Wednesday, 23 July 2014

Apakah Kita Telah Merasa Menang?

Detik-detik idul fitri telah didepan mata, Masa berpuasa di bulan ramadhan hampir berakhir. Ada rasa sedih meninggalkan bulan yang diberkahi Allah, bulan yangmana Allah mengobral sorganya. Segala bentuk Ibadah yang dilakukan Pasti amalannya berlipat ganda. Ada amalan lain yang tidak bisa dikerjakan dibulan lain hanya bisa di ramadhan dan pahalanya besar yaitu membukakan orang berpuasa, pahalanya sama dengan yang berpuasa tapi tidak mengurangi pahala orang yang berpuasa.
Masa sebulan kita berpuasa menahan haus , lapar dan hal yang membatalkan puasa serta hal yang bisa merusak puasa seperti bergunjing, marah, berbohong dsb.  Jika kita memahami hakikat dari puasa pasti kita merasa puasa itu berat dan berusaha menjaga agar tidak rusak. Maka tidak heran amalan puasa berbeda dari amalan yang lain seperti sholat, syhadat, sedekah, infak dan haji. Sholat jika batal bisa diulang diwaktu itu tapi puasa bagaimana akan mengulang diwaktu yang sama .Haji dan sedekah bisa dilakukan bagi yang mampu saja tapi puasa wajib hukumnya bagi orang yang beriman tidak ada perbedaan status sosial.  Allah memberikan nilai lebih untuk puasa dalam sebuah hadis dinyatakan “Puasa itu untuk Ku dan Aku sendiri yang membalas pahala puasa. (Hr. Bukhori)

Puasa jika dilaksanakan dengan kesungguhan hati maka kita akan mendapatkan  dua kegembiraan yaitu kegembiraan ketika berbuka, dan kegembiraan ketika memandang Keindahan Ku. Kegembiran yang pertama dirasakan adalah ketika berbuka , berbuka memilik 2 makna yaitu saat berbuka diwaktu maghrib dan saat  melihat bulan di malam fitri.  Ada rasa kegembiraan ketika bertemu Allah di hari kiamat dan melihat syorga beserta isinya inilah arti kegembiraan kedua. Pertanyannya “ Apakah bisa kita melaksanakan puasa dengan baik dan dengan kesungguhan hati? Pertanyaan lainnya apakah kita bisa menang dihari lebaran idul fitri?
Puasa yang baik adalah puasa yang dilakukan dengan menahan semua hal yang membatalkan puasa, sedangkan puasa kesungguhan hati adalah dengan melaksanakan puasa karena Allah semata.  Suasana pemilu tahun masih terasa hangat oleh kita , saat satu kubu menjelekkkan kubu yang lain.dian membalasnya dengan lebih pedih.  Perang kata-kata yang membuat telinga panas belum lagi fitnah demi fitnah bertebaran tanpa rasa bersalah  melakukannya. Tidak mempedulikan rasa sakit bagi korbannya yang lebih parahnya lagi melakukannya dibulan ramadhan .  Tanpa sadar waktu berlalu dan ramadhan hampir berakhir semua amalan yang ada malah tekor , bukannya mendapat pahala malah menambah dosa. 
Lebaran IDUL FITRI yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada kalender hijriah  selalu hadir sebagai penutup ibadah puasa Ramadhan setiap tahun. Menyambut idul fitri kita melakukan berbagai persiapan membeli semua serba baru dari pakaian dsb nya, membuat kue , menghias rumah bahkan ada yang berhamburan uang untuk menyambut idul fitri . Apakah itu saja makna dari hari yang fitri itu? Fitri berarti fitrah atau suci. Sesuai dengan arti kata itu, kaum muslimin pada hari Idul Fitri merayakan kemenangannya karena mereka telah berhasil membersihkan / mensucikan jiwanya dari kotoran dan karat-karat nafsu dunia dan kembali kepada fitrahnya yang suci, yaitu Islam. Perumpamaan suci di idul fitri itu adalah seperti bayi dalam rahim ibunya.  

 Apakah kita telah merasa suci seperti bayi menjelang idul fitri ini dengan berhasil menang melawan segala yang merusak puasa. ?Kalau belum mumpung ramadhan masih ada dan idul fitri beberapa hari lagi, mari perbaiki semuanya  dengani melakukan puasa yang baik dan menahan hal yang bisa merusak puasa. Kita belum terlambat jika mau berusaha.  Saat takbir berkumandang tanda idul fitri telah tiba marilah bersilaturahmi kepada sesama dan ulurkan tangan untuk meminta maaf untuk semua hal yang menyakitkan yang pernah dilakukan, rasa gengsi pasti menyungkupi hati , tapi  lawanlah.

No comments :

Post a Comment