Thursday, 15 May 2014

Zombigaret Yang Merana


Dear diary
saya hanya bisa menatap putri kecilku yang  tertidur lelap dengan pandangan  lemah. Harusnya putriku bisa seperti anak lainnya memiliki ibu yang sehat. Kata harusnya begitu menohok hati ini membuat ribuan penyesalan bergelayut di hati. sudaaah laaaah
Semua telah terlambat kalau kiranya penyesalan bisa mengembalikan keadaan saya takkan seperti ini menderita tak berkesudahan.

Dear diary
saya takut jika maut akan menjemput, siapa yang akan menjaga putriku ini. Saya tak mau memikirkannya lagi membuatk galau dan melarikan diri pada rokok lagi dan lagiiii. Sekuat tenaga berhenti tapi saya rasa telah terlambat karena saat telah menjadi zombigaret. yaaah saya tak ubahnya seorang zombi hidup segan mati tak mau. Rokok telah menghancurkan mungkin sebentar lagi hidup anakku akan hancur juga menjadi yatim piatu. Pilu hati ini jika hal itu terjadi.
suamiku ..., Seandainya kau masih hidup mungkin saya takkan sendiri menghadapi penyakit ini, Saat ini  masih bisa tersenyum walaupun kanker paru-paru ini menyiksa saya

Dear diary
Keluarga yang broken ditambah dengan persaingan dunia modeling membuat saya butuh teman untuk penghilang stress. Teman yang ada hanyalah saat gembira saat sedih hanyalah rokok yang selalu setia pada saya tak pernah mengeluh.  Entah berapa batang yang telah dihisap setiap harinya dan hasilnya badan kurus, bukankah badan yang kurus ini yang penting bagi seorang model?.

Hingga suatu hari saya bertemu dengan lelaki biasa dengan wajah biasa dan penampilan biasa serta penghasilan biasa bahkan dia tak merokok, Keluarga, temanku bahkan Agensi menentang hubungan kami, tapi aku yakin akan adanya kebahagian yang abadi saat bersamanya dan akhirnya kami pun menikah. Saya begitu menghormatinya berangsur mengurangi membakar rokok, Saat di dekatnya saya takkan berani menyentuh rokok. Dia tak pernah memaksa berhenti  karena dia tahu rokok telah jadi bagian hidup ini , menurutnya jika tak ada usaha dan kemauan rokok takkan bisa dikalahkan.

RaSa  cinta yang besar pada suami membuat saya bisa mengurangi rokok, semua aktifitas modeling dengan rela dihentikan demi fokus pada keluarga kecil kami. Terdapat perbedaan yang mencolok uang yang diterima setiap bulan saat saya bekerja dengan berhenti tapi rasa bahagia ini sangat besar. Hingga suatu hari terjadi hal yang membuat  terpukul saat suami tercinta meninggal karena kecelakaan kerja. Itulah menjadi hari yang paling buruk dalam hidup.  Dunia serasa runtuh saya tak siap menghadapinya apalagi  putri kami balita, apakah harus terulanglagi keadaan anak saya seperti saat saya kehilangan sosok orangtua.

Saya larut dalam rokok lagi tak ada teman bahkan saudara untuk bercerita semua sibuk dengan dunianya sendiri.Sifat egois merasuki membuat dengan mudahnya saya menghembuskan asap merokok di depan putri tercinta

Dear diary
Saat hampir bisa lepas dari jerat rokok kini saya kembali terporosok bahkan lebih dalam lagi. Kini setiap aktifitas berteman dengan rokok dan rasanya nikmat  bahkan semua terasa ringan beban ini. Dampak dari kencan dengan rokok itu batuk saya makin parah, dada sesak setiap bernafas dan rambut rokok dan kulit makin kering.
dear diary
Hari ini saya merasakan Mulut terasa kering ,mual makin menghebat dan badan makin lemah godaan rokok datang lagi, bisikan mengatakan rokok obat penghilang ketidaknyamanan ini dan  saya harus melawannya sekuat tenaga demi putri tercintaku Itulah dampak dari kemoterapi yang harus  dijalani. Proses kemo ini udah separuh jalan. Rupiah demi rupiah telah melayang demi kemoterapi  ini menguras tabungan tapi biarlah asalkan sembuh dan bisa merawat buah cinta kami ini.
Cermin ajaib bayangan siapa itu, yang begitu jelek? 

Saya melihat sebuah pantulan yang kurus , terlihat tua dan diselingi batuk ..

Cermin menjawab:itulah peremouan yang merana tak ubahnya bagaikan zombi hidup segan mati tak mau. Itulah dirimu...

Tida.. Aaaakk teriak sayaa

No comments :

Post a Comment