TBC untuk TBC

April 06, 2014

Tubuhnya sangat kurus dan lemah, berjalan ke puskesmas dengan terseok-seok dan  menunduk takut seolah ada yang mengenalinya. Dia selalu datang ketika jam pelayanan habis tak berani menatap dan berbicara secukupnya saja.  Gadis itu bernama hesti  masih belia, saat gadis lainnya bergelut dengan aktifitas  sekolah dan memikirkan pacar dia malah berpacaran dengan TB. Siapa TB itu? TB itu dulu bernama TBC kini namanya dipermanis menjadi  TB.

Benarkah?? apa TBC melakukan suatu yang buruk sampai namanya harus dipermanis? Ya... penyakit  ini memiliki nama yang buruk. Ketika seseorang divonis ini akan membuat hidupnya memjadi teraniaya, akan selalu dikucilkan untuk segala hal. Wajar jika mereka dikucilkan karena tak ada seorangpun mau terinfeksi. TB merupakan salah satu dari tiga penyakit menular paling mematikan di dunia. Setiap tahun, diperkirakan 8,8 juta orang TB.
Dalam Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Kemenkes tahun 2002, penyakit TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat : tahun 1995, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga menunjukkan bahwa penyakit TBC merupakan penyebab kematian nomor tiga. Tahun 1999, WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000 kasus baru TBC, dengan kematian karena TBC sekitar 140.000. Secara kasar diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita Baru TBC paru BTA positif. “
Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) baik yang didesa bahkan kota. Menurut data Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB. Sebagian besar pasien TB adalah usia produktif (15-55 tahun). TB sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi dari hasil penelitian diketahui penyakit ini sudah ada sejak zaman mesir kuno yang dibuktikan dengan penemuan pada mumi, dan penyakit ini juga sudah ada pada kitab pengobatan cina sekitar 5000 tahun yang lalu. Ternyataa sudah tua juga umur penyakit ini, tapi kenapa tidak pernah hilang bahkan makin banyak yang berpacaran bahkan menikah dan menjadi pasangan sehidup semati dengan TB.
Penyebab Penyakit TB adalah bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri yang berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih menyukai tempat yang lembab sehingga sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia seperti tulang, kulit dan otak.

Proses lahirnya TB paru
Sebenarnya kemungkinan TB akan menginfeksi setiap orang selalu ada dan peluangnya akan bertambah besar jika dia berada disekitar penderita seperti di lingkungan padat penduduk, ada keluarga yang menderita bahkan tenaga kesehatan sekalipun. Yang menjadi masalah Kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang telah terinfeksi, ketika telah parah barulah terlihat mereka penderita.
Penularan TB melalui udara melalui ketika penderita batuk, bersin atau meludah sembarang tempat. Seseorang dapat terinfeksi dengan TB hanya dengan menghirup sejumlah kecil kuman TB.  Uniknya adalah ketika kuman masuk ketubuh dan hinggap di paru-paru , si basil tidak akan langsung menginfeksi tapi akan dorman(tidur) atau dikenal dengan infeksi TB laten, orang ini tidak akan ada gejala penyakit. Ketika daya tahan tubuh memburuk akan menginfeksi terutama paru-paru.
Seseorang yang terdiagnosa TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan kepada 10-15 orang lain setiap tahunnya. Jika penderita TB berada dilingkungan padat penduduk maka akan dipastikan banyak korban yang berjatuhan.

Lakukan TBC
Maksudnya??
Untuk mencegah tb lakukan upaya TBC
-          T= Temukan
Kita kembali ke kisah hesti, hesti telah lama menderita penyakit ini. Gejala awalnya adalah nya awal batuk yang tidak sembuh, sudah lebih dari 3 minggu batuk hesti tidak pernah ketenaga kesehatan untuk mengobati dia membeli obat warung saja. Ketika ibunya sakit dan ke puskesmas kemudian menceritakan keadaan anaknya kami menyuruh datang ke puskesmas untuk pemeriksaan. Gejala lainnya adalah lemah, kurus, berkeringat dimalam hari, nyeri dada dan semua gejala ini ditemukan pada hesti.
Faktor resiko akan meningkatkan sesorang mendapatkan TB adalah jika lingkungan kotor dan tinggal di rumah yang tidak sehat maksudnya adalah rumah lemabab tidak ada ventilasi. Faktor lainnya adalah daya tahn tubuh lemah yang lemah, seperti orang yang hidup dengan HIV atau orang yang menderita kekurangan gizi,.

. B= buktikan dengan pemeriksaan
Untuk menegakkan diagnosa TB pada hesti dilakukanlah 2 pemeriksaan yaitu pemeriksaan dahak dan pemeriksaan rotgen. Metode pemeriksaan dahak yaitu dengan memberikan pot sputum untuk diambil dahaknya sewaktu, pagi pada hari kedua dan pagi hari ketiga. Maksudnya ketika datang hesti di puskesmas diminta menampung dahaknya, besok pagi juag periksa dahak dan besok paginya lagi. Jadi ada 3 pot sputum. Untuk menyakinkan lagi dimintalah hesti melakukan rotgen dada
Untuk anak-anak yang belum bisa mengeluarkan dahak dilakukan pemeriksaan tes kulit uji tuberkulin.

-          C= cara pengobatan
Penyakit Tb bisa sembuh secara total jika mendapatkan obat yang tepat yaitu antibiotik dan meminum yang teratur. Lama pengobatan selama enam bulan dengan disertai observasi atau dikenal dengan istilah DOTS. Cara ini sangat efektif untuk mengurangi TB karena murah. Maksudnya selain memberikan obat dan memastikan meminumnya tenaga kesehatan harus melihat keadan penderita TB, harus juga melakukan penyuluhan agar tidak menularkan kepada orang lain dengan cara tidak meludah sembarang tempat, ketika batuk harus ditutup, menjgaka kesehtan dengan tidak merokok, makan bergizi. Setelah itu tenaga kesehatan harus melihat perkembangan kondisi  penderita. Untuk menjamin sesorang penderita Tb bisa meminum obat dengan benar maka dibentuklah PMO(pengawas minum obat). Adapun kriteria sesorang Pmo yang baik adalah paham tentang penyakit TB, disegani oleh penderita TB , tegas dan sabar. yang bisa jadi PMo adalah keluarga dan tetangga. Ketika seseorang yang sedang minum obat sering berhenti ditengah jalan karena merasa badan sudah lebih enteng.
 Pada kasus hesti yang jadi PMO adalah ibunya, hesti begitu bersemangat untuk sembuh walaupun hesti sekarang mendapatkan TB MDR. Beberapa teman Hesti yang MDR telah banyak berpulang. semoga saja hesti bisa sembuh
Selalu ingat TB akan sembuh jika rutin minum obat dan kembali akan kambuh bahkan bisa rentan menjadi lebih parah menjadi kategori II. Problem utama untuk mengatasi masalah adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap gejala penyakit ini sehinnga sulit untuk menemukan dan melakukan pengobatan . Untuk itu diperlukan kerjasama semua pihak dalam menemukan dan menyembuhkan penyakit TB


.









You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Daisypath Anniversary tickers