Wednesday, 9 April 2014

Maaf, aku melewatkanmu

Hari ini jalanan tak seramai biasanyaa.
kantor dan warung tutup ,Kalender tidak merah tak ada pemberitahuan libur.

Suasana berbeda dari biasanya,, semua bergembira menyambut pesta rakyat.
Rakyat berpesta mendapatkan kepercayaan untuk memilih sesorang yang dianggap pantas.
Suara kita menentukan nasib bangsa ini, So golput bukan tindakan bijak.

Ini pemilu ke 2 yang saia ikuti,.maksudnya 5 tahun yang lalu saia juga ikut.
Tapi tidak serius, dulu saia asalkan bisa nyoblos saja.
Dulu bangga bangeeet bisa nyoblos berarti udaaah dewasa.
Tak peduli siapa orangnya, kalau ragu tanya saja sama orang lain berarti tidak ada rahasiaa.

Bisa diterka berapa umur saia saat ini.
Uuupsss... Lewaaat :-)

Sekarang saia udah bisa menentukan pilihan, apalagi zaman udah canggih.
Kalau ragu sama track record sesorang tinggal googling.
Saia tidak mudah terpengaruuh sama orang lain.
* curhaaaaat *

1 harii untuk 5 tahun , saia begitu bersemangat ke tps.
Sebelum berangkat saia googling dulu calegnyaa.
Tau dari mana nama mereka???

Sebelum masa tenang ada banyak balihoo , poster yang bertebaran dijalan.
Saia selalu cari tahu tentang mereka.
Saia tidak ingin suara saia sia-sia untuk orang yang salaah.

Setiba di tps saia melihat ada caleg mukanyaa tegang, dan memandang saia seolah berkata PILiHLAH SAIa.
Tapi Saia tak memilihnya.

Di bilik suara saia agak lama untuk mencoblos, saia teliti satu persatu nama mereka, pendidikannya, pengalamannya.

Ketika menelusuri baris demi baris saia melihat nama teman, jadi teringat sms yang diberikannya semalam meminta dukungan.
Kami berteman dari sma tapi namamu dilewatkan saja, maaf.
Kamu masih terlalu hijau untuk memegang amanat bangsa ini.
Bukan waktunya untuk mencoba-coba, bangsa ini butuh kepastian. Butuh pemimpin yang berpengalaman, bukan sebuah ujicoba saja.
Benaar kalau yang muda lebih energik tapi lebih baik kamu siapkan diri dan carilaah pengalaman sebanyak mungkin.

No comments :

Post a Comment