Sunday, 16 February 2014

Berani Bicara : Katakan Saja itu Salah


Masa Remaja dan pacaran merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebuah anekdot  : Hidup Ibarat Sayur Tanpa Garam Jika Tidak Pernah Pacaran DiMasa Remaja. 
Sungguh aneh anekdot ini, seolah memaksakan suatu pacaran menjadi hal yang wajib dilakukan oleh remaja. Apakah ini budaya? Darimanakah asalnya ? Rasa penasaran anekdot ini membuat saia melakukan survei kecil-kecilan disekolah 1 atap melibatkan siswa SMP dan SMK. 
Sebelum membicarakan hasilnya ,baiknya membahas defenisi kata masa remaja . Masa remaja adalah peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.. Rentang waktunya umur 12 – 15 tahun ( remaja awal, 15 – 18 tahun( remaja pertengahan), dan 18 – 21 tahun ( remaja akhir). 
Balikk lagi ..
Adapun pertanyaannya: pandangan mereka tentang pacaran , pernahkah pacaran dan frekuensi ? hasilnya rata-rata mereka menjawab pacaran penting karena memotifasi pelajaran,  frekuensi pacaran lebih dari  sekali. Sayangnya saia tidak pakai persentase hasil. Maklumlah  survei kecil hanya  untuk memuaskan  rasa ingin tahu saja. 
Efek negatif pacaran adalah menganggu pelajaran, memboroskan, rawan pergaulan bebas. Beberapa orang berusaha membela diri ini tidak akan terjadi asalkan bisa membagi waktu. imposibel,  buktinya beberapa siswa saia nilai anjlok dan galau karena pacar. Duit habis beli pulsa untuk sms pacar tapi ini belum seberapa efeknya,  yang paling berbahaya adalah rawan pergaulan bebas.
Hal ini terjadi pada anak kosan didepan rumah,  si remaja berasal dari keluarga kurang mampu , anak perempuan satu-satunya kehilangan masa depan karena MBA, padahal beberapa bulan lagi tamat SMA.
ibuk kosnya tinggal dekat tapi menutup mata saja , hanya mengharapkan uang kosan tiap bulan saja tidak pernah mengawasi pergaulan  menasehati dan mengatakan salah . Tidak berani nanti takut rumah kosannya sepi peminat. 
Itu terjadi di kampung yang masih kuat nilai kearifan lokal. Bagaimana dikota besar yang banyak orang makin tak  peduli dengan prilaku remaja .Keberadaan mall di kota besar menjadi salah satu tempat faforit bagi remaja untuk pacaran. bahkan mungkin menjadi tempat mangkal cabe-cabean

Tulisan ini diikutsertakan dalam My 1# GiveAway Rodamemn


No comments :

Post a Comment