Saturday, 10 January 2015

Smarphone Termahal Yang Pernah Ada

Setamat kuliah saya ingin mengaplikasikan ilmu di dunia kerja. Ada rasa penasaran teori yang didapatkan dengan prakteknya, benarkah teori dan praktek selalu berkorelasi? Alasan lainnya ingin punya duit sendiri. Saya yang fresh graduates  dengan semangat 45 melamar ke BPS (bidan Praktek swasta ) rumah sakit dan puskesmas .Itulah tempat yang bisa saya masuki

Persaingan dunia kerja di mulai,  lulusan yang banyak dan tempat kerja yang segitu menyebabkan kekecewaan di hati .Banyak dari  tempat kerja itu yang menolak , serasa jadi seles belum ngetok pintu rumah tapi udah ditolak duluan. Saya jadi tks (tenaga kerja sukarela) suka bekerja rela tak di bayar. Tapi harus ikuti semua disiplin yang ada dari jam datang sampai  waktu pulang. Sebenarnya hal itu takkan jadi masalah jika keadilan ditegakkan, maksud saya saat PNS melanggar bisalah dimaklumi sedangkan kami Tks diomeli bukankah peraturan untuk semuanya. Rasanya sakit tu disini...siniii

Beberapa bulan bekerja membuat saya jenuh , hampir setiap pagi jelang berangkat saya ajukan opsi berhenti dan papi menolaknya. Setiap tempat ada tantangannya dan papi tak ingin saya menyerah begitu mudah, sedikit terbentur berhenti bekerja. Rengekan saya berlalu saja sekuat mengeluh sekuat itu pula papi menolaknya. Sebenarnya bisa saja berhenti diam- diam tapi tanpa restu rasanya tak enak #lebai

Suatu hari papi memberikan amplot untuk membeli sebuah ponsel. Ponsel lama udah rusak sehingga sulit untuk menghubungi saya. Air mata menetes  karena terharu, uang dalam amplod itu ternyata dikumpulkan untuk saya. Setiap papi dapat honor dinas luar uangnya sengaja tak diambil tapi dititipkan dengan bendahara, sehingga  tanpa disadari telah banyak . Sebuah ide muncul untuk perbaiki hp lama sehingga tak perlu memakai uang itu. Tak tega menggunakan uang yang masih tersteples itu tapi Papi menyuruh saya membeli ponsel yang baru. Akhirnya saya memilih sebuah ponsel android dan memesan di counter yang ada di jakarta . Jarak yang jauh apalagi yang dipesan sebuah ponsel sehingga perlu pengiriman yang oke. Counter  itu memahami kekhawatiran saya dan mereka  memilih jasa layanan yang terpercaya yaitu JNE.

Tak terasa sudah 3 tahun smarphone ini menemani hari-hari,saya sangat menjaganya dengan hati-hati. Sekarang smarphone ini ketinggalan seiring perkembangan android bahkan jalannya udah lelet jika dibandingkan dengan smarphone lain,  tapi tak ada keinginan untuk memberi kepada orang lain apalagi menjualnya karena merupakan hadiah terindah. Seorang ayah menabung setiap rupiah untuk menyemangati putrinya agar bersemangat rela menunda membeli barang yang lain.Sampai kapanpun ini akan jadi smarphone termahal yang pernah ada walaupun sudah punya uang saya akan tetap jaga smarphone ini.

Tulisan ini diikutkan dalam giveaway kado terindah di galaksi pungky

No comments :

Post a Comment