Tuesday, 25 March 2014

Kemanakah mereka pergi

\







Kesibukan yang seabrek (owww..lebaynya)
membuat saia  lupa,
lupa memperhatikan lingkungan sekitar.
Sebenarnya saia sibuk apaaaa???
 Laporan tak da yang dibuat.
Ulangan juga tak ada yg harus di correc.
 Trusss sibuk karena paa????????????//

 ntahlah . Jadi keingat istilah zaman kuliah dulu STM namanya ..
 Bukan akronim dari sekolah teknik mesin...
Ayoooooo tebak,,,,
 STM itu gelar untuk orang yang tak jelas kegiatan tapi merasa kekurangan waktu........
24 jam semalam tak cukup..........
ribet juga penjelassnyaa..

STM itu Sibuk tak menentu.
Kerja tetap sama tapi merasa sibuk.
Halaaahhh...
 penambahan kosa kata baru .

Kalau boleh mencari kambingnya maksudnya kambing hitamnya.
Semua ini karena galau.
Galau itu begitu menyiksa dan menyakitkan. ( jadi curhat colongan).
Jika diadakan pemilihan galauner 2012 ini bisa ditebak women in year...(aduh tambah banyak nie cur..col)

Ok.. lanjut..... Balik ke awal....
saia stm, sampe tak peduli sama yang lain.
Termasuk lingkungan Sekitar.

On day kami berbicara tentang serangga,
tiba-tiba adikku bercerita tentang capung.
Bahasa kampung kami cipatuang( siptung)
jangan tanya asal muasal namanyaa.
 Kagak sempat cari tau

Bicara capung jadi membuka memori SD, zaman saia masih unyu..(he..)
 sehabis pulang sekolah langsung berburu capung dengan teman-teman
.keliling kampung...
 berburu saja.
 Just it,
berlomba siapa yang paling cepat dan paling banyak mendapatkannya....
 Habis itu dilepas lagi...
punya prikenanusiaan (pelajaran PPKN)

Anday masa itu dapat di ulang lagi.
 Hari ini tidak ditemukan lagi.
Udah agak langka( maksudnya capung )
Kemana mereka pergi???
Apa mereka udah punah( sedih kalau terjadi)

 Mari kita kenalan sama capung.
 Capung merupakan salah satu serangga yang sering kita lihat di tempat-tempat tertentu
seperti taman atau sekitar rumah.
Seperti pada kupu-kupu dan lebah, capung juga mengalami metamorfosis dalam periode kehidupannya.
 Tapi capung mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Dimulai dari telur kemudian menjadi larva dan akhirnya menjadi capung dewasa yang dapat terbang indah.

Di lingkungan kampung  sudah jarang ditemukan semak dan lingkungan terbuka seperti tanah lapang. Lahan-lahan di jadikan perumahan, sawah dijadikan ruko-ruko.
Kampung saia  berkembang pesat, maklum udah jadi ibu kota kabupaten,
Harga tanah melangit maka berlomba lah penjualan dan pembelian tanah di sini.
 Manusia berusaha mengeruk setiap keuntungan tanpa menyisakan tempat hijau.
Sampai menemukan binatang kecil nan indah seperti capung udah sulit.
Pertanyaan pun berganti , bukan” kemana mereka tapi”, “akankah kita akan bisa bertemu mereka lagi?”

No comments :

Post a Comment