Tuesday, 30 September 2014

Pleas, Lupakan Dia Hatiku


Hampir 2 tahun berlalu tapi saya masih menunggunya. Berharap lelaki itu akan muncul di tempat kami biasa bertemu, selalu kusempatkan mampir kesana di waktu yang sama. Sore nan cerah dengan hembusan angin sepoi , di waktu yang sama kita selalu bertemu. Masih bisa tercium aroma maskulin di tubuh lelaki itu.

Monday, 29 September 2014

Sampai Kapanpun Dia Takkan Pernah Tergantikan

Badan yang kedinginan tadi telah memperlihatkan rasa tak karuan antara dingin dan panas. Aku merasa orang di bus ini ada banyak dan aku merasa mendengar suara-suara. Entah kenapa bus ini jalanya beringsut pasti over kapasitasnya, kalau tidak hujan pasti aku akan memilih kendaraan lain biarlah nyambung -nyambung asalkan sampai dirumah dengan selamat. Keringat makin banyak membasahi keningku dan segala macam aroma lewat di hidungku dari yang asam sampai menyengat, membuatku mual dan kepala makin berdenyut.Sebentar lagi aku akan dirawat di rumah sakit nih. 

Thursday, 25 September 2014

Masuk Sekolah Kampung Bukan berarti Kampungan


Oooo, di sekolah kampungan itu, pasti  siswanya kampungan juga. Hadeeeh cinta , Mengapa kamu mau menceburkan diri ketempat kumpulan anak -anak kampungan itu?  Hanya kamu angkatan kita yang mempunyai pilihan aneh, kalau mau memilih sekolah agama kan bisa ditempat lain lebih elit lagi. Rasanya aura norak udah ada di kamu akibat berteman sama mereka jadi ketularan kampung ! demikianlah celotehan teman-teman Sekolah dasar(SD) saat menilai sekolah pilihanku.