Monday, 1 December 2014

Terlambat Menemukan Soulmate



Maaa, bulan ini kirimnya 2.000.000 ada beberapa buku yang harus dibeli, trus fotokopi harus ditebus..Kirimnya cepat aku butuh banget maa, Saya hanya tersenyum masam saja mendengar elia menelpon mamamya, seperti bulan sebelumnya dia selalu meminta uang lebih dan bulan ini lebih gila lagi dari sebelumnya. 2.000.000 jumlah itu besar banget untuk ukuran anak kuliah seperti kami, pernah saya lakukan survei dengan beberapa teman untuk mananyakan biaya bulanan mereka dan hasilnya rata-rata mereka menghabiskan  biaya sebulan untuk kuliah itu 1.200.000.

Elia anak semata wayang semua keinginannya harus diikuti oleh orangtuanya. Semua fasilitas lengkap telah diberikan demi menunjang kuliahnya. Elia merasa susah harus naik angkot untuk bisa bolak balik magang ke RS , maka dengan mudahnya meminta motor. Hidup elia dibuat nyaman oleh orangtuanya dengan tujuan mempermudah konsenterasi  kuliah. Walaupun sebenarnya saya merasa tak ada hubungan yang bermakna antara fasilitas lengkap dengan IP(indeks prestasi). Buktinya Elia masih harus mengulang beberapa mata kuliah yang NBL(nilai Batas lulus)

Selama kuliah 3 tahun itu kami bertetangga jadi semua aktifitas Elia secara garis besar banyak yang terlihat . Sayapun sering bertandang ke kos-kosan nya begitu juga sebaliknya, saat ke tempat dia saya lihat isi kos-kosannya yang lengkap beda dengan saya.  Kami sering belajar bersama karena nilai kuliah kami itu tidak hanya dari teori saja tapi juga dari praktek. Biar tidak lupa biasanya kami saling menyimak, ketika Elia praktek saya akan menyimak langkah-langkah kerja suatu tindakan begitu juga sebaliknya. 

Beberapa bulan ini hubungan kami merenggang karena  Elia punya pacar, semuanya dilupakan sejak jalin hubungan termasuk tugas kuliah. Hari-harinya diisi dengan Hangout dengan pacarnya, kadang dia meminta makan sama saya. Aneh, Elia yang memiliki uang berlimpah harus meminta jatah makan siang dengan saya yang biasa-biasa saja dalam hal keuangan malahan kadang Dia sering tidak makan siang karena sungkan meminta lagi dan lagi. Setelah saya paksa cerita ternyata Elia melakukan pengorbanan bodoh, membagi setengah uang bulanannya  untuk pacar. Ternyata pacarnya ini memiliki hutang yang besar dan harus membiayai hidup keluarganya di kampung. Tampilan pacarnya sangatlah keren banyak wanita yang akan tergoda, postur atletis dengan tunggangan motor keluaran terbaru dan yang terakhir sudah bekerja pula. Gaji pacarnya ini sudah habis dibagi dua untuk kredit motor dan keluarga di kampung, untuk makan , bensin dan rokok selalu minta sama Elia.  Banyak teman yang komplen ke saya setiap bulan harus bayar biaya air yang dobel, semenjak Elia berpacaran turun derajat menjadi babu. Setiap 3 hari sekali jemuran kami penuh sama pakaian pacar Elia. 

Beberapa kali saya mengajak Elia untuk berpikir secara realita melihat perbedaannya dulu dan sekarang, tapi diaa tetap kekeh kalau  tidak ada masalah dengan semua itu bahkan memusuhi saya. Begitu besar pengaruh yang telah masuk ke otak dan sayapun menyerah untuk meyadarkannya. "Kamu tak tahu rasanya jatuh cinta, cinta itu butuh pengorbanan jeng. Ini bentuk pengorbanan sederhana, selama aku merasa nyaman kenapa kamu sibuk? " elia berteriak dengan kesal kepada saya. Perkataan Elia sangat menyakitkan hati dan daripada kami bermusuhan hanya karena lelaki itu saya mundur untuk mencampuri urusannya.

Brakk, bunyi piring pecah dilantai kami berlarian mencari arah suara rupanya dari kamar Elia, di sudut ruangan saya melihat seorang gadis yang kusut masai menagis tergugu entah sudah beberapa hari dia tak mandi. Beberapa hari ini karena kesibukan magang di rs, aya melupakanya. Ternyata sudah 3 hari dia tak masuk kuliah . Setelah memenangkannya kami bicara 4 mata ternyata dia telah hamil bahkan yang lebih meyesakkan itu pacarnya susah di hubungi. Kepada siapa akan minta tanggung jawab ?Keluarga pacarnya yang dulunya ramah mendadak ketus.
Sebuah percakapan beberapa hari yang lalu berkelabat . Tak ada hujan dan angin pacar Elia menegur saya . "Selain obat apa saja yang menyebabkan sesorang keguguran jeng? kalau obatnya susah didapatkan ya?"itulah pertanyaan teraneh yang pernah saya dengar. Sebuah cengkraman hebat membawa saya kembali kedunia nyata, ternyata tangan Elia. "Apa yang harus kulakukan sekarang jeng, kuliahku bisa berantakan, pasti papa dan mama akan mengusirku" tangisan elia menyayat hatiku.  Terlambat untuk berkata menyesal teman, nasi telah menjadi bubur. semua keputusan ada ditanganmu dan setiap pilihan ada konsekuensi yang harus dijalani. Setiap bernyawa berhak untuk hidup"

Tak terasa sudah 4 bulan berlalu sejak kejadian itu, kami mengunci rapat tentang kehamilannya. masa melelahkan bagi saya harus melayani ngidam dan kuliah, inilah hal yang bisa saya lakukan untuk mendukung Elia. Saya sangat bersyukur ketika dia memutuskan untuk melanjutkan kehamilannya. Sebentar lagi perut elia akan membesar saat ini dia sedang mengurus cuti kuliahnya. Pernah suatu kali iseng saya bertanya alasan untuk tetap bertahan dengan kehamilannya" Aku bukanlah tuhan yang berhak mencabut nyawa, mungkin ini penebus kesalahanku di masa lalu. Walaupun terlambat untuk menyesal setidaknya aku belum terlambat untuk berbuat baik dan terimakasih soulmateku sudah menemani di saat tersulit. Ketika yang lain menjauhiku karena tak bisa curah uang pada mereka kamu tetap berada disampingku, ".

Beban berat dipundak saya itu terasa makin ringan saat orangtua Elia menerima keadaanya.  Sebentar lagi saya akan punya ponakan yang lucu semoga saja tidak mengulang kesalahan sama seperti ibunya. Keadaan mantan pacar Elia seperti biasa mencari mangsa gadis yang bisa ditipu lagi dan lagi

Tulisan ini diikut sertakan dalam AttarAndHisMind First Give away

No comments :

Post a Comment