Thursday, 14 May 2015

Lanjut atau Stop Bekerja?

Beberapa hari ini saya sedang galau, antara lanjut atau berhenti. Setiap pilihan ada konsekuensinya.Saya jujur tidak siap dengan konsekuensi yang akan diterima  kalau bertahan saya bosan dan lelah. Apa saya belum dewasa,?

Saat ini saya sedang berpikir tentang sebuah pilihan selanjutnys konsekuensinya. Sudah 4 bulan merantau dan bekerja  dan selama masa itu saya berusaha mencukupkan gaji dan memaksakan diri menabung. Paksaan itu menyakitkan demi kebaikan mau apa lagi. Bukannya saya boros sehingga tidak bisa menabung tapi kondisi keuangan saya yang morat marit gaji yang kecil dibawah UMR, saat saya berada dititik ini sebuah slogan terngiang ditelinga KEMISKINAN DEKAT DENGAN KEKAFIRAN. Jika iman tak kuat maka banyaklah orang diluar sana berubah arah menjadi tak lurus , setiap hari perut harus diisi sedangkan gaji tak cukup belum lagi jika sok bergaya borju tak mau terlihat miskin akhirnya mengandalkan segala cara.

Alhamdulillah, walaupun gaji kecil saya tak tergoda untuk seperti itu tapi akhirnya saya ada merasa lelah dengan kondisi ini. Saya berusaha memasukkan lamaran kerja bahkan mau bekerja diluar basic pendidikan asalkan gajinya cukup. Berita buruknya setiap aply saya belum ada respon .Saya tidak tau harus merasa ini keberuntungan ataukah memalukan. Akhirnya saya diinfus uang dari adik dan orang tua.

Saya beruntung memiliki orangtua yang yang pengertian tidak pernah meminta gaji saya malahan membantu saat saya kekuarangan uang. Adik saya juga sudah bekerja di RS swasta yang besar dengan gaji yang UMR bahkan bisa menabung . Menurut teorinya saya sudah bekerja dan harus mengirim sedikit ke ortu atau adik malahan saya dibantu jika ditanya bagaimana rasanya sangat memalukan.
Saya merantau dengan gaji kecil bahkan di bawah UMR, semuanya harus gunakan uang beda dengan dikampung. Tinggal dengan ortu dan nikmati fasilitas yang ada bahkan uang bisa disimpan. Merantau dengan gaji kecil membuat saya belajar berhemat dan tidak boros bahkan jadi pintar he,,,hee. Selama ini saya boros suka beli yang tak perlu sekarang harus ada perencanaan yang matang. Entah kapan semua ini harus berakhir,? Saya sangat lelah

No comments :

Post a Comment