Wednesday, 7 May 2014

Sang Mantan

Dear mantan
Mantra apa yang Kau pakai ? maaf jika aku lancang bertanya kepadamu.  Aku harus memaksamu menjawabnya demi kebaikan.
kebaikan siapa?
yang pasti demi kebaikannku, aku ingin melangkah kedepan tanpa terpengaruh bayangan masa lalu. Bayangan kita bersama saat merenda asa menari kuat dalam ingatan. Aku tak  bisa melupakanmu, masih kudengar suaramu walaupun kita tak pernah bertemu lagii. Aroma tubuhmu masih bisa kucium di sini. Saat orang menyebut namamu getaran itu menelusuk di hati.

Dear mantan
Kamu memasuki hariku saat gelap melingkupi, meneranginya bahkan pendar cinta menyilaukan wajahku. Aku yang dulu hanyalah seonggok daging biasa kini merasa menjadi spesial. Aaaaaahhh cinta ini begitu indah tapi menyesakkan dada.
Selalu aku menyalahkan diriku yang terjebak dalam perasaan sendiri. Aku tak ingin menjadi wanita yang lemah tapi nyatanya cinta ini melemahkan bahkan mengikis percaya diriku. Haruskah ku membenci cinta ini?

Baiklah,
aku yang salah ....
aku yang bodoh...
tertipu dengan sikap manismu, salah mengartikan bentuk perhatian. Apakah wanita seperti itu atau hanya aku yang salah mengartikan semua perhatianmu. Bentuk perhatian kecil tapi rasanya besar,  jujur aku lupa tepatnya melupakan siapa dirimu yang sebenarnya, seorang playboy yang telah profesoional.

Kita selalu menjalani hari bersama tanpa ada kejelasan hubungan. Aku begitu menikmati saat kebersamaan , kiri kanan nasehat mengalir deras mengingatkanku siapa kamu tapi aku begitu tuli dan buta. Banyak wanita yang berurai air mata karenamu, kebodohanku adalah membiarkanmu menjadikanku gebetanmu. Ada apa denganku saat itu terperangkap dengan pesonamu dan berakhir seperti yang lain.  Inilah virus cinta yang merasuki hati bahkan ganasnya bisa mematikan.
Walaupun kita tak pernah Jadian tapi aku selalu menganggapmu seorang mantan, mantan gebetan yang pernah mengisi hatiku

No comments :

Post a Comment