Wednesday, 12 March 2014

Menunggu Hujan Uang

Hari ini salah seorang senior kusut, wajahnya begitu kusut bertolak belakang dengan pagi yang cerah.
Bawaanyaaa pagi ini marah saja, hal sepele dibuat besar.
Alarm kehidupan saya berbunyi mengisaratkan ada yang tak beres.
Daripada di semprot mendingan menghindar, tak usah tegur si senior.
Kenapa???
Itulah nasib, ketika ada yang salah kena semprot, ketika ada yang tak badmood salah bisa jadi besar.
Prediksi saya masalah uang atau keluarga.
Ternyata senior ini adaa masalah dengan uang.
Anaknya mau menikah tapi tak punya uang.
Kasihann sekali.
Akhirnya temanku kena sembur juga.
Mata temanku hanya berkaca tapi cukup mewakili perasaan terluka.
Itulaah uang begitu sakti, bisa memporak-porandakan seseorang, bahkan bisa mengubah kepribadian seseorang.
Banyak kasus kejahatan yang motifnya uang.
Uang itu seperti air laut takkan pernah kita merasa puas.
Ataupun jika turun hujan uang sekalipun tetap takkan ada CUkup.
Paling yang bisa dilakukan adalah mensyukuri setiap keadaan dan menerima keadaan
Tapi....
Sayangnya di umur segini saya belum pernah merasakan hujan uang

No comments :

Post a Comment