Thursday, 18 December 2014

Sarapan Sehat yang Terpilih

 
Setelah membongkar blog selama hampir setahun  akhirnya saya menemukan tulisan  berjudul: Sarapan sehat untuk mewujudkan generasi sehat. Ingin baca lebih lengkap klik ini. Sebenarnya udah lama tulisan itu bercokol di draf, kebetulan ada lomba ya sekalian aja diikutkan. Hasilnya seperti biasa tak menang.#hik...hik

 Ketika ada ide berkelabat saya tangkap dan di drafkan.Isi drafnya garis besar yang diingin ditulis, jadi kalau yang tanya lama penulisan postingan ini kira-kira 7 menit tak mutlak karena saya lebih kepada memoles tulisan saja bukan memproduksi dari awal.

Judul tulisan Sarapan sehat ini terinpirasi dari senioritas di tempat kerja. Awalnya terjadi pengkerdilan jasa dari junior, dan jangan tanya rasanya yaa karena sakitnya tuuh di sini. Junoir telat datang dan  malas sedikit  pasti jadi omelan. Selain masalah beban pekerjaan yang tak adil hal pembagian duit pun juga bermasalah junior akan tetap kecil dengan jumlah kerja lebih banyak dari senior .Kedongkolan makin bertambah, Sudah datang telat mereka masih juga mengejarkan kekantin untuk sarapan. Mengunjungi kantin jadi budaya , rata-rata waktu kerjanya efektif tidak seberapa lagi yang tersisa . Bisa dikatakan secara tak langsung udah korupsi waktu.
  
Budaya kekantin bagi karyawan anggaplah sudah biasa sehingga mereka bisa sediakan waktu khusus ke kantin, lalu bagaimana dengan anak-anak yang tak terbiasa sarapan? Anak itu membentuk prilaku dari apa yang dilihatnya. Kalau orangtuanya tak sarapan bagaimana akan terwujud anak yang pintar, ibaratnya sebuah mobil harus berjalan terus menerus tapi tak pernah diservice Bagaimana akan lancar perjalanan. Secara tak langsung orangtua telah memaksa anaknya? Rasanya seperti pungguk merindukan bulan, ingin anak pintar tapi melupakan usaha  sederhana yaitu membiasan sarapan pagi.

Kekurangan tulisan ini tidak ada gambar yang mendukung kemudian kurang tajam harusnya saya lebih detail tentang sarapan dan contoh menu yang simpel untuk sarapan sehat, kalau untuk perbaikan dari diri sendiri harus tetap membudayakan makan dan lebih tajam lagi menulisnya , malas banget untuk repos lagi jadi akan tetap saya biatkan saja khusus untuk postingan ini


 

No comments :

Post a Comment