan ibu yang duduk memiliki badan sedang. Privasinya menggunakan gorden yang melingkupi ruangan ASI, sesuai dengan namanya pojok ASI sangat sempit dan kurang menjaga privasi. Buktinya sambil lewat ke musolla bisalah mengintip ibu menyusui. Eits , jangan berpikiran negatif ya. Saya sengaja tes melewati pojokan sambil lirik kedalam untuk tau tingkat kenyamanannya.


Sayang sekali fasilitas ruang menyusui tidak maksimal, padahal ini merupakan tempat umum. Kasihan, ibu-ibu ini harus bersempit-sempitan menyusui bayi mereka. Bagaimana program ASI akan berjalan, ibunya aja sulit menyusui dengan nyaman. Ketidaknyamanan akan mempengaruhi aliran ASI, banyak ibu-ibu malas menyusui diruangan terbuka sehingga mereka menggunakan susu formula  menyusui anaknya. Kalau susu yang dibuat sudah habis sedangkan jadwal ngantri berobat masih lama, mereka kelimpungan cari air hangat untuk buat susu. Kasihan....

Sudah, kita tinggalkan samua keluhan tentang  pojok ASI yang tidak maksimal itu. Mari kita masuk inti cerita saya. Jadi,, sehabis sholat Ashar saya pasti lewati pojok ASI saya mendengar seorang gadis menangis terisak-isak. Kepo akut saya  membuat berhenti sejenak dan mengintip kedalam pojok ASI tersebut. Gadis itu sesegukan menangis sembari temannya menenangkan dengan memberikan sentuhan dipunggungnya.

Sabar ya,,, laa. Cepat atau lambat orangtuamu pasti akan paham kok.
Iyaaa, kk , hiik...hikk, Terima kasih. Jawab gadis tersebut
Setelah puas menumpahkan perasaannya dia keluar dengan muka sembab sambil berjalan menunduk, mungkin malu karena saya melihatnya.

Saya mulai melakukan investifigasi dengan teman laa, ternyata dia menangis karena kena marah sama keluarganya. Laa dimarahi karena bekerja sebagai CS(cleaning Sevice) ,  dianggap memalukan. Nahh, ketahuan karena ada kakaknya yang berobat ke Rumah Sakit tempat  laa bekerja.

Ila terpaksa kerja sebagai CS untuk membantu biaya kuliah. Apaa?? dia seorang mahasiswa.semester akhir. Sebelum di sini dia kerja di counter, mini market dsbnya. Intinya selama kuliah dia selalu bekerja. Bekerja sebagai Cs memiliki 3 shif , jika ada keperluan bisa change dengan teman.Ternyata Alasan dia memilih pekerjaan sebagai cs karena dapat sesuaikan jam kerja dangan menemui dosen selain itu tidak banyak beban, yang lebih diutamakan adalah otot.

Pekerjaan Cs itu melelahkan banget, saya sedih melihat banyak yang tidak menghargai. Contohnya setelah ruangan atau koridor dipel, pasti basahkan??? dan kalau diinjak akan meninggalkan jejak. Sedikit saja lantai kotor nanti Cs akan ditegur oleh Leadernya. Menurut saya marilah kita berusaha menghargai lelahnya Cs itu dengan tidak menginjak lantai yang basah, kalaupun mau lewat lakukan kepinggir saja jangan lewat tengah ruangan.

laa contoh potret mahasiswa yang mau mengubah keadaanya menjadi lebih baik, dia yakin tingkatan pendidikan berhubungan erat dengan tingkat penghasilan dan kesuksesan yang akan diraihnya. Karena pendidikan merupakan suatu investasi sumber daya manusia. Untuk Bisa kuliah dia tidak malu menjadi Cs, malahan dia tidak akan mundur jadi cs setelah wisuda sampai dapat pekerjaan . Semanangatnya menginspirasi saya, saya yakin diluar sana banyak orang seperti ini tapi dia bermakna bagi saya karena berinteraksi langsung dengannya


Kesungguhannya ini sesuai dengan firman allah yang berbunyi
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11)
Ayat ini  mengajarkan kita untuk berusaha mencapai keinginan dengan cara yang benar tidak menyimpang dari agama dan merugikan orang lain. Sukses tidaknya hidup dimasa depan ditentukan dari usaha yang telah dilakukan. Kalau sudah berusaha tapi belum nampak tanda yang nyata mari bersabar dan ingat potongan lirik ini : 
                 Kita pasti pernah, Dapatkan cobaan yang berat 
                 Seakan hidup ini, Tak ada artinya lagi 
                 Syukuri apa yang ada, Hidup adalah anugerah 
                Tetap jalani hidup ini, Melakukan yang terbaik 
                Tak ada manusia , Yang terlahir sempurna 
                 Jangan kau sesali, Segala yang telah terjadi
                Tuhan pasti kan menunjukkan, Kebesaran dan kuasanya             
                 Bagi hambanya yang sabar , Dan tak kenal putus asa                 Syukuri apa yang ada , Hidup adalah anugerah 
                Tetap jalani hidup ini , Melakukan yang terbaik
Pasti pada tau lirik lagu ini kan? Iyaaa, ini milik Band d" masiv. Makna yang dalam jika diselami, tapi bagi yang bisa berenang. kalau tidak bisa akan kelelep .
Harapan saya, tulisan ini bisa mencharge energi kita yang hilang karena problema hidup. Saya tidak bermaksud menggurui hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saya. Kekurangan bukan menjadi pembenaran untuk melakukan kesalahan, contohnya menjadi ayam kampus atau berjualan barang haram untuk biaya hidup dan kuliah. Setiap kesulitan yang datang akan ada kemudahan yang diberikan oleh Allah.

You Might Also Like

2 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers