Hijab Yang Nyaman Menurut Saya

October 18, 2015


Proses seseorang untuk mengenakan jilbab bermacam-macam ada yang ikhlas , disuruh sama yang disegani, suatu keadaan yang memaksa. Apapun itu awal seorang mulai konsisten mengenakan jilbab  tidaklah mudah butuh proses. Proses menjadi lebih baik itu perlu jalan yang panjang, jadi saya tidak sepakat jugde yang diberikan untuk pemakai jilboob. Hidayah itu datang dari allah kenapa sebagai manusia kita merasa lebih sehingga bisa menjugde orang?


Awal saya mengenakan jilbab karena melanjutkan sekolah ke madrasah.  Tahun pertama sekolah masih bongkar pasang jilbab ketika keluar rumah, walaupun begitu saya udah membiasakan menggunakan pakai yang tertutup.Ketika ditanya nenek bongkar pasang jilbab alasan saya bermacam seperti belum punya baju matching sama jilbab, dandan jadi lama, kepanasan, ketombe makin ganas dll.  Setamat madrasah saya melanjutkan ke SMA disini terjadi pergolakan batin antara tetap berjilbab atau tidak, banyak teman seangkatan yang melepasnya. Rasa malu tidak berjilbab karena lulusan madrasah memberi pengaruh untuk tetap berjilbab.  Pernah nekat keluar rumah  dengan motor menutupi wajah dengan  helm dan yang pasti pakaian tertutup tapi minus jilbab  rasanya ngeri ketemu teman sekolah  . Rasa takut ini membuat saya memakai jilbab keluar rumah , kalau dipikir penyebab saya tetap konsisten berjilbab karena keadaan. Niat yang kurang ikhlas ini akhirnya saya syukuri saja karena itulah awal saya konsisten berjilbab dan lagi semua itu datang dari allah, itulah cara allah membuat saya berproses. 
 
Perkembangan jilbab makin pesat diikuti dengan dengan berbagai mode pakaian, sehingga kesan jilbabaer tak lagi kaku. Dulu masa saya sekolah jilbab yang ada segi empat bermotif dan jilbab sorong(jilbab kaos tanpa peniti) dan dipadukan dengan blouse, kemeja lengan gantung trus pemilihan warnanya yang kalem. Memilih syar’i bisa tapi rasanya jadi tua banget karena model gamisnya standar dengan warna netral.#ketahuan tua saya

Hari ini muslimah berhijab bebas memilih gaya yang diinginkan, mode berpacu terus menerus. Mau memilih jilbab paris, pasmina dengan berbagai corak dan dasar seperti sifon, kaos, spandek dll atau mau jilbab sorong  silahkan. Pakaianpun udaha banyak modelnya mau yang jamsuit , joger atau mau syar’i juga ada. Pastinya semua itu dengan berbagai corak dan warna yang menyegarkan mata. Memiliki confidence berlebih yuk padu padankan gaya ala diri sendiri. 
 
Saat ini saya berusaha memperbaiki diri dengan tidak hanya berjilbab juga menggunakan hijab .Mencoba menutup aurat dengan hanya memperlihatkan muka dan telapak tangan ini proses yang sulit , dengan cara menanggalkan style berpakaian saya. Berangsur mempensiunkan celana jeans dan menggantinya dengan celana longgar,berat banget. Selain itu berusaha menggunakan jilbab yang nyaman dan sejujurnya hijab nyaman ala saya itu simpel dan cepat tanpa banyak mengikuti model kekinian dengan berbagai gaya dan ada punuk untanya. Takut disebut tak modis membuat saya mendowload tutorial jilbab dengan berbagai gaya bahkan yang ribet sekalipun dengan menggunakan 2 jilbab. Betapa repotnya ketika wudhu harus melepaskan jilbab yang banyak gaya apalagi 2 jilbab ditumpuk .


salah satu gaya ditutorial yang ribet 
Saya merasa tersiksa karena tak nyaman sehingga berpikir ini bukan diri sendiri. Mengikuti mode boleh asalkan tidak membuat kehilangan kenyamanan dan yang pasti harus tahu maksud dari berjilbab itu sendiri . Jangan latah berjilbab/ berhijab tanpa memahami maknanya, berjilbab tapi telanjang . Berjilbab hanya untuk menutup rambut saja sedangkan lengan dan leher bahkan dada masih nampak . Ketika memutuskan menutup aurat  maka lakukanlah dengan maksimal  yaitu hanya memperlihatkan perhiasan yang biasa tanpak saja , perintah ini terdapat dalam alqur'an :


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).
hijab nyaman ala saya
Akhir kata saya tak menggurui tapi tulisan ini hanyalah sebagai pengingat terutama untuk diri saya sendiri. Inilah pendapat saya tentang hijab yang nyaman menurut saya .

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway HIJAB YANG NYAMAN DIHATI"

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers