Monday, 31 March 2014

Jangan Selalu Menyalahkanku

Hai semua.........
Kenalkan namaku S.A.M.P.AH,
banyak orang yang tidak suka denganku malah melihatku dengan jijik. Sebenarnya aku tidak mau bermusuhan dengan manusia, malah kalau bisa memberi mamfaat. Manusia mengganggapku tidak berguna sesuai dengan defenisi yang dicetuskan oleh para ahli, dan yang menjadi ahlinya manusia,  adapun defenisi diriku adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Manusia menggangap aku perusak lingkungan, karena keberadaanku menyebabkan masalah. Padahal Kerusakan lingkungan merupakan hasil karya dari tangan manusia. Masih ingatkan, bagaimana dahsyatnya kabut asap riau yang ikut plesiran ke propinsi sumbar. Masyarakat sumbar yang  hanya sedikit merasakan dampaknya saja sudah kewalahan, apalagi warga riau yang terkurung selama beberapa minggu. Manusia hanya memikirkan keuntungan saja dengan membakar hutan tapi memikirkan dampak kedepannya. Setelah lingkungan rusak parah barulah semua bergegas bekerja mencari pemecahan masalahnya. Ketika hewan sudah langka barulah memikirkan cara melestarikannya. Setelah semua di titik nadir muncul upaya penyelamatan, yang sedikit terlambat.  
Menjaga lingkungan merupakan kewajiban setiap warga negara dan jangan hanya bisa membebankannya hanya pada pemerintah atau aparat  saja. Itulah pendapatku tentang manusia yang selalu menyalahkan ketika ada musibah. Setahuku kebiasan menyalahkan merupakan ciri-ciri tidak berani bertanggung jawab. Selain manusia yang egois ternyata masih ada juga manusia yang mulai peduli dengan lingkungan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan seperti menggunakan listrik dan air seperlunya, mengurangi sampah, membawa tas kain ketika belanja sehingga tak perlu plastik, membawa wadah yang bisa dipakai berkali-kali dan menggunakan sepeda untuk jarak dekat, membeli benda yang bisa diisi ulang seperti pulpen,  membuat rumah dengan banyak jendela sehingga mengurangi penggunan lampu dan AC.
Panggil aku sampah
Aku muncul karena adanya kegiatan yang dilakukan oleh alam dan manusia dan jenisku adalah
1.    Berdasarkan sumbernya
·         sampah alam 
·         Sampah manusia
·         Sampah konsumsi
·         Sampah nuklir
·         Sampah industri
·         Sampah pertambangan
2.    Berdasarkan sifatnya  :
·         Sampah organik - dapat diurai : sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya.
·         Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable): sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.
3.    Berdasarkan bentuknya
·          Sampah Padat
·         Sampah Cair
Banyak yang melakukan pengelolaan kepadaku dengan paradigma lama yaitu 3p (pengumpulan,pangangkutan dan pembuangan) Cara lama yang praktis tapi tidak bersahabat dengan lingkungan. Akibatnya kalian manusia membenciku untuk kesalahan yang tidak ku lakukan, padahal jika menggunakan metoode 3R bisa mengurangi populasiku. Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan
1. Memilah sampah sesuai kelompok, sampah kardus tumpuk di satu tempat untuk diberilan kepada pengumpul

2. melakukan 3R seperti
·         Reuse: menggunakan kembali sampah yg masih dapat digunakan untuk fungsi sama atau fungsi lain. Dan tidak menggunakan wadah disposibel yaitu kantong plastik. Contoh kaleng cat untuk pot bunga

·         reduce :mengurangi , Seperti ketika belanja selalu  bawa tas kain, bawa tempat minum, tidak gunakan kertas, menggumpulkan  kertas atau buku sisa  kemudian menjilid jadi buku.
·         recycle: mengolah kembali sampah
Upaya 3R ini sebenarnya mudah yang diperlukan adalah kesabaran dan konsisten. Pertanyaannya seberapa berhasilkah cara 3R ini? Kira-kira
Pada saudaraku si sampah organik tidak perlu penanganan serius karena bersifat mudah terurai dan yang paling mudah dengan  pembuatan kompos bagaimana dengan saudaraku si sampah plastik . sampah plastik
3. Tidak melakukan pembakaran, metode ini  merupakan cara klasik yang berbahaya
  • Saat membakarku dalam tumpukan, tidak terjadi proses pembakaran yang baik karena tidak ada Oksigen (O2) yang cukup, sehingga yang dihasilkan adalah gas Karbon Monoksida (CO). CO merupakan gas yang berbahaya karena  dapat membunuh secara massal. Bila menghirup gas CO, hemoglobin darah yang seharusnya mengangkat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Dengan begitu, tubuh akan mengalami kekurangan Oksigen, yang dapat berujung kematian.
  • Asap yang dihasilkan dari pembakaranku juga berbahaya yang dapat mengakibatkan reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya. Hidrokarbon berbahaya yang dihasilkan asap pembakaran sampah, termasuk senyawa penyebab kanker yaitu benzopirena, nyatanya mencapai 350 kali lebih besar dari asap rokok. Semakin jauh, kita bisa terjangkit kanker paru-paru, infeksi paru-paru, asma, atau bronkitis.
  • dapat merusak atmosfer bumi, karena senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Pembakaran bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon, busa poliuretan yang ada pada sofa atau karpet busa, juga membahayakan karena dapat menghasilkan gas HCN yang berbahaya
itulah dampak yang ditimbulkan dariku, sangat berbahaya bukan. Kalau manusia menerapkan 3R dan kreatif maka aku bisa berguna kembali. Apakah masih mau menyalahkan lagi, aku tercipta karena manusia dan berbahya juga karena manusi
.
 Tulisan ini diikutkan dalam lomba yang diadakan blog detik yang bekerjasama dengan WWF  dengan tema blogger peduli lingkungan.  Semoga tulisan sederhana di blog ini bisa berguna. Kemudahan akses internet membuat orang mudah mencari informasi salah satunya melalui blog. Menjadi blogger merupakan hal yang mulia karena dapat menyuarakan pemikiran sederhana . Satu pemikiran sederhana sangat bermanfaat untuk menciptakan perubahan. Kekuatan seorang blogger terletak pada tulisannya. 
Mumpung dalam suasana pemilu ini pasti banyak partai yang kampanye, sebuah kebiasaan jelek manusia adalah membuat saampah di tempat kampanye kemudian tidak membereskannya. Sperti biasa aku(Sampah) di hujat lagi, disalahkan merusak pemandangan. Haarapannya semoga dibereskan setelah kampanye dan hendaknya para caleg itu yang turun tangan membereskan sampah mereka, memberi contoh langsung   dan terakhir semoga ada  pemimpin peduli dengan lingkungan terutama sampah seperti bu risama.

No comments :

Post a Comment