Friday, 18 December 2015

Menaikkan Level Kesabaran Bersama ibu

Usaha dan doa selalu saya lakukan demi mencapai keinginan yaitu memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang wajar dan aman dihari tua. Pekerjaan yang dimaksud adalah  PNS, Profesi PNS itu gajinya tetap dan wajar , tidak semua orang bisa artinya orang yang bernasib baik lah yang bisa jadi PNS karena persaingan yang sengit . Alasan lain jadi PNS adalah adanya jaminan dihari tua mungkin terdengar klasik tapi begitulah realitanya. Jadi tidak mengherankan pendaftarnya banyak dan jika bisa lolos sangat membanggakan orangtua
Mengikuti seleksi CPNS sudah sering saya lakukan bahkan demi mencari peluang besar menuju propinsi lain. Maksudnya di propinsi A posisi ini banyak dibutuhkan sehingga saya meninggalkan kampung menuju propinsi tersebut. Apaa? iyaaa itu nyata kok,   menuju propinsi yang tidak familiar baik itu budaya dan bahasa. Berpuluh KM dan berjam-jam duduk di bus saya tempuh dengan ibu. Ibu adalah patner saya, kami berdua melakukan perjalanan jauh dan menumpang semalam di rumah orang lain. Setiap kali mengikuti tes PNS ada sedikit syukur yang teucap dari hati, bahwa kami diterima dan diperlakukan baik ditempat nginap. Padahal hubungan dengan pemilik tempat  itu baru terbentuk saat ketemu disana, jadi sebelum pergi kami dapat No HP dan alamat yang dituju tanpa kami kenal dengan orang itu. Artinya kami dapat rekomendasi ini loohh orang se propinsi dengan tapi beda daerah. Kami menemui orang baru dengan gaya SKSD(sok kenal sok dekat), berkat jurus ini tidak ada kecanggungan. Begitulah perjalanan kami untuk meraih cita-cita tapi hasil dari semua itu  masih saja gagal, entah kenapa keberuntungan itu belum berpihak.

Perjalalan jauh itu melelahkan dan juga menguras dompet,  rinciannya meliputi ongkos PP, makan dan oleh-oleh  ke tempat nginap. Kesemuanya membuat dompet ibu makin kurus belum lagi sebelum berangkat saya harus siapkan berkas ini itu yang pasti tidak lepas dari uang. Ibu saya bukanlah orang berada, beliau hanyalah guru sedangkan ayah PNS biasa. Bisa diperkirakanlah gaji PNS hanya untuk kehidupan sederhana. Pernah iseng bertanya pada ibu apakah menyesal telah membuang uang percuma untuk saya. Jawaban ibu cukup mengejutkan, ibu tidak ingin ada penyesalan dihati saya tidak lolos PNS karena membuang peluang di tempat lain, Jadi kemananpun tes akan selalu diperbolehkan. 

Kadangkala saya merasa semua ini kesia-siaan saja yang menghabiskan uang, umur dan waktu tapi ibu selalu mengingatkan saya untuk bersabar. Jika masa telah tiba semuanya akan tercapai sehingga akan membuat menangis bahagia. Bukan sabar namanya jika masih ada batas. Sabar itu pasti pahit diawal dan manis diakhir . Begitulah  ibu  membesarkan hati saya, setiap kata-katanya menjadi hujan dimusim kemarau Walaupun begitu sampai detik ini saya merasa belum bisa membahagiakan orangtua terutama ibu, setiap mengingat semua itu rasanya sesak banget. Tidak ada yang bisa disalahkan untuk semua kemalangan ini, bukannya berlebihan tapi saya merasa orang yang malang atau lebih tepatnya menyedihkan. Ketika teman mengirim uang untuk orangtuanya atau adik saya yang telah bekerja bisa membelikan sesuatu untuk ibu, saya hanya bisa terdiam dan bersedih hanya itu yang bisa dilakukan. Ibu menjadi penguat dan selalu menanamkan kesabaran kepada saya, 




6 comments :

  1. Tetap terus semangat ya.. pasti ibunda terus mendoakan. Insya allah akan indah pada waktunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya... tq udah berkunjung kk.Hanya doa orangtua terutama ibu yang menjadi kunci kesuksesan hidup.

      Delete
  2. Tetap semangat ya, kakak... ;)
    Anyway, Terima kasih telah memeriahkan GA Sejuta Kisah Ibu di rosimeilani.com

    ReplyDelete
  3. Ahhhh, bener banget, sabar ga ada batasnya

    ReplyDelete