Monday, 2 March 2015

Teman Setia Untuk Perjalanan

Jika ditanya benda apa yang wajib dibawa saat perjalanan jauh dan dekat maka jawaban saya ada dua yaitu Minyak kayu putih dan plastik kresek.  Kandungan dari minyak atsiri kayu putih  memberikan berbagai mamfaat untuk tubuh seperti usir masuk angin, pusing mual, redakan gatal digigit serangga atau hanya sekedar hangatkan badan.Minyak kayu putih dengan aroma khas cukup membantu dalam perjalanan, walaupun sekarang udah ada minyak oles dengan fungsi sama memiliki tampilan cantik, yang ada kata care nya  tapi siminyak kayu putih tetap yang dipilih. Seiring perjalanan waktu minyak kayu putih tidak begitu banyak alami perubahan baik dari botolnya dan aroma. Minyak kayu putih masih setia dengan tampilannya dan aromanya.

Dari dulu suka aroma minyak kayu putih serasa bau anak bayi, khas tapi tidak membosankan. Aroma bayi itu menurut saya melambangkan ketenangan dan kasih sayang. Lihatlah bayi mereka selalu damai takkan pernah merasa galau sekalipun #yaaa iyalah bayi tak kenal masalah . Saat haus, lapar dan basah cukup menangis orang di sekitar akan merasa kasihan dan tergopoh-gopoh mendatanginya semua orang pasti menyayangi bayi. 

Saya paling tidak suka melakukan perjalanan dekat atau jauh dengan mobil, kalau bisa semuanya menggunakan motor karena mudah mabuk perjalanan tapi ada perjalanan dengan motor untuk rute jauh sangat beresiko.  Sehebat apapun sopir membawa dengan pelan atau jalannya lurus dan tak bergelombang jika udah perjalanan jauh dengan mobil yang namanya mabuk akan terjadi.Saya rela menjadi penunggu rumah kalau udah menyangkut perjalanan jauh dengan mobil, kadang saya merasa sedih tapi mau bagaimana lagi.

 Sekarang saya tak bisa lagi mengelakkan perjalanan jauh karean bekerja diluar propinsi, rasa kangen keluarga di kampuang membuat saya memaksakan diri pulang dengan mobil setiap ada libur. Ketika Mobil melaju beberapa meter keringat dingin, kepala pusing dan mual langsung meyertai dan mualailah meraba-raba tas mencari si mungil minyak kayu putih. Oleskan saja diperut,leher kening dan hidung maka rasa hangat dan nyaman langsung bereaksi, jika masih terasa mual cukup dihirup aromanya kehidung. Sengaja saya beli yang mungil botolnya bisa di pegang bahkan bisa masuk kantong kalaupun hilang tak rugi serta mudah melakukan pengolesan di daerah aurat (maksud saya perut) dengan gerakan cepat perut dioles tanpa sempat terlihat oleh orang. Setelah memakai minyak kayu putih saya mensugesti pikiran agar tidak mabuk perjalananan.Alasan saya suka menggunakannya adalah rasa hangatnya menjalar dan ketenangan merambat di hati seolah saya di peluk oleh ibu ditenangkan saat panik akan muntah. 

Adakalanya gagal sugesti pikiran sehingga memuntahkan makanan dan saya butuh benda kedua yaitu plastik kresek kalau bahasa minangnya asoy . Pemberian nama asoy entah dari mana saya sudah carin tahu tapi tak ada yang bisa menjawab. Asoy yang bagus itu asoy hitam karena lebih tebal dan takkan membuat orang sekitar merasa jijik saat proses pengeluaran. Antara asoy dan minyak kayu putih yang paling sering bekerja melayani saya adalah minyak kayu putih tapi keduanya harus dibawa bersamaan. Asoy akan penting saat saya tak bisa menahan muntah selagi bisa ditahan maka minyak kayu putih akan bekerja duluan prinsip saya sedia payung sebelum hujan. Saking seringnya menyiapkan asoy ketika bongkar tas kantong-kantong tas telah penuh asoy. Minyak kayu putihpun sering saya beli karena hilang di kendaraan saat saya mabuk berat. Jika melupakan mereka(minyak kayu putih dan asoy) lebih baik jemput dulu ke rumah atau beli dengan segera demi kenyamanan perjalanan.



















postingan ini diikutkan dalam ga "1st GA - Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan"




No comments :

Post a Comment