Heler Berjalan Selalu Jadi Pilihan Utama

February 15, 2016

Adzan magrib telah berkumandang 10 menit yang lalu, pertanda semua aktifitas kedunian harus dihentikan. Magrib menjadi batas untuk pencarian rezeki hari ini, semua berpacu dengan waktu berharap bisa berkumpul bisa berkumpul dengan keluarga. Lelah yang menggelayut berton-ton seakan lenyap ketika melihat senyuman orang terkasih.

"Hari ini papi ada hubungi Da Rudi? "tanya saya sambil menyiapkan makan malam.  "Jam 10 tadi papi hubungi dan katanya sore mau datang karena sudah ada janji dengan pelanggan lain.  Dan lagi dia itu tipe orang yang menghargai pelanggan, tunggu saja pasti  datang " Ujar papi. 

Taaak....duuuummmm, cieeeet....., bunyi mesin yang khas dengan suara menggelegar berhenti didepan rumah. "Akhirnya datang juga yang ditunggu "seru saya. Da rudi,  dengan mantap menuruni mesin tersebut tidak terlihat rona kelelahan diwajahnya.Setiap bertemu dengan pelanggan senyum selalu menghiasi wajahnya.   " Maaf pak, janji tidak bisa ditepati, harusnya sudah ashar ke sini tapi alhamdulillah hari ini ramai. " Ujar Da Rudi sambil menyerahkan plastik berisi beras. 

"Aduh, hutang kami jadi dobel da " kata saya. Gak apa-apa malahan uda tidak enak hati karena telah mengecewakan pelanggan, sengaja uda antarkan beras hari ini takut tidak ada beras untuk makan besok" . Sekali lagi maaf pak besok tempat bapak yang no satu saya kerjakan" ujarnya. "Gak apa-apa rudi" kata papi.

Begitulah Da Rudi, pahlawan kami tidak berlebihan menyebut begitu karena sudah 2 kali kami terselamatkan dari kelaparan. Da rudi memilik usaha penggilingan padi yang mobile dan berkat usahanya ini kami warga kampung jadi tertolong. Tinggal di kampung yang dikelilingi sawah membuat mesin penggiling padi atau biasa disebut heler menjadi bisnis yang menjanjikan, tapi kadangkala jarak membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan seperti  biaya angkutan padi . Akan terasa mahal ketika hanya mau mengiiling padi 1 karung saja tapi harus cari kendaraan untuk ke heler besar. Melihat hal ini Da Rudi memberanikan diri terjun menggeluti usaha heler berjalan, dengan  mengelilingi kampung -kampung untuk menggiling padi. 

Sebenarnya, usaha ini banyak juga yang menggeluti tapi kami sekeluarga lebih suka menggunakan jasa Da Rudi karena :
1. Tidak suka mengecewakan pelanggannya.  
Hari ini Da Rudi tidak bisa menggiling padi tapi kami masih diantarkan beras, itu bentuk service yang dilakukannya. Pemilik heler lain tidak mau datang ke rumah pelanggan dengan sengaja hanya untuk mengantarkan beras.
  
2. Care dengan pelanggan.  
Padi yang telah dijemur harus diangkat pemiliknya tapi karena dalam masa pemyembuhan setelah kecelakaan sehingga papi tidak bisa melakukannya. Proses penyembuhan  luka biasanya terasa gatal, apalagi jika udah kena padi akan lebih gatal-gatal lagi.  Da rudi mau memberikan service tambahan dengan mengangkat jemuran padi  .
jemuran padi

3. Harga tidak keterlaluan. 
Cara kerja mesin heler itu pada dasarnya sama dengan menggiling padi dan memisahkannya menjadi 3 bentuk yaitu padi, dedak dan sekam. Pada heler berjalan dedak akan diberikan kepada pemilik padi karena heler ini kapasitasnya kecil dan tidak ada ruang untuk menyimpan , berbeda dengan heler besar. Satu lagi alasan heler berjalan diminati. 

Dedak hasil menggiling padi dikumpulkan Da Rudi dan akan diantarkan kerumah setiap minggu dan untuk harga 1 karung dedak itu tidak ditetapkan tapi lebih kepada keikhlasan membayar berbeda dengan pemilik heler berjalan lain yang menetapkan harga dedak dengan tidak masuk akal. Kebutuhan dedak dirumah kami sangat banyak hal ini disebabkan selain suka menerapkan ilmu pertanian terutama cara bertanam padi   papi suka memelihara ayam.  Tuhkan, sekali lagi melakukan aksi kepahlawana untuk keluarga kami. Terima Kasih banyak Da Rudi
Ke 3 hal diatas membuat kami tidak bisa pindah ke lain hati,  service yang diberikan Da rudi tidak mengecewakan. Hal ini dibuktikan dari tindakan dan kemampuan komunikasi yang dipunyai, dengan menggunakan bahasa santun 


Perbedaan nyata antara heler besar dan berjalan adalah lebih fleksibel dan bisa sampai ke rumah. Dampak dari heler berjalan ini membuat resah pengusaha heler karena pendapatan mereka terus merosot, walaupun begitu ada beberapa hal yang dirasa memberatkan pemilik heler berjalan. Hal yang memberatkan ini disebabkan oleh :
  • mereka harus berkeliling kampung dan menemukan yang butuh jasa penggilingan padi kalau tidak ada modal yang dikeluarkan tidak akan kembali , berbeda dengan pemilik heler besar mesin akan hidup kalau ada yang butuh. 
  • waktu kerja yang tidak bisa sampai malam karena heler ini tidak ada lampu jadi hanya akan beroperasi ketika terang saja, 
  • mengeluarkan biaya produksi meliputi bensin untuk menggerakkan heler berjalan, oli dan biaya tak terduga seperti ban kendaraan bocor dsbnya
  • Terkendala cuaca terutama jika hujan turun harus berhenti dahulu 
tanpa ada atap
Fakta diatas jika dibiarkan saja akan membuat pemilik heler berjalan  menderita. Da rudi merupakan salah satu contoh kelompok mikro dan  usaha kecil , kita bisa menyebutnya dengan Mass market. Bisnis yang dijalaninya  itu merupakan  simbiosis mutualisme yang memberi manfaat untuk diri sendiri  dan masyarakat sekitar.

Menabung untuk memberdayakan 

Aduh kasihan ya, apakah hanya itu bentuk simpati yang bisa dilakukan? Stop, mari lakukan usaha nyata untuk memberikan perubahan kearah yang lebih baik.  Bagaimana caranya??
Mari menabung di BTPN , sebuah tempat yang peduli dengan Mass market. Kelebihan menabung di sini adalah memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. BTPN melihat kelompok ini sering terabaikan sehingga membuat konsep baru bernama BTPN Sinaya.

Sinaya, sebuah nama yang cantik dan merupakan kepanjangan dari sinar yang memberdayakan. BTPN ingin nasabah bisa menjadi penerang bagi mass market dengan cara menabung. Selama ini kita tanpa sadar menjadi egois menabung, uang terkumpul dan nikmati. Mari ubah paradigma , Menabung untuk memberdayakan. Setiap rupiah yang ada ditabungan akan bermanfaat bagi mass market dengan cara BTPN memberikan pinjaman. 

Saya tertarik menjadi bagian dari pemberdayaan ini, untuk langkah awal mencoba melakukan simulasi keuntungan yang didapatkan dari mengikuti Program BTPN , dengan cara : 
1. Masuk ke website http://menabunguntukmemberdayakan.com/
2. Di layar komputer atau smartphone akan tampak  gambar dan tulisan ini, Klik Mulai Simulasi
3. Akan ada 2 pilihan untuk daftar  simulasi dengan cara facebook atau melalui email

 4. Saya memilih mendaftar dengan cara email mengisi nama , sektor usaha dari mass market

 5. Memilih jumlah uang yang ingin ditabung setiap bulan dan jangka waktu menabung


 6. Sedikit demi sedikit jadi bukit, lihat dalam jangka  2 tahun saya punya uang sebesar 12.617.443

Jangan pernah meremehkan pemberdayaan seperti ini,  usaha yang sederhana tapi akan berdampak nyata . Kepedulian kecil jika dilakukan terus menerus akan memberi dampak bagi peningkatan kualitas usaha dan taraf hidup kelompok mass market.

Selain melakukan pemberdayaan melalui tabungan BTPN Ingin memberdayakan mass market menjadi lebih berdaya, dengan membuat program bernama Daya atau mampu. Daya memiliki 3 bagian meliputi daya sehat , daya tumbuh dan daya komunitas. BTPN paling memahami kelompok mass market karena mereka bagian dari hidup kita yang membuat hidup lebih mudah  jadi jangan pernah melupakan jasa -jasa mereka. Mari belajar menghargai dan berterima kasih kepada kelompok mass market

Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Terima Kasih Mass Market

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers