Sunday, 23 March 2014

Kepemimpinan Islam untuk Mewujudkan Masyrakat Madani

Mancari sosok pemimpin islami
Tahun 2014 ini tahun yang sibuk,dikarenakan akan diadakan pemilu dan Pemilu tinggal menghitung hari. Sepanjang jalan bertebaran baliho ,spanduk dan poster. Pohonpun ikut merana akibat dari promosi calon pemimpin ini , karena menjadi fasilitas untuk mengenalkan diri melalui foto dan slogan yang menarik hati. Berbagai janji dan bukti di paparkan demi bisa menang. Media tv juga tidak  ketinggalan mengeluarkan  iklannya. Semua cara dilakukan demi menarik perhatian pemilih dan hasil akhir yang diharapkan bisa tercapai.
Banyak  hadis nabi yang membahas tentang pemimpin, salah satunya yang berbunyi setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di tanya pertanggungjawabannya.
Artinya diri kita merupakan pemimpin  dan Paling tidak jadi pemimpin untuk diri kita dan semua yang dilakukan akan dipertangungjawabkan di akhirat.
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Defenisi atas menggambarkan sikap dan sifat seorang pemimpin memberi pengaruh kepada yang di pimpinnya. Jika kepemimpinan  islami diterapkan maka akan terbawa suasana islami juga sehingga akan menimbulkan kebaikan bagi orang disekitarnya begitu pula sebaliknya.
Hari ini Sangat sulit menemukan kepemimpinan yang islami seperti nabi Muhammad. Sepanjang sejarahnya kepemimpinan rasulullah sangat patut ditiru bahkan dalam buku karangan Michael H. Hart yang berjudul 100 tokoh berpengaruh dalam sejarah dunia, nabi Muhammad mendapatkan urutan pertama. dikarenakan cara memimpin yang baik menyebabkan banyak negara segan dengan kepemimpinan beliau bahkan banyak yang mengucapkan kalimat syhadat. Adapun yang membuat kepemimpinan nabi Muhammad bagus dan patut ditiru adalah sifat dasar nabi  yaitu
  •  shiddig(benar baik perkataan dan perbuatan)
  • amanah (bisa dipercaya)
  • tabligh (menyampaikan)
  •  fatanah (cerdas)
Masyarakat madani idaman semua orang
Masyarakat madani merupakan hasil akhir (output)  yang ingin dicapai, dalam sejarah contoh masyarakat madanii yang bisa kita tiru adalah masyarakat Madinah.  Masyarakat Madinah setelah terjadi traktat, perjanjjian Madinah antara nabi Muhammad beserta umat Islam dengan penduduk Madinah yang beragama Yahudi dan beragama Watsani dari kaum Aus dan Khazraj.
Perjanjian Madinah berisi kesepakatan ketiga unsur masyarakat untuk saling menolong, menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial, menjadikan Al-Qur’an sebagai konstitusi, menjadikan Rasullullah SAW sebagai pemimpin dengan ketaatan penuh terhadap keputusan-keputusannya, dan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Artinya dalam melaksanakan kepemimpinan islami nabi Muhammad menerapkan tenggang rasa dan kebebasan dalam menjalankan agama.
Sebenarnya masyrakat madani itu telah ada di Indonesia tetapi belum maksimal penerapannya. Adapun defenisi  masyarakat madani itu sendiri selalu memelihara perilaku yang beradab, sopan santun berbudaya tinggi, dan ramah dalam menghadapi lingkungannya, masyarakat yang hubungan antara warganya sangat harmoni, saling menghargai kepentingan masing-masing. Menyadari bahwa walaupun masing-masing mempunyai hak bahkan hak asasi, tetapi haknya itu dibatasi oleh hak yang dimiliki orang lain dalam kapasitas yang sama.
Bisakah masyarakat madani diterapkan di indonesia?
Akan sangat sulit menemukan pemimpin seperti Nabi Muhammad yang komplit dari segi agama dan akhlak dikarenakan sifat yang baik . Pada saat ini yang bisa dilakukan adalah memilih pemimpin yang berakhlak  baik yang memiliki sifat seperti nabi muhammad, ini harus dilakukan.  kita harus sepakat tidak akan memilih sembarang pemimpin atau menjdi golput.
Agar bisa terbentuk kepemimpinan islami dengan mensinergikan pemimpin dan ulama dalam menjalankan peran masing-masing. . Pemimpin mengatur negara sedangkan ulama membimbing agama dan dalam mengambil keputusan pemimpin harus melibatkan ulama demi kemaslamatan.  Kalaulah sudah aman dalam pengambilan keputusan (melibatkan ulama dengan menimbang baik buruk maka hidup akan tentaram tercapai cita-cita kita bersama menciptakan masyrakat madani.
Adapun kesimpulan dari uraiain ini adalah pilihlah pemimpin yang baik memiliki sifat seperti nabi muhammad, pemimpin harus melibatkan  ulama dalam mengambil keputusan




No comments :

Post a Comment