Thursday, 4 February 2016

Aku Akan Melepaskanmu Sayang

Tiiiitt ...tiit ...
Bunyi ventilator di ruangan icu masih berirama sama, pertanda harapan masih ada. Walaupun kantong makin jebol tak akan pernah ku sesali demi dirimu. Usahaku tak jelas juntrungannya, toko telah tutup beberapa hari.Aku ingin fokus merawatmu, tak ingin aku meninggalkanmu walaupun itu sedetik. Mungkin sebentar lagii gelar gembel akan melekat pada kami karena hutang telah melilit pinggang demi pengobatanmu.
Setiap menit berlalu lafaz allah tak pernah berhenti dari bibirku. Hanyalah dia tempat memohon untuk semua keluh kesah. Aku masih bisa sedikit tenang saat melihat dimonitor ada garis runcing dan semoga bukan garis lurus. Sebuah harapan tersurat walaupun semua berkata harapan dan kenyataan itu setipis kertas. 

Ini hari ke 10 kamu tidur panjang, setelah kamu bertarung melawan rasa sakit untuk memberiku kado terindah seorang gadis yang manis. Apakah aku egois dengan  menginginkanmu dan upik? Apakah  kita tak bisa bersama lagi? Setidaknya bangunlah sesaat untuk melihat upik kita yang manis. Sentuhlah , dengarkan betapa merdunya tangis upik. Walaupun itu terakhir kalinya aku ingin upik merasakan bonding dengan ibunya. Bayi sekecil itu mungkin belum bisa membedakan atau merasakan.Jika  ini berakhir aku takkan menyesalinya karena aku pernah dan selalu mencintaimu.
Kata yang selalu ingin ku ucapkan adalah MAAf dan TERIMA kasih.

Aku tak pernah bisa membuatmu bahagia, harusnya aku melepaskanmu ketika rasa jenuhmu padaku makin bertumpuk. Maafkan aku sayangku, maafkan aku. Harusnya kita tak menikah saja saja? Selama ini aku selalu berpikir kebersamaan akan membuat rasa cinta berakar di hatimu. Ternyata aku salah  cinta tak bisa di paksakan dan cintaku bertepuk sebelah tangan. Maafkan aku sayangku membiarkanmu terpasung dalam perkawinan ini. Betapa kamu menderita karenaku.

Tiiitiiit....tiiitt
Ventilator suaranya masih berbunyi tapi garisnya tak bergelombang lagi. Dokter melakukan usaha terakhir rjp dan dc syok.  3 kali sentakan yang diberikan tak membuatmu bangun dan tiiiiiiit ventilator berbunyi tak jelas.

Selamat jalan sayang inilah saat terakhir ku bisa melihatmu. Aku rela melepasmu semoga tuhan menempatkanmu di tempat layak. Terimakasih telah memberikan tanda cinta untukku upik yang menggemaskan.

No comments :

Post a Comment