Tuesday, 15 April 2014

Jadilah Dewasa Caleg !

Masa berpesta telah usai, rakyat kembali kegiatan harian. Rakyat tak ada beban menjalani hari-harinya, hal ini berbeda dengan mereka para caleg. Usaha dan pendekatan selama ini tinggal menunggu hasil. Selera makan dan rasa kantuk mendadak hilang. Bayangan kekelahan dan kemenangan sudah didepan mata. Entah berapa rupiah telah melayang demi sebuah ambisi.

Saya berani mengatakan ini ambisi, terlihat dari berbagai cara mereka mengusahakan kemenangan.
Banyak cerita seputar pemilu yang membuat saia mengelengkan kepala. Dari cerita caleg sampai kpps. Kalau saia uraikan akan memakan waktu tapi beberapa cerita yang menarik dan sesuai dengan judul saja yang di tampilkan.

Pemilu tahun ini begitu ramai menurut saia, percaturan caleg begitu luar biasa. Beberapa teman dan kenalan yang saia tahu SIAPa MEReKA, semasa sekolah ikut meramaikan bursa caleg. Memiliki pengalaman organisasi mumpuni, baik dan pintar menjadi pilihan yang baik tapi kenyataannya beberapa teman saia yang terjun tidak memiliki ini.

Visi mereka terutama teman saia sangatlah kabur tidak tergambar jelas tujuan mereka. Seolah caleg menjadi sebuah lapangan pekerjaan baru, sangat disayangkan mereka maju berperang tapi senjata tidak mumpuni. Berbagai variasi umur caleg menghiasi pesta ini, tapi kita tidak tahu apa saja yang bisa mereka lakukan. Rasanya TERLALu jika baru akan belajar mengatur daerah ketika baru menduduki kursi DEwan Yang Terhormat itu.

Bagi yang telah berpengalaman bukan masalah, bagi yang baru akan jadi sebuah masalah. Wilayah kampung tetangga terasa aroma persaingan yang tajam,caleg yang berkompetisi ada 21 orang sedangkan jumlah penduduk hanya 1500 jiwa, jumlah kasarnya Segitu tapi kita juga harus memikirkan jiga tentang golput. Enah berapa yang bisa mencapai target yang diharapkan.

Diawal telah ada di singgung upaya mencapai kemenangan dari yang biasa saja seperti rekreasi bersama, pembagian Barang seperti gelas, kaos , spanduk dan jilbab. Sampai serangan fajar turut mewarnai pemilu. Setelah hasil perhitungan keluar maka dimulailah sakit jiwa secara berjamaah dikarenakan ketidaksiapan mental menerima kekalahan. Ada yang ringan gangguanya sampai ke yang berat.

Ada hal unik yang terekam di memori saia saat seorang caleg wanita meminta di antarkan ke RSJ dan bernazar akan mengundang makan di kantor kami jika tidak ada yang duduk salah seorang dari 21 yang menjadi caleg sari kampungnya. Hasil pengusutan ternyata ibuk ini mempunyai sifat yang jelek suka menang sendiri bahkan pernah memaki pemilik warung karna tidak mau memasang spanduk si ibu.

Yang  unik dan mungkin teraasa lucu menurut saia yaitu meminta kembali barang yang telah diberikan kepada masyarakat. Untuk kpps juga ada keunikannya ketika meminjam lokasi sekolah ternyata dindingnya kotor bekas tinta maka marahlah kepala sekolah kepada kpps, tak terima maka terjadilah perang dingin.
Sekali lagi saia ingin mengatakan jadilah dewasa

No comments :

Post a Comment